View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Minggu, 01 Februari 2026

Polsek Bekasi Utara Laksanakan Patroli dan KRYD Guna Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Bekasi Utara – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Bekasi Utara melaksanakan kegiatan Patroli dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polsek Bekasi Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu dini hari, 01 Februari 2026, pimpinan oleh Iptu Muhtar, dengan melibatkan 20 personel Polsek Bekasi Utara.

Patroli dan KRYD ini bertujuan untuk mengantisipasi serta menekan angka kejahatan, khususnya tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), serta aksi tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli secara mobile dan stasioner pada titik-titik rawan kejahatan, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

Polsek Bekasi Utara terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan preventif dan preemtif, demi terciptanya wilayah Bekasi Utara yang aman, tertib, dan kondusif.

Antisipasi Banjir, Tiga Pilar Kelurahan Sukabumi Utara Perkuat Koordinasi di Posko Siaga Bencana

Jakarta Barat-Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, jajaran Polsek Kebon Jeruk bersama unsur Tiga Pilar melaksanakan kegiatan koordinasi dan siaga di Posko Siaga Bencana Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Minggu malam (1/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukabumi Utara Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu Sahari, bersama unsur Tiga Pilar sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan terdampak bencana saat curah hujan meningkat.

Melalui koordinasi yang dilakukan di Posko Siaga Bencana yang berlokasi di Jalan Madarasah 2 RT 01/10, Kelurahan Sukabumi Utara, petugas memastikan kesiapan personel serta melakukan pengecekan kembali peralatan SAR yang tersedia. 

" Langkah ini dilakukan agar seluruh sarana dapat digunakan secara cepat dan efektif apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk membantu warga yang terdampak bencana," ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukabumi Utara Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat, Aiptu Sahari

Kehadiran aparat kepolisian bersama Tiga Pilar di posko siaga tidak hanya menjadi bentuk kesiapsiagaan teknis, namun juga menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat. 

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat respons penanganan bencana sekaligus meminimalisir risiko yang dapat dialami warga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan terkendali. Polsek Kebon Jeruk terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri bersama unsur terkait di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam melindungi dan melayani warga di saat-saat membutuhkan.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Operasi Pekat Jaya 2026, Patroli Malam Brimob Temukan Sajam dan Gagalkan Tawuran di Jakarta Timur

Jakarta Timur — Patroli malam Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali menggagalkan aksi tawuran remaja di wilayah Jakarta Timur dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026. Dalam patroli tersebut, petugas mengamankan enam pemuda serta dua senjata tajam (sajam).

Penindakan dilakukan saat patroli menyasar kawasan rawan gangguan kamtibmas di Jl. Batu Kinyang 4, Kramat Jati, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut, petugas mendapati sekelompok pemuda yang terindikasi akan melakukan tawuran. Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan dua senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi kekerasan.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto mengatakan Operasi Pekat Jaya dilaksanakan secara konsisten sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. “Melalui Operasi Pekat Jaya, patroli malam kami intensifkan untuk mencegah tawuran dan gangguan kamtibmas lainnya. Setiap potensi kerawanan kami tindak lanjuti secara cepat dan terukur demi menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Enam pemuda yang diamankan beserta barang bukti selanjutnya diserahkan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan dan masa depan. “Tawuran berpotensi menimbulkan korban jiwa dan konsekuensi hukum yang serius. Kami mengajak peran aktif orang tua serta lingkungan untuk bersama-sama mencegah aksi kekerasan,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan kamtibmas. “Jika mengetahui adanya indikasi tawuran atau kejahatan jalanan, segera hubungi Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Polsek Metro Menteng Pastikan Ibadah Minggu Aman dan Kondusif di Gedung Annex Building


Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng terus berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Hal tersebut diwujudkan melalui pengamanan giat ibadah Minggu di Gedung Annex Building, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Thamrin, Iptu Aang Suryana, bersama personel Polsek Metro Menteng lainnya yang diterjunkan di lokasi. Minggu (1/2/2026)

Sejak pagi hari, personel kepolisian telah bersiaga di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk dan keluar gedung, area parkir, hingga lingkungan sekitar Gedung Annex Building. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan tanpa adanya gangguan kamtibmas.

Kapolsubsektor Thamrin, Iptu Aang Suryana, menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan ibadah Minggu merupakan bagian dari tugas rutin kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. “Kami hadir untuk memastikan jemaat dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Pengamanan ini juga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi,” ungkapnya.

Selain melakukan penjagaan statis, personel Polsek Metro Menteng juga melaksanakan patroli di sekitar gedung serta pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan jemaat. Koordinasi dengan pihak pengelola gedung dan panitia ibadah turut dilakukan agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan kondusif.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan, merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, pengamanan tempat ibadah menjadi prioritas untuk memastikan terciptanya rasa aman bagi seluruh umat beragama.

“Polsek Metro Menteng selalu berupaya hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk ibadah Minggu. Kami ingin memastikan seluruh jemaat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Ini adalah bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, memberikan apresiasi atas kesiapsiagaan dan kinerja jajaran Polsek Metro Menteng dalam menjaga kegiatan keagamaan di wilayahnya. Ia menekankan bahwa pengamanan rumah ibadah merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pengamanan maksimal pada setiap kegiatan ibadah. Kehadiran polisi di tempat ibadah adalah bentuk nyata komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegas Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

Dengan pengamanan yang dilakukan secara optimal, kegiatan ibadah Minggu di Gedung Annex Building berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi pun mendapat apresiasi dari para jemaat yang merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

BNN Tangkap Pengedar Narkoba di Bangka Belitung, Sabu-Ekstasi Disita

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar peredaran narkoba di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Satu orang tersangka pria berusia 34 tahun hingga barang bukti sabu diamankan.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan pelaku ditangkap pada Sabtu (31/1/2026). Pelaku ditangkap saat berada di rumah.

"Tim mendapatkan informasi masyarakat tentang adanya transaksi jual beli dan penyalahgunaan narkotika yang sering terjadi di Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Kemudian, tim menindaklanjuti informasi tersebut ke Kelurahan Kuto Panji dan melakukan profiling," kata Suyudi.

Tim kemudian mendapatkan informasi bahwa pada pukul 21.53 WIB kemarin pelaku berada di sebuah rumah di Jalan Kompleks PGRI Batu Tunu, Kelurahan Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Pelaku kemudian bisa ditangkap.

"Setibanya tim di lokasi, tim mengamankan 1 orang laki-laki atas nama Tiam Fong alias Acong anak dari Phung Siat Fo," jelasnya.

Selanjutnya, tim memanggil ketua RI dan melakukan penggeledahan. Di lokasi, ditemukan sabu dan pil ekstasi.

"Ditemukan diduga narkotika jenis sabu dan ekstasi yang disembunyikan di dalam lemari pakaian warna hitam di dalam kamar milik pelaku," tuturnya.

Pelaku kemudian dibawa ke BNNP Bangka Belitung untuk pemeriksaan lebih lanjut. BNN terus mendalami kasus ini.

"Membawa tersangka yang diamankan beserta barang bukti ke kantor BNNP Bangka Belitung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Berikut ini barang bukti yang disita dari tangan tersangka:

Sabu total 485,05 gram dengan rincian:
- 76 plastik strip bening ukuran kecil diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 15,48 gram
- 6 plastik strip bening ukuran sedang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 59,16 gram
- 5 plastik strip bening ukuran besar diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 409,41 gram

Ekstasi total 18 butir dengan rincian:
- 14 butir narkotika diduga jenis ekstasi merek Granat warna pink dengan berat neto 6,33 gram
- 4 butir narkotika diduga jenis ekstasi merek LV warna hijau pink dengan berat neto 1,51 gram

Kepala BNN: Narkoba Isu Kemanusiaan, Bukan Sekadar Kriminalitas
Sebelumnya, Komjen Suyudi menyatakan pemberantasan narkoba merupakan salah satu pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengatakan pemberantasan narkoba menjadi syarat membangun sumber daya manusia unggul.

"Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa," kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Mantan Kapolda Banten itu kemudian menyebutkan masalah narkoba merupakan isu kemanusiaan. Dia mengatakan narkoba bukan sekadar kriminal.

"Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara," ujarnya.

PANGKORMAR KEMBALI MELEPAS DUA PRAJURIT MARINIR TNI AL YANG GUGUR DENGAN UPACARA MILITER

Jalesveva Jayamahe 
Jakarta, 1 Februari 2026,---
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi mengikuti Upacara Persemayaman dan Pemberangkatan secara militer jenazah Kopda Marinir Anumerta Randa Pratama dan Praka Marinir Anumerta Hamid Dwi Ismail. Kedua prajurit tersebut gugur saat melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan RI–PNG akibat bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah yang digelar di Lanudal Pondok Cabe, Minggu (1/2/2026), berlangsung dengan khidmat dan penuh penghormatan militer. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan, Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) Mayor Jenderal TNI (Mar) Ili Dasili, serta para Pejabat Utama Korps Marinir.

Selanjutnya, setelah prosesi persemayaman dan upacara pelepasan kedua jenazah, diberangkatkan dari Lanudal Pondok Cabe, Jakarta menuju Provinsi Lampung menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut jenis Pesud NC 212-200 Casa Aviocar U-6206.  

Setibanya di Lampung, jenazah Kopda Marinir Anumerta Randa Pratama direncanakan  disemayamkan dan dimakamkan secara militer di kampung halamannya Kabupaten Lampung Selatan. Sementara itu, jenazah Praka Marinir Anumerta Hamid Dwi Ismail juga akan disemayamkan dan dimakamkan secara militer di  Kota Bandar Lampung.

Sebagai bagian dari upaya kemanusiaan dan wujud tanggung jawab Korps terhadap seluruh prajuritnya, Korps Marinir TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa proses pencarian terhadap rekan-rekan prajurit yang masih belum ditemukan akan terus dilanjutkan. Hingga saat ini, sebanyak 8 (delapan) prajurit Korps Marinir telah berhasil ditemukan, sementara 15 (lima belas) prajurit lainnya masih dalam proses pencarian secara maksimal melalui kerja sama dengan tim SAR dan instansi terkait.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Habiburokhman Tegaskan Narasi Posisi Polri di Bawah Kementerian Justru Melemahkan Kepemimpinan Presiden Prabowo

Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan bahwa narasi yang berkembang belakangan mengenai wacana menempatkan Polri di bawah kementerian bukan hanya tidak tepat, tetapi berpotensi melemahkan kekuasaan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang otoritas tertinggi institusi kepolisian nasional.  

Menurut Habiburokhman, narasi tersebut tampaknya sengaja digelorakan oleh pihak-pihak yang pernah berseberangan secara politik dengan Presiden Prabowo, dengan tujuan untuk mereduksi peran dan pengaruh presiden dalam mengendalikan kebijakan strategis penegakan hukum dan keamanan.  

“Kemungkinan besar narasi Polri di bawah kementerian merupakan narasi yang sengaja dibuat untuk melemahkan Presiden Prabowo dan juga negara Indonesia,” tegas Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).  

Habiburokhman menjelaskan bahwa jika institusi Polri tidak berada langsung di bawah Presiden, maka efektivitas pelaksanaan kebijakan dan komando institusi akan berkurang dan menghambat koordinasi strategis.  

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa posisi Polri langsung di bawah Presiden bukanlah sekadar pilihan administrasi, tetapi sebuah amanat reformasi yang tertuang dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan TAP MPR Nomor VII/MPR/2000. Hal ini merupakan hasil evaluasi terhadap pengalaman masa lalu ketika kepolisian diposisikan hanya sebagai aparatur represif kekuasaan.  

Habiburokhman menekankan bahwa narasi perubahan struktur tersebut adalah narasi yang ahistoris, sesat, dan tidak relevan dengan solusi substansial yang dibutuhkan institusi Polri maupun masyarakat. Menurutnya, persoalan yang sering dikritisi masyarakat lebih kepada kultur oknum tertentu yang melakukan pelanggaran, namun penyelesaiannya tidak cukup hanya mengubah posisi institusional.  

Siaran pers ini disampaikan guna memastikan publik memahami posisi strategis Polri dalam struktur pemerintahan Indonesia serta mendukung semangat Transformasi Polri yang konsisten dengan reformasi dan pelayanan kepada masyarakat.