View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 26 Februari 2026

Proses Balik Nama BPKB Berjalan Baik, Masyarakat Nilai Layanan Ramah

Jakarta — Pelayanan administrasi kendaraan di unit pelayanan BPKB kembali mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pemohon, M. Rehan Ramadhan, menyampaikan kepuasan atas pelayanan yang diterimanya saat mengurus proses balik nama BPKB dan STNK pada Rabu (25/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, petugas menanyakan langsung tanggapan pemohon terhadap pelayanan yang diberikan. Rehan menilai proses berjalan dengan baik dan petugas melayani secara ramah.

“Untuk pelayanannya menurut saya baik, cukup ramah. Semuanya ramah. Pelayanannya sudah oke, bagus dan baik,” ujarnya.

Petugas yang bertugas juga membuka ruang masukan dari masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan. Rehan menyampaikan tidak ada keluhan dan menilai seluruh proses telah berjalan sesuai harapan.

Pamin Seksi BPKB, IPDA Guntar Bonar Simanjuntak, menegaskan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan humanis kepada masyarakat. Menurutnya, setiap masukan dari pemohon menjadi evaluasi penting untuk menjaga standar pelayanan publik tetap optimal.

Unit pelayanan BPKB berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, ramah, dan akuntabel dalam setiap proses administrasi kendaraan, sehingga masyarakat merasa terbantu serta mendapatkan kepastian layanan secara jelas dan nyaman.

SPKT Polda Metro Jaya Responsif Tangani Laporan Kehilangan, Warga Merasa Terbantu

Jakarta — Pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya kembali mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pelapor kehilangan STNK dan dokumen kendaraan, Aditya, mengaku puas dengan proses pelayanan yang diterimanya saat membuat laporan pada Rabu (25/2/2026).

Aditya menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang cepat dan ramah dari petugas SPKT.

“Perkenalkan, nama saya Aditya. Terima kasih kepada SPKT Polda Metro Jaya yang telah menerima laporan kehilangan STNK saya. Pelayanannya baik dan cepat,” ujarnya.

Kepala Siaga SPKT Polda Metro Jaya, AKP Eko Sowandono, mengatakan apresiasi dari masyarakat menjadi motivasi bagi jajaran SPKT untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, setiap laporan warga harus ditangani secara profesional, cepat, serta transparan.

“Pelayanan yang humanis dan responsif adalah komitmen kami. Ini bagian dari implementasi Polri Presisi, yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam setiap lini pelayanan,” jelasnya.

SPKT Polda Metro Jaya berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, baik dalam pengurusan laporan kehilangan, pengaduan, maupun layanan kepolisian lainnya. Diharapkan, pelayanan yang cepat dan profesional dapat membuat masyarakat merasa aman, nyaman, serta terbantu dalam setiap kebutuhan pelayanan kepolisian.

Apel Siaga Kamtibmas Polres Metro Bekasi Kota: Sinergi Polri dan Potensi Masyarakat Perkuat Ketentraman Saat Ramadan


Bekasi Kota -- halaman Apel Polres Metro Bekasi Kota menjadi saksi kebersamaan antara kepolisian dan Unsur potensi masyarakat dalam rangka Apel Siaga Kamtibmas. Dipimpin Inspektur Apel Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri wakapolres AKBP Davis Busin Siswara, para PJU, kapolsek jajaran, serta perwakilan 68 ormas dan elemen masyarakat. Kehadiran para peserta menegaskan komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah suasana Ramadan.(26/2).

Rangkaian apel yang meliputi penghormatan pasukan, laporan komandan apel, menyanyikan lagu Kebangsaan, pembacaan doa, hingga pengulangan deklarasi “Jaga Jakarta” menegaskan nilai persatuan dan tanggung jawab kolektif. Amanat dari Komandan Apel, Budi Arianto dari Solidaritas Masyarakat Bekasi (SOMASI), mengajak seluruh pihak untuk menjadi teladan ketertiban, menahan diri selama Ramadan, dan aktif mencegah penyebaran provokasi atau hoaks yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya deteksi dini dan kolaborasi lintas elemen—kepolisian, ormas, tokoh agama, serta warga—sebagai kunci menciptakan lingkungan yang aman bagi aktivitas, tempat ibadah, pelaku usaha, dan ruang digital. Upaya konkret yang diusung meliputi pengaktifan ronda dan satpam lingkungan, koordinasi Bhabinkamtibmas dengan tokoh masyarakat, serta pelaporan cepat melalui jalur resmi bila ditemukan indikasi gangguan. Hal ini diharapkan mampu mencegah eskalasi konflik dan menjaga kenyamanan menjelang Idul Fitri.

Apel ditutup penuh semangat dengan yel-yel “Jaga Jakarta” dan sesi foto bersama, sebagai simbol kebersamaan dan tekad bersama menjaga wilayah Bekasi tetap kondusif. Momentum positif ini memperlihatkan sinergi nyata antara aparat dan masyarakat—bukan hanya sebagai respons terhadap risiko, tetapi sebagai gerakan proaktif demi terciptanya rasa aman, tenteram, dan harmonis selama bulan suci Ramadan.[ Humas Polres Metro Bekasi Kota ]

Patroli Sahur Polres Metro Bekasi Kota: Tekan Angka Kriminalitas di Kawasan Medan Satria


BEKASI – Guna menjamin kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan, Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan patroli khusus bertajuk "Sahur On The Road" pada Kamis (26/2/2026) dini hari.

Patroli ini menyasar kawasan vital di Jalan Raya Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria, yang kerap menjadi titik kumpul masyarakat saat menjelang waktu subuh.

Kegiatan yang dimulai pukul 04.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Katim 3 Perintis Presisi, Ipda Rebi Dian Syahputra, S.H., dengan kekuatan 10 personel lengkap. Kehadiran tim elit Polres ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat warga tengah melaksanakan santap sahur.

"Kami ingin memastikan warga merasa aman dan nyaman saat melaksanakan sahur. Kehadiran personel di lapangan secara langsung dapat mencegah niat pelaku kejahatan maupun potensi gesekan antar-kelompok di jalanan," ujar Ipda Rebi.

Di sela-sela patroli menyisir jalanan Harapan Indah, personel Tim Presisi juga memberikan imbauan kepada warga dan petugas keamanan lingkungan untuk tetap waspada terhadap berbagai modus kejahatan, antara lain:

Waspada Curanmor: Mengimbau penggunaan kunci ganda pada kendaraan.

Cegah Kejahatan Pecah Kaca: Mengingatkan warga agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan.

Antisipasi Tawuran & Begal: Memantau pergerakan kelompok pemuda guna menghindari aksi anarkis dan kekerasan jalanan.

Edukasi Penipuan & Hipnotis: Meminta warga tetap berhati-hati terhadap orang asing yang mencurigakan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli "Sahur On The Road" ini merupakan komitmen jajarannya dalam memberikan perlindungan maksimal selama 24 jam penuh di bulan Ramadhan.

Sepanjang pelaksanaan patroli di wilayah Medan Satria, situasi dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas yang berarti hingga waktu subuh tiba.

Tim Presisi Bekasi Gagalkan Tawuran Pelajar di Jalan Raya Perjuangan, Bambu Disita

BEKASI – Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Polres Metro Bekasi Kota berhasil menggagalkan aksi tawuran remaja yang nyaris pecah di kawasan Bekasi Utara, Kamis (26/2/2026) dini hari. Empat orang remaja yang masih berstatus pelajar diamankan petugas saat sedang bersiap melakukan aksi anarkis.

Penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Raya Perjuangan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Kegiatan bermula saat Tim 3 Presisi yang dipimpin oleh Ipda Rebi Dian Syahputra, S.H., tengah melaksanakan patroli rutin di jam rawan menjelang sahur. Saat melintasi Jalan Raya Perjuangan, petugas berpapasan dengan sekelompok remaja yang gerak-geriknya mencurigakan.

Melihat kehadiran polisi, kelompok tersebut berusaha membubarkan diri. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan empat orang remaja, yakni MRM (15), GDP (15), A (17), dan C (15).

"Saat diamankan, petugas juga menemukan barang bukti berupa dua bilah bambu yang diduga akan digunakan sebagai senjata dalam aksi tawuran tersebut," ujar Ipda Rebi dalam keterangannya.

Mengingat para terduga pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar di tingkat SMP serta SMK, pihak kepolisian mengambil langkah persuasif dan pembinaan. Keempat remaja tersebut tidak diproses hukum lebih lanjut, melainkan dibawa untuk dikembalikan kepada pihak keluarga.

Polisi memanggil orang tua serta pengurus RT/RW setempat untuk menjemput para remaja tersebut. Langkah ini diambil agar pihak orang tua lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama di jam-jam rawan malam hari.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H., mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah, khususnya selama bulan Ramadhan.

"Kami meminta peran aktif orang tua untuk memastikan anak-anaknya sudah berada di rumah sebelum tengah malam. Jangan biarkan mereka terlibat dalam kegiatan jalanan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," tegas Kapolres.

Hingga saat ini, situasi di wilayah Bekasi Utara kembali aman dan terkendali. Tim Presisi akan terus melakukan patroli intensif guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota.

Rabu, 25 Februari 2026

Kilas Balik dan Perkembangan Terbaru Sidang Sengketa Lahan TNI AL di Sabang

TNI AL, Sabang- Sengketa kepemilikan lahan yang saat ini dikuasai TNI Angkatan Laut di Kota Sabang memiliki sejarah panjang yang bermula sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia. Penguasaan lahan tersebut merupakan bagian dari proses penyerahan wilayah Sabang oleh Pemerintah Belanda kepada TNI AL sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dasar hukum penguasaan fisik tanah tersebut telah ada sejak tahun 1950 berdasarkan Surat Penetapan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Serikat Nomor 9/MP/50 tanggal 6 Januari 1950. Penguasaan tersebut kemudian diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan Direktur Jenderal Agraria Nomor SK.2/H.Peng/68 tanggal 2 Agustus 1968.

Dokumen tersebut terbit jauh sebelum adanya surat jual beli tahun 1975 yang dijadikan dasar klaim oleh pihak penggugat.

Sebelum adanya gugatan dari ahli waris almarhum Sa’id Nya’pa, lahan yang saat ini menjadi objek perkara yakni lokasi berdirinya Mako Guskamla Koarmada I Sabang pernah digugat oleh almarhum Sa’id Nya’pa pada tahun 1990. Gugatan tersebut telah bergulir hingga tingkat kasasi dan Peninjauan Kembali (PK), dengan hasil putusan yang menguatkan penguasaan oleh TNI AL.

Pada sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Sabang, Rabu (25/2/2026), pihak penggugat menghadirkan lima orang saksi dihadapan majelis hakim.

Saksi pertama, Sdr. Adnan Hasim (mantan Keuchik Cot Bau), menerangkan bahwa pada saat menjabat, dalam proses penerbitan sporadik tidak terdapat tanda tangan keuchik. Ia juga mengaku pernah didatangi Staf BPN Sabang terkait eksekusi tanah Cot Bau (a quo) setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA). Namun, saksi menolak dengan alasan telah membaca amar putusan MA sebelumnya. Saksi menyatakan bahwa menurut pemahamannya, terdapat bagian tanah di wilayah Sein Post yang dimenangkan karena dimanfaatkan oleh Pemko Sabang, sementara objek di Cot Bau (a quo) dinyatakan kalah sehingga ia berpendapat tanah tersebut milik Sa’id Nya’pa.

Namun demikian, pernyataan saksi tersebut dinilai tidak sesuai dengan amar putusan Mahkamah Agung yang menyatakan gugatan ditolak, baik terhadap objek tanah di Sein Post maupun Cot Bau.

Saksi berikutnya, Sdr. Ardabi dan Sdr. Husain, memberikan keterangan mengenai penguasaan fisik atas tanah a quo. Keduanya menyatakan bahwa dasar keyakinan tanah tersebut milik Sa’id Nya’pa hanya berdasarkan cerita dari orang lain. Sdr. Ardabi mengaku pernah membeli kelapa dari Sa’id Nya’pa sebanyak dua kali panen dalam kurun waktu sekitar enam bulan, namun pembelian dilakukan di kios milik Sa’id Nya’pa, bukan di lokasi tanah a quo. Sementara Sdr. Husain menyampaikan keterangannya semata-mata berdasarkan informasi yang didengar dari pihak lain.

Saksi Sdr. Bughori, yang mengalami keterbatasan pendengaran, menyampaikan keterangan sebagai anak kandung Fatimah Rana terkait penguasaan fisik tanah a quo. Ia menerangkan bahwa tanah tersebut dibeli pada tahun 1975 dari Paino bin Paimin, personel AURI yang tinggal di barak di lokasi a quo. Saat pembangunan jalan elak, orang tua saksi menerima ganti rugi dari Walikota, sementara Sa’id Nya’pa disebut tidak bersedia menerima ganti rugi. Saksi juga menjelaskan bahwa tanaman cengkeh di lokasi tersebut ditanam oleh Pak Mahmud, personel TNI AL yang tinggal di barak, dan hasilnya dibayar oleh Pak Karni (anak Sa’id Nya’pa). Saksi menyatakan bahwa personel Lanal  meminta 25% dari hasil tanaman dengan penjelasan bahwa tanah tersebut merupakan milik TNI AL.

Saksi Sdr. Iwan menyatakan bahwa ia meyakini tanah tersebut milik Sa’id Nya’pa karena yang bersangkutan merupakan guru mengajinya. Ia mengaku semasa SMP pernah diajak ke lokasi a quo untuk memetik kelapa. Namun, untuk tanaman lain ia tidak mengetahui. Ia juga mengakui melihat adanya personel TNI AL yang tinggal di barak-barak di lokasi tersebut dan beraktivitas sebagaimana biasa.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (4 Maret 2026), dengan agenda menghadirkan satu orang saksi tambahan serta satu orang ahli pertanahan dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Perkembangan persidangan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum atas status kepemilikan lahan yang selama ini dikuasai TNI AL di Kota Sabang.


Satu Bibit Sejuta Asa, Satgas Pamtas Yonarhanud 2 Kostrad Ajarkan Menanam Pohon di Sekolah Perbatasan

Kabupaten TTU – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Nino melaksanakan pendampingan dan bimbingan kepada para siswa melalui kegiatan penanaman pohon pisang di SDN 1 Sono, Desa Sono, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU. Kamis (26/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah dan lahan sekitar tersebut melibatkan siswa, guru, serta personel Satgas. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan jenis tanaman pisang, cara menyiapkan lahan, teknik penanaman yang benar, hingga cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah.

Danpos Nino, Letda Arh Gandy, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup sejak dini.

“Kami ingin adik-adik di SDN 1 Sono memiliki banyak pengetahuan mengenai lingkungan hidup, khususnya menanam pohon pisang ini. Kami ingin mereka paham bahwa menjaga keberlangsungan lingkungan hidup merupakan hal yang harus dilakukan,” ujarnya.

Kepala sekolah dan para guru mengapresiasi kepedulian Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad. Mereka menilai, kehadiran TNI di wilayah perbatasan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motor penggerak pendidikan serta mendorong perubahan sosial yang positif bagi masyarakat setempat.

Melalui kegiatan sederhana ini, satu bibit yang ditanam hari ini diharapkan menjadi simbol harapan besar bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan masa depan daerahnya. (Penkostrad)