View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Selasa, 10 Maret 2026

Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal

Lampung – Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil membongkar praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau illegal mining yang beroperasi di wilayah Kabupaten Way Kanan. Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan 24 orang, dengan 14 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H didampingi oleh Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si  dan Kolonel Cpm David Medion, S.I.P., M.H.I. dalam kegiatan press release di Mapolda Lampung, Selasa (10/3/2026).

Kapolda Lampung menegaskan, pengungkapan ini merupakan komitmen Polda Lampung dalam menindak tegas praktik pertambangan ilegal yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan merugikan negara dalam jumlah besar.

“Dalam operasi penindakan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Lampung pada Minggu (8/3), kami berhasil mengamankan 24 orang dari lokasi penambangan emas ilegal yang berada di lahan PTPN I Regional 7 di Kabupaten Way Kanan. Dari hasil pemeriksaan, 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara 10 orang lainnya masih berstatus saksi dan sedang dilakukan pendalaman,” ujar Kapolda.

Penertiban dilakukan di tujuh titik lokasi di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu, yang masih berada di dalam area Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PTPN VII, di antaranya di sekitar Jalan Lintas Sumatera Sungai Betih, Desa Lembasung, Jalan Lintas Martapura KM 6 dan KM 9 Blambangan Umpu, serta beberapa titik di sekitar aliran Sungai Betih.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah alat berat dan peralatan tambang yang digunakan untuk aktivitas penambangan ilegal.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:

41 unit ekskavator (7 unit telah diamankan di Polda Lampung, 2 unit dalam perjalanan, dan 32 unit masih berada di TKP)

24 unit mesin dompeng/alkon

47 jerigen berisi bahan bakar solar

17 unit kendaraan roda dua

1 unit kendaraan roda empat

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga telah berlangsung sekitar 1,5 tahun dengan luas lahan mencapai sekitar 200 hektare.

Kapolda Lampung mengungkapkan, jika dihitung dari potensi produksi emas, aktivitas ilegal tersebut menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

“Dengan asumsi satu mesin menghasilkan lima gram emas per hari dan jumlah mesin mencapai sekitar 315 unit, maka total produksi diperkirakan mencapai 1.575 gram emas per hari. Dengan harga emas sekitar Rp1,8 juta per gram, maka potensi pendapatan kotor dari aktivitas ilegal tersebut bisa mencapai sekitar Rp2,8 miliar per hari atau Rp73,7 miliar per bulan,” jelas Kapolda.

Secara keseluruhan, potensi kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,3 triliun.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 miliar.

Selain itu, Polda Lampung juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghitung lebih lanjut kerugian negara serta dampak kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri atau sianida dalam proses pengolahan emas.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

“Polda Lampung berkomitmen menindak tegas segala bentuk pertambangan ilegal. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penambangan tanpa izin karena selain melanggar hukum juga merusak lingkungan,” tegas Kapolda.

Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayahnya, sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penegakan hukum di Provinsi Lampung.

Kasad Launching 11 Jembatan Gantung di Aceh, Bagian dari 218 Jembatan yang Rampung Dibangun TNI

Aceh – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. me launching 11 jembatan perintis (gantung) yang dibangun TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Provinsi Aceh guna membuka kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Ke-11 jembatan ini juga menjadi bagian dari total 218 jembatan yang telah rampung dibangun TNI di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu sekitar 2,5 bulan.

Kasad menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung wilayah, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat. “Jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih,” ujar Kasad.

11 jembatan gantung tersebut dibangun di sejumlah wilayah di Aceh, antara lain di Kabupaten Pidie Jaya tepatnya di Desa Ara dan Desa Blang Awe, Kabupaten Aceh Utara di Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan, Kabupaten Aceh Tamiang di Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Timur di Sungai Pante Kera, Kabupaten Pidie di Desa Baro Yaman, Kabupaten Aceh Barat di Kajeung, Kabupaten Aceh Tenggara di Kali Alas, serta Kabupaten Aceh Tengah di Burni Bius.

Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjangkau berbagai fasilitas penting seperti sekolah, pasar, layanan kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi lainnya.

Melalui program pembangunan jembatan ini, TNI AD terus berupaya membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus membuka akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat. (Dispenad)

Polsek Metro Menteng Bagikan 70 Paket Nasi Berbuka di Pasar Kembang

Jakarta Pusat - Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat, jajaran Polsek Metro Menteng kembali menggelar kegiatan Ramadhan Suci Polri Berbagi dengan membagikan nasi siap saji untuk berbuka puasa kepada warga di wilayah Menteng, Jakarta Pusat. Selasa (10/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di sekitar Pasar Kembang, Jalan Pegangsaan Timur, kawasan Menteng, yang merupakan salah satu titik aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian turun langsung ke lapangan untuk menyapa masyarakat sekaligus membagikan paket makanan berbuka puasa.

Kegiatan berbagi ini dipimpin oleh Kapolsubsektor Menteng Tenggulun Aiptu Rusdy Imanuel bersama Bhabinkamtibmas Kebon Sirih Aiptu Ujang Rusman serta Aiptu Wempy Carter. Ketiganya bersama personel lainnya secara langsung membagikan makanan kepada masyarakat yang berada di sekitar Pasar Kembang serta para pengendara yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Sebanyak 70 boks nasi siap saji disalurkan kepada warga masyarakat sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sasaran pembagian antara lain pedagang, pekerja harian, pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang masih berada di jalan saat menjelang waktu berbuka.

Kehadiran anggota kepolisian dengan membawa paket makanan berbuka puasa tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian nasi siap saji tersebut, terutama bagi mereka yang masih beraktivitas di luar rumah menjelang waktu berbuka puasa.

Kapolsubsektor Menteng Tenggulun Aiptu Rusdy Imanuel mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan. Kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Suci Polri Berbagi merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Bulan Ramadan menjadi momentum yang baik untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa kegiatan berbagi kepada masyarakat akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadan di wilayah hukum Polsek Metro Menteng.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif di lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan berbagi ini kami berharap dapat mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Menteng,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Polsek Metro Menteng berharap semangat kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif selama bulan suci Ramadan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Fahira Idris: Bang Japar Tak Pernah Minta THR, Masyarakat Diminta Waspadai Ormas Bang Japar Indonesia

Jakarta, 10 Maret 2026 — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Pendiri dan Ketua Umum Ormas Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) Fahira Idris, kembali menegaskan bahwa organisasinya tidak pernah meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada perusahaan, pelaku usaha, maupun masyarakat.

Penegasan ini disampaikan menyusul adanya laporan dari masyarakat mengenai beredarnya proposal yang mengatasnamakan organisasi yang nama dan logonya mirip dengan organisasi yang dipimpinnya, di sejumlah wilayah Jakarta. Ormas tersebut bernama “Bang Japar Indonesia (BJI)”.

“Saya perlu menegaskan kembali kepada masyarakat bahwa Bang Japar sejak berdiri pada 25 Februari 2017 tidak pernah dan tidak akan pernah meminta THR kepada siapa pun. Itu bukan karakter organisasi kami,” ujar Fahira Idris di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).

Senator Jakarta juga menegaskan bahwa Bang Japar Indonesia (BJI) bukan organisasi yang ia dirikan atau pimpin. Menurutnya, kesamaan nama sering menimbulkan kebingungan di masyarakat karena Bang Japar memang dikenal luas sebagai organisasi yang ia dirikan dan pimpin sejak 2017.

“Melalui kesempatan ini saya tegaskan kembali bahwa Bang Japar Indonesia bukan organisasi yang saya pimpin. Nama organisasi kami berbeda dan logonya juga berbeda. Karena itu masyarakat perlu berhati-hati apabila ada pihak yang menggunakan nama tersebut, apalagi jika menyebarkan proposal atau permintaan tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, sejak awal berdiri Bang Japar memiliki komitmen yang sangat jelas mengenai arah gerakan organisasinya. Organisasi ini tidak pernah membenarkan anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan seperti menjaga ruko, parkir, ataupun menjaga lahan, termasuk menancapkan atribut organisasi di fasilitas umum, apalagi meminta THR.

“Bang Japar berdiri sebagai gerakan sosial kemasyarakatan yang lahir dari semangat pengawalan ulama serta pengabdian kepada masyarakat. Karena itu kami fokus pada kegiatan sosial seperti advokasi kesehatan, bantuan hukum, layanan ambulans gratis, pemberdayaan UMKM, santunan anak yatim, donor darah, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya,” kata Fahira Idris.

Fahira Idris mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan pihak yang mencatut nama Bang Japar untuk kepentingan tertentu.

“Kami sangat terbuka terhadap laporan masyarakat. Jika ada hal seperti itu, silakan disampaikan kepada pengurus Bang Japar di wilayah masing-masing atau langsung ke Mako Pusat Bang Japar. Kami ingin memastikan bahwa nama baik organisasi tetap terjaga,” ujarnya.

Fahira Idris berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan tindakan yang merugikan.

“Bang Japar sejak awal berdiri memiliki semangat yang sederhana namun kuat, yaitu berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat. Komitmen itu yang akan terus kami jaga,” tutup aktivis perempuan ini. #

Pasar Takjil Ramadhan di Masjid Cut Nyak Dien Dijaga Ketat Polsek Metro Menteng

Jakarta Pusat - Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengamanan pasar tumpah Ramadhan di kawasan Masjid Cut Nyak Dien yang berlokasi di Jalan Johar No. 7, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Selasa (10/3/2026).

Kawasan tersebut setiap sore menjelang waktu berbuka puasa menjadi salah satu titik keramaian masyarakat yang datang untuk membeli berbagai jenis makanan dan minuman takjil. Banyaknya pedagang yang menjajakan aneka kuliner khas Ramadhan membuat aktivitas masyarakat di sekitar masjid meningkat, sehingga diperlukan kehadiran aparat kepolisian untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, personel Polsek Metro Menteng bersinergi dengan Kapolsubsektor Sarinah Faisal Ali Akbar, Bhabinkamtibmas Gondangdia Kamidi, serta personel kepolisian Jafar yang turut melakukan pemantauan di lokasi pasar takjil. Para petugas ditempatkan di beberapa titik strategis guna mengawasi aktivitas pedagang dan pengunjung serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain melakukan pengawasan situasi, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan para pedagang dan warga yang berbelanja. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diimbau agar tetap menjaga ketertiban, memperhatikan barang bawaan, serta tidak memarkir kendaraan sembarangan yang dapat mengganggu arus lalu lintas di sekitar Jalan Johar.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah keramaian pasar takjil ini juga bertujuan untuk mencegah potensi tindak kriminalitas seperti pencopetan, penipuan, maupun gangguan kamtibmas lainnya yang berpotensi terjadi di lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi menjelang waktu berbuka puasa. Petugas juga membantu mengatur arus kendaraan guna mengantisipasi kemacetan di kawasan tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kegiatan pengamanan selama bulan Ramadhan, khususnya di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli dan pengamanan di titik-titik keramaian seperti pasar takjil dan tempat ibadah agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa kegiatan pengamanan pasar tumpah Ramadhan merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Menteng.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadhan memerlukan perhatian khusus agar seluruh kegiatan dapat berjalan tertib dan kondusif.

“Kami terus menempatkan personel di berbagai titik keramaian guna memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman dan lancar. Kehadiran anggota di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” jelasnya.

Dengan adanya pengamanan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Metro Menteng bersama Kapolsubsektor Sarinah dan Bhabinkamtibmas Gondangdia, aktivitas pasar takjil Ramadhan di kawasan Masjid Cut Nyak Dien dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran aparat kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga suasana Ramadhan tetap kondusif di wilayah Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Pengamanan Pasar Ramadhan Masjid Cut Mutia, Polsek Metro Menteng Jaga Kenyamanan Warga Berburu Takjil

Jakarta Pusat - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pelayanan serta pengamanan di kawasan pasar tumpah Ramadhan yang berada di sekitar Masjid Cut Mutia, Jalan Taman Cut Mutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Selasa (10/3/2026).

Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, kawasan sekitar Masjid Cut Mutia dipadati masyarakat yang datang untuk membeli berbagai jenis makanan dan minuman takjil. Ramainya aktivitas pedagang dan pembeli membuat lokasi tersebut menjadi salah satu pusat keramaian warga selama Ramadhan, sehingga kehadiran aparat kepolisian diperlukan untuk menjaga situasi tetap aman dan tertib.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, personel Polsek Metro Menteng bersinergi dengan Kapolsubsektor Latuharhari Sonny Azwar, personel kepolisian Setiawan, serta Bhabinkamtibmas Cikini Tafsipul Subhani yang turut melakukan pemantauan situasi di lapangan.

Petugas melakukan patroli serta pengawasan di sejumlah titik strategis di sekitar area pasar takjil guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, anggota juga membantu mengatur arus lalu lintas serta mengingatkan masyarakat agar tidak memarkir kendaraan sembarangan yang dapat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Tidak hanya melakukan pengamanan, para personel juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para pedagang maupun pengunjung pasar takjil agar tetap menjaga ketertiban, meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan, serta bersama-sama menjaga suasana Ramadhan yang aman dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bahwa pengamanan di berbagai titik keramaian masyarakat selama bulan Ramadhan merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami mengerahkan personel di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga selama Ramadhan, termasuk pasar takjil. Hal ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan patroli dan pelayanan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan, terutama di kawasan yang ramai aktivitas warga.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan rasa aman serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh kegiatan masyarakat selama Ramadhan dapat berjalan dengan tertib dan aman. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri agar masyarakat merasa terlindungi,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan pengamanan tersebut, aktivitas masyarakat yang berbelanja takjil di kawasan Masjid Cut Mutia dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menciptakan suasana Ramadhan yang penuh kenyamanan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polisi Siaga di Pasar Ramadhan Masjid Agung Sunda Kelapa, Warga Berburu Takjil Terasa Aman

Jakarta Pusat - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pelayanan serta pengamanan pasar tumpah Ramadhan di kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa yang berlokasi di Jalan Taman Sunda Kelapa No. 16, Menteng, Jakarta Pusat. Selasa (10/3/2026).

Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Menteng Robby Danan Jaya dengan melibatkan personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polsek Metro Menteng dengan total kekuatan sebanyak 11 personel. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas warga yang berbelanja makanan dan minuman takjil untuk berbuka puasa.

Setiap sore menjelang waktu berbuka, kawasan sekitar Masjid Agung Sunda Kelapa menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat. Deretan pedagang menjajakan berbagai jenis kuliner khas Ramadhan yang menarik minat warga untuk datang berburu takjil. Tingginya mobilitas pengunjung membuat area tersebut ramai dipadati masyarakat, sehingga diperlukan pengawasan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Dalam pelaksanaan pengamanan, para personel melakukan patroli serta pemantauan di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi pasar takjil. Petugas juga membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar kawasan masjid guna mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi akibat meningkatnya jumlah kendaraan pengunjung.

Selain melakukan pengamanan, anggota kepolisian juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pedagang dan pengunjung agar tetap menjaga ketertiban, memperhatikan barang bawaan masing-masing, serta tidak memarkir kendaraan sembarangan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bahwa pengamanan pasar takjil dan pusat keramaian selama Ramadhan merupakan langkah preventif yang dilakukan kepolisian untuk menciptakan suasana aman bagi masyarakat.

“Kami menempatkan personel di berbagai lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat selama Ramadhan, termasuk pasar takjil. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan merasa aman saat beraktivitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa jajarannya akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang ramai aktivitas warga menjelang waktu berbuka puasa.

“Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan agar seluruh aktivitas masyarakat selama Ramadhan berjalan dengan aman dan kondusif,” jelasnya.

Dengan adanya pengamanan dari personel gabungan Polda Metro Jaya dan Polsek Metro Menteng tersebut, kegiatan pasar takjil di kawasan Masjid Agung Sunda Kelapa dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan berbuka puasa dengan nyaman.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)