View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Rabu, 11 Maret 2026

Urus Surat Kehilangan STNK, Warga Nilai Pelayanan SPKT Polda Metro Jaya Cepat dan Baik

Jakarta — Pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya lagi-lagi mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu warga, Lasmer, yang mengurus laporan kehilangan STNK mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya saat datang ke SPKT pada Rabu (11/3/2026).

“Nama saya Lasmer, sedang mengurus STNK hilang dan pelayanannya juga cepat dan bagus,” ujarnya setelah proses pembuatan laporan selesai.

Menurutnya, petugas memberikan arahan dengan jelas serta membantu proses administrasi secara cepat sehingga laporan kehilangan dapat diproses dengan mudah dan tanpa kendala.

Kepala Siaga SPKT Polda Metro Jaya, Kompol Endah, mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kepolisian.

Ia menegaskan setiap laporan yang masuk harus ditangani secara cepat, profesional, dan transparan agar masyarakat merasa nyaman saat mengurus keperluan kepolisian.

“SPKT merupakan garda terdepan pelayanan kepolisian. Karena itu kami terus berupaya memberikan pelayanan yang humanis, responsif, serta memudahkan masyarakat dalam membuat laporan,” ujarnya.

Melalui pelayanan yang optimal tersebut, SPKT Polda Metro Jaya diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kakorlantas Hadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga, Kolaborasi dan Sinergitas Kunci Keberhasilan

Jakarta- Bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menghadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 di TMII, Selasa (10/3). Apel ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan balik dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Hadir dalam kegiatan, Kementerian Pekerja Umum Wilan Octavian Direktur Utama PT. Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dan Direktur Utama PT. Jasa Raharja Muhammad Awaluddin. 

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa berbagai pihak telah menyiapkan diri untuk mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran tahun ini dengan sinergi antarinstansi yang telah dibangun sejak awal.

"Semua kesiapan dalam rangka Operasi Ketupat, baik dari stakeholder, sinergitas, baik dari Kementerian Perhubungan, dari Kementerian PUPR, semua menteri Kabinet Merah Putih Dirut Jasa Marga, Jasa Raharja, dan seluruhnya sudah siap," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., 

Apel terpadu yang digelar bersama jajaran Jasa Marga menjadi penanda bahwa seluruh unsur yang terlibat telah berada dalam kondisi siaga. Ia menilai keberhasilan pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan tahun ini.

"Pagi ini kita melaksanakan apel terpadu Jasa Marga Siaga, tentunya ini menandakan bahwa kita semuanya sudah siap. Suksesi pengamanan Operasi Ketupat 2025 tahun lalu cukup bagus, tetapi tahun ini tentunya harus kita tingkatkan," tambah Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., 

Kakorlantas juga mengapresiasi Apel Terpadu Siaga yang dilaksanakan Jasa Marga. Hal ini menjadi bagian dari kesiapan stakeholder dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat 2026. 

"Saya sebagai pihak yang mewakili Bapak Kapolri, tentunya menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa, terutama Jasa Marga yang saat ini mempersiapkan apel terpadu," jelas Kakorlantas Polri.

Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul fitri.

"Operasi Ketupat tahun 2026 adalah operasi kemanusiaan, bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya kita mengamankan arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat tahun ini, negara hadir bersama untuk bisa menjamin momen sosial dan spiritual, menjaga rangkaian kegiatan masyarakat dari bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri," tegas Kakorlantas Polri.

Kunci keberhasilan Operasi Ketupat adalah kolaborasi bersama, Kakorlantas yakin dengan sinergitas kebersamaan dapat mensukseskan kelancaran arus mudik lebaran Idul fitri. 

"Kami yakin kata kunci dari keberhasilan Operasi Ketupat 2026 adalah kolaborasi, sinergitas, dan tentunya kebersamaan di lapangan. Together we can, bersama kita kuat, dan bersama kita berhasil," pungkas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.,

Cegah Perundungan di Sekolah, Kapolda Metro Jaya Luncurkan Program FKPMS di 11 Sekolah

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri meluncurkan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur kewilayahan, pihak sekolah, serta para pelajar, sebagai bentuk sinergi bersama guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan sekolah.

Kapolda Metro Jaya menegaskan bahwa sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Launching FKPMS ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya juga menangani sekitar 2.706 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jakarta, sehingga perlindungan terhadap anak dinilai masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan terpadu.

“Kehadiran FKPMS merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Forum ini dihadirkan sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pemecahan masalah secara cepat dan tepat, guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Melalui forum tersebut, komunikasi antarunsur sekolah, orang tua, masyarakat, dan kepolisian diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat dikenali sejak awal, dipetakan dengan baik, dan ditangani secara cepat serta tepat. Kapolda Metro Jaya juga menekankan pentingnya peran para wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta para ketua OSIS dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Jakarta Pusat dalam membangun budaya sekolah yang sehat, disiplin, serta bebas dari kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba. Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diikuti oleh 11 sekolah melalui Zoom Meeting sebagai embrio pembentukan FKPMS di wilayah Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat diperluas dan ditiru oleh sekolah-sekolah lainnya sebagai upaya bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

“Dengan adanya embrio FKPMS di 11 sekolah, kami berharap forum kemitraan ini dapat terus dikembangkan di wilayah Jakarta dan menjadi model kolaborasi yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. Polda Metro Jaya akan terus mendukung langkah-langkah preventif dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

Launching FKPMS diharapkan menjadi awal dari kerja bersama yang lebih nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan berkelanjutan. Ke depan, forum ini diharapkan mampu menghadirkan peta kerawanan sekolah, jalur komunikasi yang jelas, ruang konseling dan penyelesaian masalah, serta keterlibatan aktif seluruh unsur terkait. Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat dan upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kadivhumas Polri Tekankan Peran Humas dalam Mendukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Polri menggelar Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas dalam rangka Operasi Ketupat 2026 sebagai bentuk kesiapan dalam mendukung pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh jajaran Humas Polri siap mengawal, menyertai, dan menyampaikan informasi terkait pelaksanaan operasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan transparan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa peran Humas Polri sangat penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan terpercaya selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

“Melalui apel kesiapan ini, kami menegaskan kembali pentingnya peran Humas Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026. Hal ini juga dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta berbagai layanan yang disiapkan oleh Polri dan stakeholder terkait,” ujar Kadivhumas.

Adapun potensi pergerakan masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari total populasi nasional dengan menggunakan berbagai moda transportasi.

Dalam rangka mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Polri bersama TNI serta stakeholder terkait akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sebanyak 389.681 personel gabungan di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut, telah disiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis guna memberikan pelayanan serta rasa aman kepada masyarakat selama perjalanan mudik maupun saat perayaan Idul Fitri.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.544 objek pengamanan yang meliputi 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, serta 182 bandara, termasuk berbagai titik keramaian masyarakat lainnya.

Polri juga menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas seperti penerapan contraflow dan sistem one way yang akan diberlakukan secara situasional berdasarkan hasil traffic counting di lapangan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 dan 28 Maret 2026.

Selain pengamanan arus lalu lintas, Polri juga akan meningkatkan patroli di wilayah rawan kriminalitas serta melakukan pengamanan rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Layanan hotline Polri 110 juga dioptimalkan agar masyarakat dapat dengan cepat melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kadivhumas Polri juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini yaitu Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Johnny Eddizon Isir.

Mudik Lebaran 2026: Polri Kerahkan 161 Ribu Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat bagi Pemudik

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan mudik Lebaran 2026 yang aman, lancar, dan responsif bagi masyarakat. Dalam konferensi pers kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dan pengamanan nasional yang digelar di Kantor Staf Presiden, Rabu (11/3), Polri mengumumkan pengerahan besar-besaran personel serta penguatan layanan darurat 110 sebagai garda terdepan respons cepat bagi masyarakat.

Wakapolri Dedi Prasetyo Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan bahwa Polri menyiagakan 161.000 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik di seluruh Indonesia. Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri.

Selain kekuatan personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menegaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional seperti one way atau contraflow, tetapi juga mengedepankan transformasi layanan publik melalui digitalisasi respons darurat.

“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dalam Press Conference Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Pengamanan Nasional di Kantor Staf Presiden, Rabu (11 Maret 2026).

Ia menjelaskan bahwa layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan. Dalam situasi darurat di jalur mudik—baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan—masyarakat dapat langsung terhubung dengan Command Center Polda maupun Polres terdekat.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi kedaruratan di tengah mobilitas tinggi saat mudik Lebaran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik nasional sangat bergantung pada integrasi layanan publik lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah, lanjutnya, juga menyiagakan 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan guna memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat jika menghadapi kendala selama perjalanan.

Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, digitalisasi layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor tersebut menandai babak baru dalam manajemen mudik nasional yang mengedepankan ekosistem responsif. Sistem ini memungkinkan setiap kendala pemudik dapat terdeteksi lebih cepat, diproses secara real-time, dan ditindaklanjuti secara efektif oleh petugas di lapangan.

Melalui pendekatan ini, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya di setiap perjalanan menuju kampung halaman.

Polisi Amankan Keramaian Pasar Takjil di Masjid Cut Mutia

Jakarta Pusat - Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengamanan pasar tumpah Ramadhan di kawasan Masjid Cut Mutia yang berlokasi di Jalan Taman Cut Mutia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat yang memadati kawasan tersebut setiap sore menjelang waktu berbuka puasa. Pada bulan Ramadhan, area sekitar Masjid Cut Mutia menjadi salah satu titik keramaian warga yang berburu berbagai macam makanan dan minuman takjil untuk berbuka puasa.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Metro Menteng bersama Kapolsubsektor Blora Herru Wicahyono, Bhabinkamtibmas Cikini Tafsipul Subhani, serta personel Hisam melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi pasar takjil. Kehadiran aparat kepolisian ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan aktivitas warga berjalan dengan aman dan tertib.

Selain melakukan pengawasan situasi, para personel kepolisian juga aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada para pedagang maupun pengunjung agar tetap menjaga ketertiban selama beraktivitas. Warga juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap barang bawaan serta memarkir kendaraan secara tertib guna menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung menyampaikan bahwa pengamanan di kawasan pasar takjil selama Ramadhan merupakan langkah preventif kepolisian dalam menjaga keamanan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pelayanan di titik-titik keramaian guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan rasa aman dan nyaman.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa kegiatan pelayanan dan pengamanan yang dilakukan personelnya merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman saat mencari takjil maupun menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, personel kami disiagakan di sejumlah titik keramaian untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Dengan adanya pengamanan dari jajaran Polsek Metro Menteng tersebut, kegiatan pasar tumpah Ramadhan di kawasan Masjid Cut Mutia berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat berbelanja kebutuhan berbuka puasa dengan nyaman.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Ramai Pemburu Takjil, Polsek Metro Menteng Turun Amankan Kawasan Masjid Cut Nyak Dien

Jakarta Pusat - Suasana menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Masjid Cut Nyak Dien, Jalan Johar No. 7, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, dipadati masyarakat yang berburu aneka makanan dan minuman takjil. Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan pelayanan dan pengamanan kegiatan pasar tumpah Ramadhan di lokasi tersebut. Rabu (11/3/2026).

Kegiatan pengamanan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di titik-titik keramaian selama bulan suci Ramadhan. Seperti diketahui, setiap sore kawasan sekitar Masjid Cut Nyak Dien menjadi salah satu pusat aktivitas warga yang datang untuk membeli takjil sebagai menu berbuka puasa.

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Metro Menteng bersinergi bersama Kapolsubsektor Sabang Sopan Febriyanto serta personel M. Sudargo yang turut melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar lokasi pasar takjil. Para personel ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti tindak kriminalitas maupun kepadatan arus kendaraan.

Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para pedagang dan pengunjung. Warga diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, berhati-hati terhadap barang bawaan pribadi, serta memarkir kendaraan dengan tertib agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Petugas juga membantu mengatur arus kendaraan di sepanjang Jalan Johar guna menghindari kemacetan akibat meningkatnya mobilitas masyarakat yang datang ke lokasi pasar takjil. Dengan pengaturan lalu lintas yang baik, aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih tertib dan lancar.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung mengatakan bahwa pengamanan di lokasi pasar takjil selama Ramadhan merupakan langkah preventif yang dilakukan kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Menurutnya, kepolisian telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan patroli serta kehadiran personel di titik-titik keramaian yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk di kawasan pasar takjil.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan pelayanan dan pengamanan selama bulan Ramadhan.

Ia menambahkan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada warga, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman saat mencari takjil maupun menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)