View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 23 April 2026

Sambang Satkamling Anyer Ujung, Bhabinkamtibmas Ajak Warga RW 09 Waspada Jelang Subuh


Jakarta Pusat — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aiptu Robby Danan Jaya melaksanakan kegiatan sambang ke Pos Satkamling Jalan Anyer Ujung RT 01 RW 09, Menteng, Jakarta Pusat, pada dini hari. Kamis (23/4/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya pada waktu-waktu rawan. Dalam kunjungannya, Aiptu Robby bertemu dengan Bapak Madi, warga yang tengah melaksanakan ronda malam, dan memberikan sejumlah imbauan kamtibmas.

Aiptu Robby menekankan pentingnya patroli lingkungan secara rutin, terutama menjelang pagi hari, guna mencegah potensi tindak pencurian dan kejahatan jalanan. Ia juga mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan, saling berkoordinasi, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kami mengimbau agar kegiatan ronda dan patroli di RW 09 terus diaktifkan. Menjelang subuh merupakan waktu rawan, sehingga diperlukan kewaspadaan bersama untuk menjaga keamanan lingkungan,” ujar Aiptu Robby di sela kegiatan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga memastikan kesiapsiagaan pos satkamling serta mendorong warga untuk memanfaatkan sarana keamanan lingkungan secara optimal. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

“Polri terus mendorong peran aktif masyarakat melalui satkamling sebagai bentuk pengamanan berbasis lingkungan yang efektif dalam mencegah tindak kejahatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa kegiatan sambang dan patroli kewilayahan akan terus ditingkatkan.

“Kami mengapresiasi partisipasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan patroli rutin dan sinergi yang baik, situasi kamtibmas di wilayah Menteng dapat terus terjaga aman dan kondusif,” tegasnya.

Melalui kegiatan sambang satkamling ini, Polri kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan dengan warga, serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Operasi PETI Polda Riau: 29 Kasus Terbongkar, 1.167 Rakit Tambang Ilegal Dimusnahkan


Kuantan Singingi-Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi memimpin langsung jumpa pers pengungkapan kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukum Polres Kuantan Singingi, Kamis (23/4/2026).

Dalam kegiatan yang digelar di Afdeling IV Estate Bukit Payung PT KTBM, Desa Pantai, Kecamatan Kuantan Mudik tersebut, Polda Riau menyampaikan hasil penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal sepanjang Januari hingga April 2026.

Brigjen Hengki menegaskan, selain pelanggaran hukum, aktivitas PETI juga menjadi ancaman serius terhadap lingkungan, khususnya di aliran Sungai Kuantan.

“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya represif, tetapi juga melalui strategi green policing, dengan mengedepankan edukasi dan pencegahan agar masyarakat tidak lagi terlibat dalam aktivitas ilegal ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi aktivitas tambang ilegal di wilayah Provinsi Riau. Menurutnya, upaya penindakan akan terus dilakukan secara konsisten, disertai langkah-langkah pemulihan lingkungan.

“Ini komitmen kami. Penegakan hukum berjalan, tetapi upaya menjaga lingkungan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” tegasnya.

Masih menurut Wakapolda, aktivitas PETI telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang besar dan meluas, mulai dari pencemaran air hingga degradasi ekosistem sungai. 

Karena itu, penyelesaian persoalan PETI tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat kepolisian, melainkan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) secara terpadu.

Menurut Brigjen Hengki, peran lembaga adat juga dinilai strategis. Dubalang sebagai penjaga living law atau hukum adat memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal," ujar Wakapolda.

"Dalam norma adat setempat, merusak lingkungan merupakan pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi, sehingga pendekatan adat diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga alam," ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan menjelaskan, dari hasil operasi yang dilakukan, pihaknya berhasil mengungkap 29 kasus PETI dengan jumlah tersangka sebanyak 54 orang.

Selain itu, aparat juga melakukan penindakan di 210 lokasi tambang ilegal dengan memusnahkan 1.167 unit rakit PETI beserta peralatan pendukung lainnya.

“Penindakan ini tidak hanya menyasar pelaku, tetapi juga sarana yang digunakan dalam aktivitas PETI, sehingga dapat memutus rantai kegiatan ilegal tersebut,” jelasnya.

Polda Riau juga menindak penyalahgunaan BBM bersubsidi yang menjadi salah satu faktor pendukung aktivitas PETI. Dalam operasi terbaru, diamankan sekitar 4,5 ton solar subsidi dengan dua orang tersangka.

Kombes Ade menegaskan, langkah ini dilakukan untuk menutup jalur logistik yang selama ini menopang aktivitas tambang ilegal di lapangan.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas yang dilakukan Polda Riau. 

Ia menilai penanganan PETI harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penindakan hukum.

“Kami mendukung penuh langkah ini. Penanganan PETI harus diiringi solusi yang komprehensif, termasuk pendekatan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama tokoh adat tengah menyiapkan langkah-langkah penguatan melalui sanksi sosial dan adat guna memberikan efek jera bagi pelaku PETI.

"Dengan demikian, tidak hanya aspek penegakan hukum yang berjalan, tetapi juga pengawasan, pengelolaan, hingga upaya restorasi lingkungan dapat dilakukan secara berkelanjutan," demikian Suhardiman.

*Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

Silakan laporkan jika ada aduan mengenai aktivitas terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tempat tinggal Anda melalui WA ke no 08136306547.

Apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silahkan laporkan ke Call Center 110.

Kapolsubsektor Pegangsaan Intensifkan Patroli, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di RPTRA Taman Amir Hamzah


Jakarta Pusat - Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan jajaran Polsek Metro Menteng. Kali ini, Kapolsubsektor Pegangsaan Aiptu Ruhdiyanto bersama anggota Bripda Jensen melaksanakan kegiatan pemantauan wilayah di RPTRA Taman Amir Hamzah, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Kamis (23/4/2026).

Kegiatan patroli dan pemantauan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, terutama pada area ruang publik yang menjadi pusat aktivitas warga. Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir area taman, berdialog dengan masyarakat, serta memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian, perkelahian remaja, maupun gangguan ketertiban lainnya.

Aiptu Ruhdiyanto menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan sekaligus upaya membangun rasa aman dan nyaman bagi warga. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

“Kami hadir untuk memastikan situasi di wilayah tetap aman dan kondusif. Peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga kamtibmas, sehingga sinergi antara polisi dan warga dapat terus terjalin dengan baik,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga berkoordinasi dengan pengelola RPTRA serta tokoh masyarakat setempat guna meningkatkan pengawasan lingkungan, khususnya pada jam-jam rawan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa seluruh jajaran di wilayah hukumnya terus diperintahkan untuk meningkatkan patroli dialogis dan kehadiran anggota di lapangan sebagai langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman. Kami menginstruksikan seluruh personel untuk aktif melakukan patroli dan menjalin komunikasi dengan warga sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa kegiatan patroli rutin di titik-titik strategis, termasuk ruang publik seperti RPTRA, menjadi prioritas dalam menjaga keamanan wilayah.

“Kami fokus pada langkah preventif dengan meningkatkan patroli di lokasi yang memiliki mobilitas tinggi masyarakat. Diharapkan dengan kehadiran polisi, masyarakat dapat merasa lebih aman dan potensi gangguan kamtibmas dapat diminimalisir,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Pegangsaan, khususnya di sekitar RPTRA Taman Amir Hamzah, tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif, serta semakin memperkuat sinergitas antara aparat kepolisian dan masyarakat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Siaga Unras di Menteng, Polsek Metro Menteng Amankan Kantor PT Pupuk Indonesia


Jakarta Pusat — Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pelayanan pengamanan aksi unjuk rasa (unras) di kantor PT Pupuk Indonesia yang berlokasi di Jalan Menteng Raya No. 2, Menteng, Jakarta Pusat. Kamis (23/4/2026).

Kegiatan pengamanan ini dilakukan sebagai respons atas rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh kelompok Lembaga Strategis Aksi Restorasi Indonesia (Lestari). Guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Polsek Metro Menteng mengerahkan sebanyak 20 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri.

Pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda Faisal Ali Akbar, yang bertanggung jawab mengatur strategi pengamanan serta memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai prosedur. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan objek vital.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Ia menekankan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis, profesional, dan tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kami menjamin bahwa setiap kegiatan masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai aturan. Sinergi antara TNI-Polri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Jakarta Pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Akbp Braiel Arnold Rondonuwu, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif, termasuk koordinasi dengan pihak terkait dan pemetaan potensi kerawanan di sekitar lokasi aksi.

“Kami mengedepankan upaya preventif dan preemtif dalam setiap pengamanan. Personel kami juga dibekali arahan untuk tetap mengedepankan sikap humanis serta menjunjung tinggi hak asasi dalam pengamanan aksi unjuk rasa,” jelasnya.

Dengan kesiapsiagaan aparat gabungan serta koordinasi yang solid, diharapkan kegiatan pengamanan ini mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat di sekitar kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sertijab dan Tradisi Korps Kostrad, Momentum Perkuat Profesionalisme Prajurit

Jakarta – Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Mohammad Fadjar, MPICT., memimpin  Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Tradisi Korps Prajurit Kostrad sebagai bagian dari upaya pembinaan organisasi guna menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks dan dinamis, bertempat di Ruang Mandala, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

Dalam sambutannya, Panglima Kostrad menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian personel, melainkan langkah strategis untuk memastikan organisasi tetap profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan serah terima jabatan sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Zeni Kostrad dari Kolonel Czi Harry Pratomo kepada Kolonel Czi Eko Supri Setiawan, Kepala Penerangan Kostrad dari Kolonel Arm Eko Pristiono kepada Kolonel Arm Asep Hendra Budiana, serta Kepala Hukum Kostrad dari Kolonel Chk Fika Budhiana kepada Kolonel Chk Agus Mulyana.
Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan jabatan Komandan Polisi Militer Kostrad kepada Panglima Kostrad, serta penerimaan jabatan Komandan Detasemen Markas Kostrad oleh Kolonel Inf Eko Bintara Saktiawan.

Panglima Kostrad menyoroti bahwa perkembangan lingkungan strategis saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks dan multidimensional. Ancaman tidak lagi bersifat konvensional, namun juga mencakup ancaman hibrida yang memadukan kekuatan militer dan nonmiliter.

Di lapangan, prajurit Kostrad dituntut memiliki kesiapan tinggi dalam pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk dalam menghadapi dinamika di wilayah rawan konflik, ancaman separatis bersenjata, serta potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan.

Lebih lanjut, Panglima menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada prajurit, satuan, serta bangsa dan negara. Para perwira diharapkan memiliki orientasi yang jelas terhadap tugas serta berani mengambil keputusan dan menjadi teladan di garis depan.

Kepada pejabat lama, Panglima Kostrad menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan selama menjabat. Sementara itu, kepada pejabat baru, ditekankan pentingnya segera beradaptasi, memahami karakteristik satuan, serta menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada pencapaian tugas pokok.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tradisi korps penerimaan dan pelepasan prajurit Kostrad, yang bertujuan menumbuhkan jiwa korsa, semangat, serta kebanggaan terhadap satuan.

Mengakhiri sambutannya, Panglima Kostrad berharap momentum serah terima jabatan dan tradisi korps ini dapat semakin memperkuat semangat pengabdian seluruh prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Penkostrad).


Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Kapabilitas, Siap Hadapi Tantangan Baru


Depok – Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, dan modernisasi satuan guna siap menghadapi berbagai tantangan baru yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakernis Korbrimob Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026 di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, di hadapan Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta seluruh pejabat utama Korbrimob dan Dansat Brimob se-Indonesia.

Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan profesionalisme Korbrimob Polri sepanjang tahun 2025. Berbagai capaian membanggakan berhasil diraih, antara lain keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, serta penghargaan Kompolnas Award sebagai Satker Mabes Polri terbaik. Capaian ini menunjukkan bahwa Brimob memiliki kapasitas yang semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

Wakapolri menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, termasuk munculnya ancaman keamanan hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, serta disinformasi. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan personel, penguatan sistem, serta strategi yang adaptif menjadi kunci utama dalam menjawab dinamika tersebut.

Dalam konteks pelayanan kepada masyarakat, Wakapolri menekankan pentingnya pergeseran paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”. Brimob diharapkan hadir sebagai pelindung dan pengayom yang menjamin keamanan, sekaligus memberikan rasa aman yang menenangkan bagi masyarakat.

Selain itu, Wakapolri mendorong penguatan pelaksanaan tugas berbasis riset dengan memanfaatkan ekosistem akademik melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan asimetris.

Sejalan dengan itu, percepatan adaptasi teknologi modern menjadi perhatian utama, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera, guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kemarau panjang yang berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, kesiapan alutsista SAR dan personel harus selalu dalam kondisi siap operasional guna memberikan respons cepat dan tepat dalam melindungi masyarakat.

Sebagai arah pengembangan ke depan, Wakapolri menjabarkan Road Map Transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase utama, yaitu pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian keunggulan global (world class) baik pada domain fisik maupun siber.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasukan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa didukung oleh sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas personel yang profesional, unggul, dan humanis.

Polri berkomitmen untuk terus memperkuat Korbrimob sebagai satuan yang modern, adaptif, dan terpercaya, serta selalu hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Buka Kejurnas Taekwondo Cadet dan Junior 2026: Ingatkan Sportivitas Atlet dan Wasit

Samarinda - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior Tahun 2026. Ajang bergengsi ini, diikuti oleh atlet-atlet muda terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Sebanyak 450 atlet muda dari 31 provinsi ambil bagian dalam Kejurnas Taekwondo Indonesia kategori Cadet dan Junior tahun 2026 yang akan berlangsung mulai tanggal 23 s.d 25 April 2026 di GOR Serbaguna di Stadion Kadrie Oening, Samarinda, Kaltim.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H.,M.M. dalam sambutannya menyampaikan kejurnas ini menjadi ajang penting untuk mengukur keberhasilan program pembinaan dan latihan yang telah dijalankan oleh masing-masing daerah. Selain itu, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang berpotensi menjadi kebanggaan bangsa. “Harapan saya, dari Kejurnas ini akan terlihat hasil dari program pembinaan serta lahir kader-kader atlet baru dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Ketum PBTI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh provinsi yang telah mengirimkan atlet terbaiknya untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. “Tidak semua atlet memiliki kesempatan untuk tampil di ajang nasional. Sehingga keikutsertaan ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab,” ujarnya.

Letjen TNI Richard Tampubolon mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Para atlet diminta untuk bertanding dengan semangat persaudaraan sesuai dengan janji atlet yang telah diucapkan. “Saya berharap seluruh atlet bertanding secara sportif, menjaga persaudaraan, sehingga kejuaraan ini dapat berjalan sukses dan lancar,” tegasnya.

Tak hanya kepada atlet, Ketum PBTI juga berpesan kepada para wasit agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional guna menghindari potensi konflik di arena pertandingan. “Saya yakin integritas wasit akan terus dijaga dan ditingkatkan demi menghasilkan pertandingan yang adil dan berkualitas,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Ketum PBTI memberikan semangat kepada para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, serta mengapresiasi peran seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelatih, pengurus, hingga ofisial tim. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga dukungan dari tim yang solid di belakangnya.

Kejurnas Taekwondo 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan atlet Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional. “Semoga melalui ajang ini, kita dapat terus mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah dunia,” pungkasnya. (*)