View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 20 Maret 2026

Warga Mudik Tenang, Polsek Tambora Intensifkan Patroli dan Pengawasan Permukiman

Jakarta – Di tengah meningkatnya arus mudik Lebaran 1447 H, jajaran Polsek Tambora bersama unsur Tiga Pilar mengintensifkan patroli malam dengan menyisir permukiman hingga mengecek rumah kosong yang ditinggal warga. Kegiatan KRYD tersebut digelar pada Kamis (19/3/2026) malam, dipimpin Ipda Joni Zukhron selaku Perwira Pengawas (Pawas).

Petugas menyasar sejumlah titik rawan dan kawasan padat penduduk guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran, begal, curat, curas, hingga curanmor. Selain patroli, personel juga mengecek kesiapsiagaan Pos Siskamling serta menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga secara humanis.

Dalam kegiatan tersebut, warga juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah. Mulai dari memastikan pintu terkunci, mencabut regulator gas, hingga menitipkan rumah kepada tetangga guna mencegah tindak kejahatan selama mudik.

Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat menegaskan patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. 

“Kami ingin memastikan wilayah Tambora tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat meninggalkan rumah untuk mudik, serta meningkatkan kepedulian lingkungan dengan saling menjaga antarwarga,” ujarnya.

Selanjutnya Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas. Polisi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap siaga 24 jam selama periode mudik.

Melalui kegiatan ini, Polsek Tambora menegaskan komitmennya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya saat momentum mudik Lebaran, sekaligus memastikan wilayah tetap kondusif melalui sinergi Tiga Pilar dan partisipasi aktif masyarakat.

Polres Metro Jakarta Pusat Ungkap Sabu 26,7 Kg Jaringan Medan–Jakarta dan 14 Kasus Obat Berbahaya

Jakarta Pusat — Polres Metro Jakarta Pusat mengungkap dua kasus besar sekaligus, yakni peredaran narkotika jenis sabu jaringan lintas daerah serta penyalahgunaan obat keras daftar G. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja Satresnarkoba sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan obat-obatan berbahaya di Mako Polres Metro Jakarta Pusat. Jumat, (20/03/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Reynold EP Hutagalung, mengatakan pengungkapan kasus narkotika dilakukan pada Minggu, 15 Maret 2026, di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu tersangka berinisial K yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkotika lintas daerah Medan–Jakarta.

“Pelaku memanfaatkan momen saat petugas tengah fokus pada pengamanan arus mudik dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026 untuk menghindari pengawasan. Ini menunjukkan bahwa kejahatan narkotika terus beradaptasi dengan situasi,” ujar Reynold. Jumat, (20/03/2026).

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 26,7 kilogram serta 900 cartridge rokok elektrik berisi cairan yang diduga mengandung narkotika jenis etomidate. Selain itu, turut diamankan barang bukti pendukung berupa satu unit kendaraan, telepon genggam, dan media penyimpanan lainnya.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Wisnu S. Kuncoro, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan modus menyembunyikan narkotika di dalam ban kendaraan yang diangkut menggunakan mobil towing. Kendaraan yang digunakan merupakan Mitsubishi Pajero dengan pelat nomor tidak resmi atau pelat tempel.

“Dua ban digunakan untuk menyembunyikan barang bukti, satu diletakkan di atas kendaraan dan satu lagi sebagai ban serep di bagian bawah. Modus ini dilakukan untuk mengelabui petugas,” jelasnya di lokasi yang sama.

Berdasarkan hasil pendalaman, tersangka diketahui merupakan residivis yang telah beberapa kali terlibat dalam peredaran narkotika dan pernah menjalani hukuman. Dalam kasus ini, pelaku juga diduga telah beberapa kali melakukan pengiriman narkotika.

Total nilai barang bukti dari kasus narkotika tersebut diperkirakan mencapai Rp25,9 miliar, dengan estimasi jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan sekitar 25.900 orang. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan dalam KUHP, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda hingga Rp10 miliar.

Selain itu, dalam periode yang sama, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat juga mengungkap peredaran obat keras daftar G di sejumlah wilayah rawan. Sebanyak 14 kasus berhasil diungkap dengan jumlah tersangka 14 orang dan barang bukti sebanyak 35.143 butir obat berbahaya.

Pengungkapan kasus obat keras tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain Tanah Abang, Sawah Besar, Kemayoran, Cempaka Putih, dan Johar Baru. Obat-obatan tersebut seharusnya digunakan sesuai ketentuan medis, namun disalahgunakan dan diperjualbelikan secara bebas di masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan, baik secara represif maupun preventif, guna menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya.

“Kejahatan narkotika dan obat berbahaya tidak hanya dilakukan secara terorganisir, tetapi juga memanfaatkan berbagai situasi. Kami tidak akan lengah dan akan terus menutup setiap celah peredaran,” tegas Reynold.

Polres Metro Jakarta Pusat juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkotika dengan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami percaya keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam upaya pemberantasan narkotika,” pungkasnya.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sentuhan Humanis di Sinak: Satgas Damai Cartenz Bangun Kepercayaan Lewat Interaksi Anak-anak

SINAK, PUNCAK — Di tengah medan tugas yang menantang, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memilih pendekatan, merangkul, bukan sekadar mengamankan. Kamis (19/3), aparat bersenjata itu turun langsung ke Distrik Sinak Kabupaten Puncak, berinteraksi dan bermain bersama anak-anak sebagai bagian dari strategi membangun kepercayaan masyarakat.

Kegiatan patroli sambang ini dilakukan oleh personel Satgas Damai Cartenz di wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyasar masyarakat sipil, khususnya anak-anak, sebagai titik masuk pendekatan humanis.

Alih-alih sekadar patroli rutin, aparat terlihat membaur, menyapa warga, bercengkeraman, hingga mengajak anak-anak bermain dan berbagi makanan ringan. Interaksi sederhana itu menjadi cara efektif mencairkan jarak psikologis antara aparat dan masyarakat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang konflik.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Sos, SIK, MH, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi persuasif yang terus dikedepankan.

“Pendekatan keamanan tidak bisa hanya bersifat represif. Kami hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat,” ujarnya.

Senada, Wakil Kepala Operasi Kombes Pol. Adarma Sinaga SIK M.hum. menyebut bahwa interaksi langsung menjadi kunci menciptakan stabilitas jangka panjang.

“Kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama. Dari situ, situasi kamtibmas yang kondusif bisa terbangun secara alami,” katanya.

Warga menyambut positif kehadiran aparat yang dinilai lebih terbuka dan humanis. Anak-anak yang awalnya tampak canggung, perlahan menunjukkan antusiasme, bahkan berebut mendekat untuk berinteraksi.

Patroli sambang ini sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mengajak warga berperan aktif menjaga lingkungan.

Melalui pendekatan ini, Satgas Damai Cartenz tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membangun jembatan sosial, mengubah persepsi, memperkuat kehadiran negara, dan menanamkan rasa aman sejak dari hal paling sederhana yaitu senyum anak-anak di garis depan Papua.

Patroli Brimob Metro Jaya Sisir Bassura-BKT Saat Sahur Terakhir Ramadan

Jakarta – Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur menggelar patroli gabungan di sejumlah titik wilayah Jakarta Timur, Jumat (20/3/2026) dini hari. Patroli dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif pada malam sahur terakhir Ramadan.

Petugas menyisir sejumlah ruas jalan seperti kawasan Jalan Basuki Rahmat (Bassura), Jalan Otto Iskandar Dinata 3, hingga Jalan Sependan Banjir Kanal Timur (BKT). Di wilayah Jatinegara, personel juga memantau aktivitas warga yang membangunkan sahur agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul pada malam hingga menjelang sahur selama Ramadan.

“Patroli ini untuk memastikan situasi tetap aman serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas sahur,” ujarnya.

Polisi mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban lingkungan. Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, warga dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 atau melapor ke petugas kepolisian terdekat.

Kamis, 19 Maret 2026

Pimpinan Redaksi Media Online Kabrindorayanews.com Barat Indonesianews.com beserta Jurnalis Indonesia

Pimpinan Redaksi Media Online Kabarindorayanews.com dan Barat Indonesianews.com dan Jurnalis Indonesia mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H tahun 2026 Dengan segenap Media Online Dibawah PT Ogy Digital Indonesia.Jumat(20/03/26).

Sinergi TNI–Polri dan Warga, Koramil 02/Matraman Gencarkan Patroli/Siskamling Jelang Idul Fitri


Jakarta Timur - Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Koramil 02/Matraman bersama unsur tiga pilar dan komponen pendukung melaksanakan patroli/siskamling keliling di wilayah Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Kamis (19/03/26).

Kegiatan patroli ini difokuskan di Pos Siskamling RW 012, Jl. Utan Kayu Utara Kelurahan Utan Kayu Utara yang melibatkan personel Koramil 02/Matraman, Polsek Matraman, Mitra Koramil, FKDM, Satpol PP Kecamatan, Satlinmas, serta partisipasi aktif warga setempat.

Rute patroli dimulai dari Makoramil 02/Matraman, menyusuri Jl. Utan Kayu Raya, Jl. Bypass Jenderal Ahmad Yani, Jl. Raya Pramuka, Jl. Slamet Riyadi, Jl. Matraman Raya, dan kembali ke Makoramil sebagai titik akhir.

Batuud Koramil 02/Matraman, Serda Muhammad menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami bersama seluruh unsur terkait dan masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan melalui patroli rutin dan siskamling. Ini penting untuk memastikan wilayah Matraman tetap aman, nyaman, dan kondusif, terutama menjelang Idul Fitri,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang solid antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan Warga, situasi kamtibmas di wilayah Matraman diharapkan tetap terkendali dan kondusif selama bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.


Malam Takbiran Aman, Polsek Metro Menteng Perketat Pengamanan Bundaran HI

Jakarta Pusat - Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengamanan malam takbiran di kawasan Bundaran HI, tepatnya di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang merayakan malam kemenangan. Kamis (19/3/2026).

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Metro Menteng Braiel Arnold Rondonuwu, dengan melibatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta unsur pemerintah daerah. Kehadiran aparat di titik strategis seperti Bundaran HI difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kemacetan lalu lintas, serta euforia masyarakat yang berlebihan saat malam takbiran.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah dengan hadirnya Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno yang turut memantau langsung situasi di lapangan. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah ibu kota, khususnya di momentum penting keagamaan.

Dalam keterangannya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan malam takbiran berlangsung aman dan tertib. Ia menyampaikan bahwa pengamanan difokuskan pada titik-titik keramaian, pusat kegiatan masyarakat, serta jalur utama yang berpotensi terjadi kepadatan.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam menjaga keamanan. Seluruh personel telah kami ploting di lokasi-lokasi rawan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, termasuk konvoi liar, penggunaan petasan berlebihan, serta potensi tindak kriminalitas,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan penuh khidmat dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Rayakan malam takbiran dengan cara yang positif, hindari konvoi kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan, serta tetap patuhi aturan lalu lintas,” jelasnya.

Dengan pengamanan yang maksimal serta sinergi lintas instansi, diharapkan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di wilayah Menteng dan sekitarnya dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh makna, sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya dengan rasa nyaman dan damai.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)