View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Selasa, 06 Januari 2026

Polda Sumut Hadirkan Air Bersih untuk Warga Hutanabolon, Pasang Filter Air Nanotec pada Sumur Bor

Tapanuli Tengah — Kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali diwujudkan oleh Polda Sumatera Utara. Melalui personel SAR Batalyon A, Polda Sumut melaksanakan pemasangan filter air Nanotec pada fasilitas sumur bor di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 1 SSR Personel SAR Batalyon A di bawah pimpinan Dpp AKP Ridwan. Pemasangan filter air Nanotec ini bertujuan untuk mengolah sekaligus menjernihkan air sumur bor agar layak dan aman digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Filter air Nanotec yang dipasang berfungsi sebagai wadah penampung media filtrasi yang mampu mengatasi berbagai permasalahan kualitas air, mulai dari kekeruhan hingga kandungan partikel yang tidak sehat. Dengan teknologi tersebut, air yang dihasilkan menjadi lebih bersih, jernih, dan aman untuk dikonsumsi maupun kebutuhan rumah tangga warga.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026), menegaskan bahwa bantuan sumur bor yang dilengkapi dengan sistem filter air ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar warga.

“Polda Sumatera Utara tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkomitmen membantu masyarakat melalui program-program kemanusiaan. Pemasangan filter air Nanotec pada sumur bor ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Hutanabolon,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia menambahkan, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan vital, terutama bagi masyarakat di wilayah yang terdampak keterbatasan sarana air layak. Oleh karena itu, Polda Sumut terus mendorong jajarannya untuk adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dengan adanya bantuan ini, masyarakat Desa Hutanabolon kini dapat memanfaatkan air sumur bor yang telah diolah secara optimal, sehingga menunjang kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup warga. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumut sebagai institusi yang humanis dan selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat.

Polres Morowali Tegaskan Penangkapan Tersangka R Murni Perkara Pidana, Tidak Terkait Profesi Jurnalis


Morowali — Polres Morowali menegaskan bahwa penangkapan terhadap tersangka R yang saat ini menjadi perhatian publik dan viral di media sosial tidak ada kaitannya dengan profesinya sebagai jurnalis, melainkan murni penegakan hukum atas dugaan tindak pidana pembakaran yang terjadi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.

Kapolres Morowali AKBP. Zulkarnain menjelaskan bahwa proses penangkapan dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dari hasil penyelidikan, penyidik telah mengumpulkan lebih dari dua alat bukti yang menguatkan dugaan tindak pidana tersebut.

“Penanganan kasus ini sama sekali tidak berkaitan dengan profesi yang bersangkutan sebagai jurnalis. Ini murni penegakan hukum terkait dugaan tindak pidana pembakaran di kantor RCP di Desa Torete,” jelas Kapolres Morowali.

Ia memaparkan, alat bukti yang dikantongi penyidik antara lain keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukannya sisa bom molotov, serta rekaman video yang memperlihatkan perbuatan pelemparan api.

Kapolres juga meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.

“Kami menjamin proses penyidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Herdianto Marsuki selaku Ketua DPRD Morowali yang turut memberikan pernyataan setelah berkoordinasi dengan Polres Morowali. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak kriminal murni.

“Setelah kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian, dapat kami sampaikan bahwa kasus ini murni perkara pidana pembakaran yang terjadi di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu liar yang berkembang di media,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kepercayaan penuh kepada Polri, khususnya Polres Morowali, untuk menangani perkara tersebut secara transparan dan tetap mengedepankan prinsip humanis.

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri menjunjung tinggi dan menghormati profesi jurnalis sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

“Polri menegaskan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan profesi yang bersangkutan sebagai jurnalis. Penanganan dilakukan murni berdasarkan dugaan tindak pidana yang terjadi berdasarkan dari laporan perkembangan Polres Morowali,” tegas Brigjen Trunoyudo.

Sebagai bentuk komitmen Polri, Karo Penmas menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan berkomunikasi kepada Bapak Totok Suryanto selaku Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Dewan Pers bahwa perkara tersebut bukan perkara yang berkaitan dengan profesi jurnalistik, serta meminta Kapolres Morowali untuk membuat surat pemberitahuan kepada Dewan Pers.

“Langkah ini kami lakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di ruang publik dan untuk menegaskan bahwa Polri sangat menghormati kebebasan pers serta profesi jurnalis,” tutupnya.

Bangun Kepedulian Bersama, Kapolres Jakbar Tekankan Pencegahan Tawuran Sejak Dini

Jakarta Barat- Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedy Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H melaksanakan kunjungan dan dialog kamtibmas bersama tokoh masyarakat RW 04 Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (6/1/2026).

Didampingi Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto, S.E., serta jajaran Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk, Kapolres hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Polri dalam mencegah terjadinya aksi tawuran remaja dan pelajar di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RW 04 ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus RT/RW, LMK, Karang Taruna, Citra Bhayangkara, hingga unsur ormas. 

Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergitas dan kebersamaan guna mewujudkan lingkungan yang bebas dari tawuran.

Kapolres juga memberikan imbauan kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di luar jam sekolah. Selain itu, peran aktif RT dan RW dinilai sangat penting, termasuk keberanian mengambil langkah tegas serta menghidupkan kembali Pos Satkamling sebagai garda terdepan sistem keamanan swakarsa berbasis masyarakat.

Tak kalah penting, Karang Taruna diajak untuk merangkul para remaja melalui kegiatan positif seperti olahraga dan aktivitas kepemudaan, sehingga energi dan kreativitas generasi muda dapat disalurkan ke arah yang lebih bermanfaat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara polisi dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. 

Dengan semangat Jaga Warga dan Jaga Lingkungan, Polres Metro Jakarta Barat bersama masyarakat berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif serta bebas dari aksi tawuran.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Danlanal Bintan Lakukan Kunjungan Silahturahmi Ke Kejari Bintan Untuk Perkuat Sinergi Penegakan Hukum


TNI AL, Bintan- Dalam rangka mempererat hubungan kerja dan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Forkopimda Kabupaten Bintan, Komandan Lanal Bintan Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono, MPM., melaksanakan kunjungan silahturahmi ke Kejaksaan Negeri Bintan di Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kepulauan Riau, Senin (5/1/2026).

Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Bintan, Rusmin, S.H., M.H., didampingi jajaran pimpinan Kejari. 

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Bintan menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan menegaskan komitmen TNI AL dalam mendukung sistem peradilan pidana terpadu di wilayah maritim Bintan. Ia menekankan perlunya koordinasi intensif antara TNI AL dan aparat penegak hukum dalam menjamin keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di wilayah laut strategis.

Kajari Bintan menyambut positif kunjungan ini dan menekankan pentingnya sinergi antar instansi sebagai bentuk penguatan aparatur negara dalam mewujudkan keadilan dan keamanan di wilayah kerja. 

“Sekali lagi, selamat bertugas,” ujar Kajari, menutup percakapan dengan ucapan harapan untuk kolaborasi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen nyata Lanal Bintan dalam menjalin kemitraan strategis dengan instansi pemerintah dan penegak hukum demi mewujudkan sistem penegakan hukum yang efektif dan terpadu di wilayah maritim Bintan.

(Pen Lanal Bintan)

Polsek Tambora Ungkap Pencurian Kabel Listrik PLN, Tiga Pelaku Spesialis Gardu Diamankan

Jakarta Barat, Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat, berhasil mengungkap kasus pencurian kabel listrik milik PLN yang menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. 

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian kabel di delapan lokasi berbeda.

Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami didampingi Kanit Reskrim Polsek Tambora Akp Sudrajat Djumantara menjelaskan bahwa para tersangka yang diamankan masing-masing berinisial EM (49), AP (46), dan N (41). 

Ketiganya dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kasus ini terungkap bermula dari laporan pemadaman listrik yang diterima PLN pada Rabu, 26 November 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, di Jalan Pengukiran 4 RT 02 RW 02, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. 

Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, petugas PLN mendapati kabel listrik di gardu telah hilang sepanjang kurang lebih 30 meter, dengan estimasi kerugian mencapai Rp28 juta. 

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tambora untuk dilakukan penyelidikan.

Berbekal laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Tambora melakukan serangkaian penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. 

Hasil penyelidikan mengarah kepada para pelaku yang kemudian berhasil diamankan pada Selasa, 30 Desember 2025.

Tersangka AP dan N diamankan di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) Duren Sawit, Jakarta Timur, sekitar pukul 10.30 WIB, sementara tersangka EM diamankan di Lapangan Bola Jalan Camat Raya, Kota Bekasi, sekitar pukul 12.00 WIB, setelah sempat berusaha melarikan diri. 

Dalam proses penangkapan, petugas tidak menemui perlawanan serius dari para pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui telah melakukan pencurian kabel listrik di delapan gardu PLN, yakni:

Jalan Pengukiran 4 (kerugian Rp28 juta)

Jalan Pademangan 2 Gang 8 (Rp19 juta)

Jalan Wijaya Kusuma kawasan Bank Mandiri (Rp38 juta)

Jalan Kaliangke Pesing (Rp19 juta)

Jalan Kapuk Pulo (Rp19 juta)

Jalan Kapuk Poglar Gang Buntu (Rp38 juta)

Jalan Pakin Raya (Rp15 juta)

Jalan Muara Karang (Rp19 juta)

Total kerugian yang dialami BUMN PLN akibat aksi pencurian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp220 juta. 

Dampak dari pencurian ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menyebabkan penurunan daya listrik hingga 60 persen, bahkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah, di mana satu gardu dapat melayani hingga 500 pelanggan.

Modus operandi para pelaku terbilang licik. 

Mereka menyamar sebagai petugas PLN dengan menggunakan helm dan perlengkapan kerja untuk menghindari kecurigaan warga sekitar. 

Dalam menjalankan aksinya, tersangka AP bertugas mengawasi situasi, sementara EM dan N melakukan pemotongan kabel listrik menggunakan alat khusus. 

Salah satu tersangka, N, diketahui merupakan mantan teknisi PLN, sedangkan EM merupakan residivis kasus pencurian sepeda motor.

Kabel hasil curian tersebut kemudian dijual dengan harga sekitar Rp2,4 juta, dan dibagi rata kepada para pelaku, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain gunting kabel, tang, obeng tespen, gerinda portable beserta baterainya, perlengkapan keselamatan, helm PLN, sepeda motor, kunci kontak, pakaian pelaku, hingga flashdisk berisi rekaman CCTV.

Kapolsek Tambora menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara kepolisian, pihak PLN, dan peran aktif masyarakat. 

Ia mengimbau warga agar lebih waspada dan tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai petugas PLN tanpa identitas resmi.

“Jika ada petugas yang mengaku dari PLN, silakan cek ID card atau konfirmasi langsung kepada pihak kepolisian maupun PLN. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

Sementara itu, pihak PLN ibu Meyrina P. Turambi selaku Manager PT PLN (Persero) UP3 Bandengan menyampaikan apresiasi kepada Polsek Tambora atas respons cepat dan pengungkapan kasus tersebut, mengingat dampak pencurian kabel listrik sangat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dikesempatan yang sama Kanit Reskrim Polsek Tambora Akp Sudrajat Djumantara menambahkan, untuk proses penangkapan sendiri Untuk kedua pelaku pertama yang kami amankan di BKT tidak ada perlawanan 

Namun hanya terjadi kami sempat mengalami kejar-kejaran Dalam artian motornya sudah lewat di Lampu Merah Petugas berusaha mengejar dan menangkap namun saat diamankan tidak ada perlawanan 

Dan untuk satu yang di Bekasi sempat terjadi kejar-kejaran Karena pelaku melihat adanya petugas mendatangi rumahnya Dan merasa takut kabur dan lalu kami amankan di lapangan bola.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Polisi Siaga Sore, Arus Lalin Cokroaminoto Menteng Tetap Terkendali

Jakarta Pusat – Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas pada jam pulang kantor, personel Polsubsektor Cut Mutia AIPDA Hisam melaksanakan pengaturan lalu lintas di persimpangan Traffic Light (TL) Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa  (6/1/2016) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas warga pada sore hari. 

Persimpangan Cokroaminoto merupakan salah satu titik rawan kepadatan di wilayah Menteng, khususnya saat jam pulang kerja. Arus kendaraan dari arah pusat perkantoran, kawasan Thamrin, serta jalur permukiman bertemu di titik tersebut sehingga berpotensi menimbulkan antrean panjang apabila tidak dilakukan pengaturan secara intensif.

Dengan sigap dan penuh tanggung jawab, AIPDA Hisam mengatur pergerakan kendaraan dari berbagai arah, memberikan isyarat manual kepada pengendara, serta memastikan arus lalu lintas tetap bergerak lancar. Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang hendak kembali ke rumah setelah seharian beraktivitas.

AIPDA Hisam menyampaikan bahwa pengaturan lalu lintas sore hari merupakan bagian dari tugas rutin Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Pada jam pulang kantor, volume kendaraan meningkat cukup signifikan. Kami hadir untuk membantu mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan warga berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas pada jam sibuk sore menjadi perhatian khusus jajarannya. “Kami menempatkan personel di simpul-simpul rawan kepadatan setiap sore. Tujuannya untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta meminimalkan potensi gangguan keamanan dan keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung memberikan apresiasi atas dedikasi personel Polsek Metro Menteng yang konsisten hadir di lapangan. Ia menekankan pentingnya kehadiran Polri pada jam-jam rawan kepadatan. “Pengaturan lalu lintas sore hari adalah bagian dari komitmen Polri untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat. Kami akan terus hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Jakarta Pusat,” tegasnya.

Dengan pengaturan yang cepat dan terkoordinasi, arus lalu lintas di persimpangan TL Cokroaminoto Menteng terpantau tertib dan terkendali. Kehadiran personel Polsubsektor Cut Mutia di lapangan menjadi bukti nyata kesiapsiagaan Polri dalam mengawal mobilitas masyarakat pada jam-jam sibuk.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polsubsektor Latuharhari Hadir di Jam Sibuk, Lalin Diponegoro Tetap Mengalir

Jakarta Pusat – Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas pada jam pulang kantor, Kapolsubsektor Latuharhari Aiptu Sonny Azwar bersama Bripka Arinovi turun langsung melaksanakan pengaturan lalu lintas di persimpangan Traffic Light (TL) Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa  (6/1/2026) sore. Kehadiran personel kepolisian di lokasi tersebut bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan usai jam kerja.

Persimpangan Jalan Diponegoro merupakan salah satu titik strategis di kawasan Menteng yang menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari arah pusat perkantoran, kawasan pendidikan, serta jalur menuju Cikini dan Taman Suropati. Pada sore hari, volume kendaraan di kawasan ini kerap meningkat tajam sehingga berpotensi menimbulkan antrean panjang jika tidak dilakukan pengaturan secara intensif.

Aiptu Sonny Azwar bersama Bripka Arinovi tampak sigap mengatur pergerakan kendaraan dari berbagai arah. Dengan gerakan tangan yang tegas dan terukur, keduanya memastikan arus lalu lintas tetap bergerak lancar, mencegah penumpukan kendaraan, serta menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan. Kehadiran polisi di lapangan juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang hendak kembali ke rumah setelah beraktivitas seharian.

Aiptu Sonny Azwar menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas sore hari merupakan bagian dari pelayanan rutin Polri kepada masyarakat. “Jam pulang kantor adalah waktu rawan kepadatan. Karena itu kami hadir di lapangan untuk mengurai kemacetan dan memastikan arus kendaraan tetap lancar agar masyarakat bisa pulang dengan aman,” ujarnya.

Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi menegaskan bahwa jajarannya secara konsisten menempatkan personel di titik-titik rawan kepadatan, khususnya pada jam sibuk sore hari. “Pengaturan lalu lintas sore merupakan prioritas kami. Dengan kehadiran anggota di lapangan, kami berupaya menjaga kelancaran arus sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan dan keselamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengapresiasi kesiapsiagaan personel Polsek Metro Menteng yang terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas merupakan bagian penting dari tugas Polri. “Pelayanan lalu lintas di jam pulang kerja adalah wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Jakarta Pusat,” tegasnya.

Dengan pengaturan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi, arus lalu lintas di persimpangan Jalan Diponegoro Menteng pada sore hari terpantau tertib, lancar, dan terkendali. Kehadiran personel Polsubsektor Latuharhari menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mengawal mobilitas masyarakat di tengah padatnya aktivitas perkotaan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)