View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 15 Januari 2026

Antisipasi Lonjakan Kasus DBD, Bhabinkamtibmas Jatikarya Bersama Tiga Pilar Gelar Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk

KOTA BEKASI – Bergerak cepat menyikapi isu kesehatan masyarakat, jajaran Polsek Jatisampurna melalui Bhabinkamtibmas bersinergi dengan instansi terkait melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak. Kegiatan ini difokuskan di wilayah Kp. Kalimanggis, RT 02/05, Kelurahan Jatikarya, Kamis pagi (15/01/2026).

Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas evaluasi kesehatan tahun 2025, di mana tercatat sejumlah warga di wilayah tersebut sempat terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Kegiatan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan wilayah, di antaranya Lurah Jatikarya Bapak Abdul Barkah, Kepala Puskesmas Jatikarya Ibu Mayfa, Bhabinkamtibmas Aipda Derry A, S.H., serta didukung penuh oleh para Kader Posyandu dan anggota Sat Linmas setempat.

Tim gabungan menyisir rumah-rumah warga untuk memeriksa tempat penampungan air, memberikan edukasi mengenai langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang), serta membagikan serbuk abate guna memutus rantai perkembangbiakan jentik nyamuk.

Di sela-sela kegiatan, Aipda Derry A, S.H, juga memberikan himbauan kepada warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di musim penghujan seperti saat ini.

"Kehadiran Polri dalam kegiatan PSN ini adalah wujud kepedulian kami terhadap keselamatan dan kesehatan warga. Lingkungan yang bersih tidak hanya menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga mencegah munculnya bibit penyakit yang bisa mengganggu produktivitas masyarakat," ujar Aipda Derry.

Kapolsek Jatisampurna, Iptu Musanif, menegaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan lintas sektoral seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik. "Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun mendukung program-program kesejahteraan warga," tegasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari warga Kp. Kalimanggis. Dengan adanya aksi nyata ini, diharapkan angka kasus DBD di wilayah Jatikarya dapat ditekan secara signifikan pada tahun 2026 ini.

Pelibatan TNI dalam Penanganan Terorisme: Kesiapan Pertahanan dan Penegakan Kedaulatan Negara

Rencana Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan terorisme tidak dapat dilepaskan dari perubahan karakter ancaman keamanan kontemporer. 

Terorisme modern bukan lagi sekadar aksi kriminal sporadis, melainkan telah berkembang menjadi ancaman bersenjata terorganisasi, lintas wilayah, dan berpotensi mengganggu kedaulatan negara. 

Dalam konteks inilah, pelibatan TNI perlu dibaca sebagai bagian dari arsitektur pertahanan negara, bukan sebagai langkah militerisasi keamanan dalam negeri.

*Terorisme dan Dimensi Ancaman Pertahanan*

Dalam perspektif pertahanan, terorisme memiliki karakter asimetris: aktor non-negara, struktur sel tertutup, penggunaan senjata mematikan, serta kemampuan memanfaatkan celah geografis dan sosial. 

Pada kondisi tertentu, terorisme dapat bertransformasi menyerupai insurgensi bersenjata skala rendah, terutama ketika beroperasi di wilayah terpencil, perbatasan, laut, atau objek vital strategis nasional.

Ancaman dengan karakter semacam ini secara konseptual telah melampaui domain penegakan hukum konvensional. 

Negara membutuhkan instrumen yang tidak hanya mampu melakukan penindakan hukum, tetapi juga operasi tempur terbatas, penguasaan wilayah, dan respons cepat berintensitas tinggi, yang secara konstitusional merupakan tugas TNI.

*Kesiapan TNI melalui Satuan Anti-Teror Khusus*

Berbeda dengan anggapan bahwa TNI tidak memiliki kompetensi penanganan terorisme, faktanya TNI telah lama membangun satuan-satuan khusus dengan kemampuan antiteror tingkat tinggi, antara lain:

*Pertama, Satuan 81 Kopassus (TNI AD)*

Satuan ini dirancang untuk operasi kontra-teror darat dengan kemampuan infiltrasi, penindakan presisi, pembebasan sandera, dan operasi intelijen tempur. 

Karakteristik Satuan 81 relevan untuk menghadapi kelompok teror bersenjata yang beroperasi di medan sulit seperti hutan dan pegunungan.

*Kedua, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL*

Denjaka memiliki spesialisasi penanganan terorisme maritim, termasuk pembajakan kapal, serangan terhadap pelabuhan, instalasi lepas pantai, dan jalur laut strategis. 

Dalam konteks negara kepulauan seperti Indonesia, terorisme maritim merupakan ancaman nyata terhadap kedaulatan dan keamanan ekonomi nasional.

*Ketiga, Satuan Bravo 90 TNI AU*

Satuan ini berfokus pada penanggulangan terorisme udara, termasuk pembajakan pesawat dan pengamanan objek vital udara. 

Ancaman terhadap penerbangan sipil dan pangkalan udara memiliki implikasi langsung terhadap citra dan kedaulatan negara di mata internasional.

Keberadaan satuan-satuan ini menunjukkan bahwa secara doktrinal dan operasional, TNI telah menyiapkan kapasitas anti-teror yang bersifat khusus, presisi, dan terbatas, bukan operasi militer konvensional berskala besar.

*Pelibatan TNI sebagai Lapis Pertahanan Terakhir*

Dari sudut pandang pertahanan keamanan, Perpres bukanlah upaya menggantikan peran Polri, melainkan menyediakan opsi negara dalam kondisi eskalatif. 

Polri tetap menjadi aktor utama dalam penegakan hukum, penyelidikan, dan proses peradilan. Namun ketika terorisme berkembang menjadi ancaman bersenjata yang mengganggu stabilitas nasional atau objek vital strategis, negara membutuhkan lapis kekuatan tambahan.

Dalam doktrin pertahanan, pendekatan ini dikenal sebagai defence in depth, di mana militer berfungsi sebagai instrumen terakhir untuk menjaga keutuhan negara ketika mekanisme sipil menghadapi keterbatasan struktural.

*Kedaulatan Negara dan Hak Negara untuk Membela Diri*

Secara prinsipil, negara berdaulat memiliki hak untuk menggunakan seluruh instrumen kekuasaannya guna mempertahankan eksistensi nasional. 

Terorisme yang menyerang warga negara, simbol negara, atau objek vital strategis merupakan bentuk tantangan langsung terhadap kedaulatan.

Ketiadaan dasar hukum pelibatan TNI justru berpotensi melemahkan kedaulatan negara, karena respons menjadi lamban dan tidak terkoordinasi. 

Dalam konteks ini, Perpres berfungsi sebagai kerangka hukum preventif, bukan legitimasi penggunaan kekuatan secara sewenang-wenang.

*Menjaga Supremasi Sipil dan Demokrasi*

Meski demikian, pelibatan TNI harus tetap berada dalam koridor keputusan politik negara dengan kendali sipil penuh. Penugasan TNI harus bersifat: terbatas dan terukur, berbasis eskalasi ancaman, berada di bawah otoritas Presiden, serta tidak meniadakan proses hukum sipil.

Dengan desain kebijakan yang tepat, pelibatan TNI tidak identik dengan kebangkitan dwifungsi, melainkan manifestasi negara demokratis yang adaptif terhadap ancaman modern.

*Penutup*

Rencana Peraturan Presiden tentang pelibatan TNI dalam penanganan terorisme mencerminkan kebutuhan negara untuk memiliki fleksibilitas strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan. 

Keberadaan satuan-satuan antiteror TNI menunjukkan bahwa secara institusional, TNI bukan aktor asing dalam isu ini.

Perdebatan publik seharusnya diarahkan bukan pada dikotomi militer versus polisi, melainkan pada bagaimana negara merancang mekanisme kolaborasi yang efektif, akuntabel, dan tetap demokratis. Di situlah keseimbangan antara keamanan dan kebebasan diuji.

Sinergi Tiga Pilar Hadiri Grand Opening SPPG Kaliabang 5, Dukung Pengembangan Sarana Pendidikan di Bekasi Utara

KOTA BEKASI – Sinergitas antara jajaran Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Daerah kembali terlihat dalam peresmian sarana pendidikan baru di wilayah Bekasi Utara. Jajaran Polsek Bekasi Utara menghadiri kegiatan Grand Opening SPPG Kaliabang 5 yang berlokasi di wilayah Kaliabang Rorotan, RT 11/06, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kamis (15/01/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas akses manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam bidang pendidikan dan sosial. SPPG Kaliabang 5 sendiri direncanakan mulai beroperasi penuh pada tanggal 19 Januari mendatang.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Abdurahman Berkah Indonesia Bapak Kalsono, Lurah Kaliabang Tengah H. Ahmad Hidayat, S.Ag., perwakilan Camat Bekasi Utara, serta jajaran Tiga Pilar yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Mulyadi dan Babinsa Serma Baroto.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh Bapak Kalsono, disaksikan oleh para kepala sekolah penerima manfaat dan warga sekitar yang antusias menyambut kehadiran fasilitas baru tersebut.

Di sela-sela acara ramah tamah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliabang Tengah, Aiptu Mulyadi, menyempatkan diri untuk berdialog dengan pengelola dan warga. Ia menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan.

"Kami menyambut baik kehadiran SPPG ini sebagai sarana peningkatan kualitas SDM. Kami berpesan agar pengelola dan warga sekitar tetap menjalin komunikasi yang intensif dengan petugas kepolisian guna memastikan situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan ini," ujar Aiptu Mulyadi.

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Imam Syafii, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran personel Polri dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap program kemasyarakatan yang bermanfaat luas.

"Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Kami memastikan setiap aktivitas masyarakat di wilayah hukum Bekasi Utara mendapatkan pendampingan keamanan yang maksimal, sehingga tercipta rasa aman bagi seluruh undangan yang hadir," tegas Kapolsek.

Perkuat Komunikasi dengan Perangkat Lingkungan, Bhabinkamtibmas Jatiranggon Sambangi Ketua RT dan Kader Posyandu


KOTA BEKASI – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di tingkat lingkungan, jajaran Polsek Jatisampurna terus mengintensifkan kegiatan sambang dialogis melalui program Door to Door System (DDS). Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiranggon, Aiptu Henry Marpaung, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman tokoh masyarakat di Kp. Pondok Ranggon, Kamis pagi (15/01/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini menyasar kediaman Ibu Aisya selaku Ketua RT 01/02 Kelurahan Jatiranggon. Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk berdialog bersama para kader Posyandu yang tengah berada di lokasi.

Dalam pertemuan tersebut, Aiptu Henry Marpaung menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Fokus utama himbauan adalah meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta gangguan kamtibmas lainnya yang mungkin terjadi di lingkungan pemukiman.

"Sinergi antara pengurus RT dan Kepolisian sangat krusial. Kami menghimbau kepada Ibu RT dan para kader untuk aktif memantau situasi lingkungan serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau Polsek Jatisampurna apabila ditemukan hal-hal yang mencurigakan," ujar Aiptu Henry Marpaung.

Kapolsek Jatisampurna, Iptu Musanif, menekankan bahwa kegiatan sambang ini bertujuan untuk membangun jaringan informasi yang cepat dan akurat di tingkat akar rumput. Menurutnya, perangkat RT dan kader Posyandu merupakan garda terdepan yang paling memahami dinamika di tengah warga.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas di rumah-rumah tokoh lingkungan seperti ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman sekaligus memastikan bahwa saluran komunikasi antara masyarakat dan Polri tetap terbuka lebar. Kami ingin setiap permasalahan kecil di lingkungan dapat dideteksi dan diselesaikan secara dini," tegas Iptu Musanif.

Kegiatan sambang berjalan dengan hangat dan komunikatif. Ibu Aisya selaku Ketua RT menyambut baik kehadiran petugas dan berkomitmen untuk terus mensosialisasikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan kepada warga lainnya.

Rabu, 14 Januari 2026

Cegah Aksi Kejahatan Jalanan, Tim 3 Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota Amankan 4 Pemuda Bersenjata Tajam di Jakasampurna

KOTA BEKASI – Tim 3 Patroli Perintis Presisi (3P) Polres Metro Bekasi Kota kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga keamanan wilayah. Pada Kamis dini hari (15/01/2026), petugas berhasil menggagalkan potensi aksi kriminalitas dengan mengamankan empat orang pemuda yang kedapatan membawa sejumlah senjata tajam di wilayah Bekasi Barat.

Penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di kawasan Jl. Teratai III, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, saat tim sedang melaksanakan patroli rutin kewilayahan guna mengantisipasi tawuran dan kejahatan jalanan.

Kejadian bermula saat Tim 3 Presisi melakukan penyisiran di daerah Perumnas 1 Bekasi Barat. Petugas mencurigai sekelompok orang yang tengah berkumpul di jam rawan. Saat tim berusaha mendekat untuk melakukan pemeriksaan, kelompok tersebut secara spontan melarikan diri.

"Melihat gelagat mencurigakan tersebut, tim langsung melakukan pengejaran. Hasilnya, empat orang tersangka berinisial RR (24), RRV (20), MKP (24), dan GR (17) berhasil kami amankan di sekitar lokasi penangkapan di Jakasampurna," lapor Kasat Samapta Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Hotman Hutajulu, S.H., M.H.

Dari tangan para tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat akan digunakan untuk aksi kejahatan atau tawuran, antara lain:

* 4 (empat) buah senjata tajam berbagai jenis.
* 3 (tiga) unit handphone.
* 1 (satu) unit kendaraan roda dua merk Honda Beat yang digunakan pelaku.

Keempat pemuda beserta barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Sebagai tindakan kepolisian lebih lanjut, para tersangka telah kami serahkan kepada piket Reskrim Polres Metro Bekasi Kota untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang membawa senjata tajam dan berpotensi mengganggu ketertiban umum di Kota Bekasi," tegas Kompol Hotman Hutajulu.

Kapolres Metro Bekasi Kota melalui Kasat Samapta mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari, guna menghindari keterlibatan dalam tindakan melawan hukum.

Pemulihan Akses Warga, Brimob Jambi Bangun Jembatan Darurat Antar Desa Kampung Tengah Timur dan Padang Landua

Sumatera Barat – Satbrimob Polda Jambi turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan Polri untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Melalui personel Batalyon A Pelopor, Brimob Polda Jambi melaksanakan pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Kampung Tengah Timur dengan Desa Padang Landua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kegiatan kemanusiaan ini dimulai pada Kamis (15/1/2026), dengan melibatkan 24 personel.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob bergotong royong mengangkut kayu serta material dasar untuk membangun jembatan darurat. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat karena menjadi akses utama penghubung antar desa yang sempat terputus akibat bencana.

Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk memulihkan kembali mobilitas warga, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak.

Selama proses pengerjaan, personel dilengkapi dengan perlengkapan SAR, dukungan logistik, serta kendaraan operasional guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel melaksanakan konsolidasi dan kembali ke posko masing-masing.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan.

“Pembangunan jembatan darurat oleh Satbrimob Polda Jambi ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Akses transportasi yang kembali terbuka akan sangat membantu pemulihan aktivitas warga sehari-hari,” ujar Kombes Pol Erdi.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Polri akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.

“Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Kami berharap langkah-langkah seperti ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat bangkitnya kondisi daerah yang terdampak,” tambahnya.

Secara keseluruhan, kegiatan pembangunan jembatan darurat tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Satbrimob Polda Jambi di Kabupaten Agam menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian Polri dalam mendukung pemulihan wilayah Sumatera Barat pascabencana.

Bagikan Air dan Snack, Polisi Hadir Layani Massa Aksi Buruh di DPR/MPR

Jakarta — Komitmen Polri untuk hadir melayani masyarakat kembali ditunjukkan oleh personel Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat saat memberikan pelayanan aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (15/1/2026).

Di tengah pelaksanaan aksi, pada pukul 11.50 WIB, personel kepolisian membagikan air mineral dan snack kepada massa aksi dari Serikat Buruh Seluruh Indonesia. Langkah tersebut menjadi wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pelayanan dan kepedulian.

“Kami hadir untuk melayani dan melindungi seluruh masyarakat. Pembagian air mineral dan snack ini merupakan bentuk empati kami agar massa aksi tetap terjaga kondisinya sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya

Ia menambahkan, sinergi personel Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung kondusif, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar kawasan DPR/MPR.

Sepanjang pelaksanaan aksi, situasi terpantau aman dan tertib. Pendekatan persuasif dan dialogis yang dikedepankan Polri mendapat respons positif dari massa aksi, mencerminkan kehadiran Polri sebagai pelayan masyarakat yang humanis dan profesional.