View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 01 Januari 2026

AWALI TAHUN BARU, TNI AL TERUS HADIRKAN PELAYANAN KESEHATAN DAN TRAUMA HEALING BAGI MASYARAKAT DI ACEH

Jalesveva Jayamahe-Jakarta, 1 Januari 2026— TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. TNI AL melalui unsur KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 yang tergabung dalam Satgas Gulbencal 2025 terus melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan dan bakti sosial bagi masyarakat Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tim Kesehatan TNI AL memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan umum dan gigi kepada warga setempat. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut, dengan total 162 pasien, terdiri dari 132 pasien umum dan 30 pasien gigi.

Tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, TNI AL melalui Tim Dispsial juga melaksanakan kegiatan trauma healing sebagai upaya pemulihan psikososial pascabencana. Kegiatan ini diikuti oleh baik orang dewasa dan anak-anak, dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, sehingga mampu menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan.

Selain pelayanan kesehatan, TNI AL juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako, alas tidur, dan tabung gas kepada masyarakat Desa Kapa. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian TNI AL terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal)  Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut akan terus hadir  untuk memberikan manfaat yang nyata dalam mendukung tugas kemanusiaan di daerah yang terdampak bencana dimana hal ini selaras dengan perintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Demikian Berita Dinas Penerangan Angkatan Laut

Polisi Berkuda Polsatwa Patroli di Monas, Warga Antusias hingga Foto Bareng

Jakarta — Kehadiran satuan Polisi Satwa (Polsatwa) berkuda Polri menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada malam pergantian Tahun Baru, Rabu (31/12/2025).

Selain memperkuat pengamanan, polisi berkuda juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Satuan Polsatwa diterjunkan untuk melakukan patroli di sejumlah titik keramaian di area Monas dengan menyusuri jalur-jalur utama.

Panit Subden SAR Den Turangga, IPDA Wahyu Jati Purnawan, menjelaskan bahwa patroli berkuda bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Kehadiran polisi berkuda ini selain untuk pengamanan, juga sebagai upaya preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat agar mereka merasa aman dan nyaman saat merayakan malam tahun baru di Monas,” ujar IPDA Wahyu Jati Purnawan.

Antusiasme warga terlihat jelas saat polisi berkuda melintas. Banyak pengunjung, termasuk anak-anak, menyapa petugas dan memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama. Tak sedikit orang tua yang mengajak anaknya berinteraksi langsung dengan kuda Polri sebagai pengalaman edukatif.

Petugas Polsatwa juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, mengawasi anak-anak, serta berhati-hati terhadap barang bawaan pribadi.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, menjaga anak-anaknya, dan bersama-sama menciptakan suasana perayaan yang tertib dan aman,” tambah IPDA Wahyu.

Kehadiran polisi berkuda dinilai efektif tidak hanya sebagai bagian dari pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan publik yang mendekatkan Polri dengan masyarakat. Suasana perayaan malam tahun baru di kawasan Monas pun berlangsung hangat, tertib, dan penuh kebersamaan.

Hingga patroli berlangsung, situasi di kawasan Monas terpantau aman dan kondusif. Personel Polsatwa bersama satuan lainnya tetap disiagakan untuk mengawal aktivitas masyarakat hingga pergantian tahun.

Respon Cepat Polres Aceh Tengah Tembus Wilayah Terisolir, Pastikan Kondisi Bayi Sehat dan Layani Kesehatan Warga

Aceh Tengah — Mengawali tahun 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polres Aceh Tengah menembus wilayah terisolir pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. 

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menindaklanjuti laporan terkait seorang bayi yang mengalami gangguan kesehatan di tengah keterbatasan akses dan jaringan komunikasi.

Pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 07.10 WIB, tim Polres Aceh Tengah yang terdiri atas Dokkes Polres Aceh Tengah, BKO Brimob Polda Aceh, dan Satintelkam Polres Aceh Tengah tiba di Kampung Atu Payung, Kecamatan Linge. Kedatangan tim merupakan respons cepat atas informasi yang berkembang di masyarakat dan menjadi perhatian luas.

Kapolres Aceh Tengah menginstruksikan jajarannya untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi bayi yang dilaporkan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang masih kesulitan mengakses fasilitas medis pascabencana.

Perjalanan menuju lokasi berlangsung penuh tantangan. Tim berangkat sejak Rabu (31/12/2025) pukul 09.00 WIB menggunakan sepeda motor trail hingga batas akhir akses jalan. Selanjutnya, personel melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki beberapa kilometer melewati medan terjal, berlumpur, licin, serta tertutup material longsor. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat perjalanan tersebut memakan waktu hingga sekitar 14 jam.

Setibanya di lokasi, tim medis Polres Aceh Tengah segera melakukan pemeriksaan terhadap bayi yang dilaporkan. Sesuai kode etik jurnalistik, identitas bayi disamarkan dengan inisial R.J., laki-laki berusia sekitar lima bulan, warga Kampung Atu Payung, Kecamatan Linge. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Klinik Polres Aceh Tengah, bayi tersebut dinyatakan dalam kondisi sehat.

“Dari hasil pemeriksaan medis, bayi dalam kondisi sehat. Saat foto tersebut diambil, bayi diketahui sedang mengalami cacar air. Pengobatan tradisional yang digunakan orang tua menyebabkan kulit tampak kemerahan sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” jelas dokter Klinik Polres Aceh Tengah.

Selain memastikan kondisi bayi, tim Polres Aceh Tengah juga memberikan layanan kesehatan kepada warga di Kampung Jamur Koyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule, Kecamatan Bintang. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya hipertensi, gangguan lambung, sakit kepala, batu karang, stroke dengan luka tekan, diare, flu, asma, alergi, gatal-gatal, asam urat, serta cefalgia.

Tim juga mendata dua anak dengan kondisi stunting, masing-masing satu anak di Kampung Atu Payung dan satu anak di Kampung Serule, untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran dan tanggung jawab Polri dalam memastikan keselamatan serta kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.

“Polri berkomitmen memastikan setiap informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk klarifikasi, tetapi juga memberikan pelayanan nyata, terutama bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak,” ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, meskipun warga telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak terdapat lagi pengungsian pascabencana, kebutuhan dasar masyarakat masih mendesak. Akses jalan menuju wilayah terdampak masih terbatas, sementara penerangan dan jaringan komunikasi belum pulih sepenuhnya.

“Situasi ini tentu membutuhkan perhatian bersama. Kami mendorong percepatan koordinasi lintas sektoral agar akses jalan dan layanan dasar, khususnya kesehatan, dapat segera normal kembali,” tambahnya.

Polri menegaskan akan terus hadir dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait guna memastikan keselamatan, kesehatan, dan kepastian informasi bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Polsek Metro Menteng Kawal Ibadah Misa Tahun Baru di GPIB Paulus Berjalan Aman

Jakarta Pusat — Polsek Metro Menteng melaksanakan pengamanan kegiatan kebaktian Misa Tahun Baru yang digelar di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus, Jalan Taman Sunda Kelapa No. 12, Menteng, Jakarta Pusat. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga jemaat dapat mengawali tahun baru dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Kamis (1/1/2026)

Misa Tahun Baru tersebut dipimpin oleh Pendeta Dewi Shinta dengan mengangkat tema “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan”. Tema ini mengajak jemaat untuk merefleksikan kasih dan pemulihan dari Tuhan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan lingkungan, sekaligus menumbuhkan semangat baru dalam menyongsong tahun yang akan datang. Sebanyak 250 jemaat hadir dan mengikuti ibadah dengan tertib hingga selesai.

Dalam pelaksanaan pengamanan, Polsek Metro Menteng menurunkan sebanyak 5 personel yang dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Kompol Samsul Bahri. Personel pengamanan disiagakan di sejumlah titik strategis, baik di dalam maupun di sekitar area gereja, guna melakukan penjagaan, pemantauan situasi, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan ibadah berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan ibadah pada momentum Tahun Baru merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Polri hadir untuk menjamin seluruh umat beragama dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Polri berkomitmen untuk memberikan pengamanan maksimal pada setiap kegiatan keagamaan. Dengan sinergi antara aparat kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat, situasi kamtibmas dapat terus terjaga dengan baik,” ujar Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi menjelaskan bahwa pengamanan dilaksanakan secara humanis dan preventif, disertai dengan koordinasi yang baik bersama pihak gereja serta unsur terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa kendala.

Dengan adanya pengamanan yang optimal dan dukungan dari seluruh pihak, pelaksanaan Misa Tahun Baru di GPIB Paulus Menteng berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Provost Polres Metro Jakarta Pusat Cek Kesiapsiagaan Pospam Nataru Bundaran HI

Jakarta Pusat - Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan dan kedisiplinan personel pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pos Pengamanan (Pospam) Nataru Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mendapat kunjungan kontrol dan pengecekan dari Provost Polres Metro Jakarta Pusat. Kegiatan pengecekan ini dilakukan terhadap personel gabungan yang bertugas guna memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai prosedur dan standar operasional yang telah ditetapkan. Kamis (1/1/2026).

Sebanyak 25 personel gabungan yang terdiri dari unsur Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek Metro Menteng disiagakan di Pospam Nataru Bundaran HI. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan personel, sikap tampang, kelengkapan administrasi, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung pengamanan di pospam tersebut.

Dalam kegiatan kontrol tersebut, Provost menekankan pentingnya disiplin dan profesionalisme seluruh personel selama melaksanakan tugas pengamanan, khususnya di kawasan Bundaran HI yang menjadi salah satu titik sentral dan pusat keramaian masyarakat selama perayaan Nataru. Personel juga diingatkan agar selalu waspada, menjaga etika dalam bertugas, serta mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Pengamanan di kawasan Bundaran HI difokuskan pada pencegahan gangguan kamtibmas, pengaturan arus lalu lintas di sepanjang Jalan MH Thamrin, serta antisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam rawan. Sinergi lintas satuan terus diperkuat guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa pengawasan dan pengecekan rutin merupakan bagian dari upaya memastikan pengamanan Nataru berjalan optimal. “Kami ingin memastikan seluruh personel yang bertugas di lapangan siap secara fisik, mental, dan administrasi, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi menyampaikan bahwa jajaran Polsek Metro Menteng siap mendukung penuh pengamanan Nataru dan akan terus bersinergi dengan seluruh unsur pengamanan. “Dengan adanya kontrol dan pengecekan dari Provost, diharapkan kinerja personel semakin maksimal dan situasi kamtibmas di wilayah Menteng, khususnya Bundaran HI, tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan kontrol dan pengecekan ini, diharapkan seluruh personel pengamanan Nataru di Pospam Bundaran HI dapat menjalankan tugas secara optimal, disiplin, dan profesional, sehingga rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polisi Amankan Misa Ekspatriat Berbahasa Inggris di Gereja St. Theresia Menteng

Jakarta Pusat — Polsek Metro Menteng melaksanakan pengamanan kegiatan kebaktian misa ekspatriat berbahasa Inggris yang digelar di Gereja St. Theresia, Jalan Gereja Theresia No. 2, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Pengamanan dilakukan guna memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, serta memberikan rasa nyaman bagi para jemaat, khususnya umat dari kalangan ekspatriat. Kamis (1/1/2026).

Misa berbahasa Inggris tersebut dipimpin oleh Romo Thomas, SJ, dengan mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”. Tema ini menjadi refleksi iman universal yang menegaskan kehadiran Tuhan dalam kehidupan keluarga, tanpa memandang latar belakang kebangsaan maupun budaya. Sebanyak 700 jemaat menghadiri misa dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan tertib dan khidmat.

Dalam rangka pengamanan, Polsek Metro Menteng mengerahkan sebanyak 16 personel yang dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda Faisal Ali Akbar. Personel disiagakan di sejumlah titik strategis, baik di dalam area gereja maupun di lingkungan sekitar, termasuk pengawasan pintu masuk dan keluar serta pemantauan situasi kamtibmas untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan, termasuk misa yang diikuti jemaat ekspatriat, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Ia menekankan bahwa Polri menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebebasan beragama sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Polri hadir untuk memastikan setiap kegiatan ibadah dapat berjalan aman dan lancar. Kami berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif agar seluruh jemaat, termasuk warga negara asing, dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” ujar Brigjen Pol. Susatyo Purnomo Condro.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Kompol Rezha Rahandhi menyampaikan bahwa pengamanan dilaksanakan secara humanis dan profesional dengan mengedepankan langkah-langkah preventif. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak pengurus gereja guna memastikan seluruh rangkaian misa berjalan sesuai rencana.

Dengan pengamanan yang optimal serta sinergi yang baik antara aparat kepolisian, pengurus gereja, dan jemaat, pelaksanaan misa ekspatriat berbahasa Inggris di Gereja St. Theresia Menteng berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga ibadah selesai dilaksanakan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

TNI AL LAKSANAKAN DOA BERSAMA MENYAMBUT TAHUN BARU 2026 SECARA SERENTAK DI SELURUH INDONESIA

Dharma Wiratama, 31 Desember 2025-
Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo diwakili Wadan Seskoal Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR. menghadiri kegiatan doa bersama dalam rangka menyambut tahun baru 2026 yang dilaksanakan setelah salat Magrib secara serentak di seluruh Indonesia, dihadiri Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama TNI Salim, S.E., M.Phil., M.Tr.Opsla., Perwira, Bintara, Tamtama, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Seskoal, dan masyarakat di sekitar Seskoal, bertempat di masjid Nurul Iman Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025). 

Rangkaian doa bersama dalam rangka menyambut tahun baru 2026 diawali dengan salat Magrib berjamaah, pembacaan surat Yasin, istighosah, ceramah agama, doa, dan diakhiri salat Isya berjamaah.

Hadir sebagai penceramah ustaz Udin Solehudin, S.Ag., M.Pd., dalam tausiyahnya menceritakan tentang muhasabah. Muhasabah berarti introspeksi atau evaluasi diri, yaitu proses merenung, menghitung, dan mengoreksi perbuatan, niat serta sikap diri sendiri untuk memperbaiki diri agar lebih baik, meningkatkan keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala sebagai momen refleksi pada akhir tahun.

Danseskoal di tempat terpisah menjelaskan “Momentum pergantian tahun baru 2026 hendaknya disambut dengan memperkuat iman dan takwa sebagai titik tolak untuk meningkatkan semangat, kerja keras serta kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Kita juga mengajak masyarakat untuk introspeksi diri dan mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di sejumlah daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memanfaatkan pergantian tahun dengan kegiatan yang sederhana, bermakna, dan penuh nilai keagamaan”.