View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Sabtu, 14 Maret 2026

Kapolda Metro Jaya Cek Terminal Pulogebang, 6.812 Personel Disiagakan Amankan Lebaran

Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri melakukan pengecekan kesiapan arus mudik Lebaran di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2026). Dalam peninjauan tersebut, Kapolda memastikan kesiapan pengamanan yang dilakukan jajaran Polda Metro Jaya selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kapolda Metro Jaya juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Rencana pengamanan dari jajaran Polda Metro Jaya mencakup 1.647 lokasi pengamanan di seluruh wilayah,” Ujarnya kepada wartawan di Terminal Pulogebang.

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut terdapat 95 pos pengamanan yang terdiri dari 68 pos pengamanan (pospam), 22 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu. Selain itu, disiapkan juga 9 pos pantau arus mudik yang ditempatkan di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Pengamanan juga difokuskan pada 83 lokasi sentra ekonomi serta 11 simpul transportasi, yang terdiri dari 4 terminal, 4 stasiun, 2 bandara, dan 1 pelabuhan.

Selain itu, kepolisian juga akan melakukan pengamanan pada 471 kantor perbankan, 164 kantor Pegadaian, serta 621 objek vital seperti SPBU, fasilitas PLN, hingga depo Pertamina.

Untuk pengamanan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri, polisi menyiapkan pengamanan di 13 lokasi malam takbiran serta 133 lokasi pelaksanaan salat Id dan pembagian zakat. Selain itu, terdapat 37 lokasi ziarah yang juga menjadi perhatian untuk mengantisipasi kemacetan.

Objek wisata juga menjadi fokus pengamanan dengan 68 titik wisata yang dipantau, di antaranya Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah, termasuk kawasan wisata di Bekasi, Depok hingga Kepulauan Seribu.

Dalam operasi ini, total 6.812 personel gabungan diterjunkan. Rinciannya 5.092 personel Polri, 416 personel TNI dari Kodam Jaya dan jajaran Kodim, 1.088 personel dari Pemda dan instansi terkait, serta 216 personel dari unsur masyarakat.

Selain itu, disiapkan pula 57 unit ambulans serta 84 rumah sakit rujukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk mendukung pelayanan kesehatan selama arus mudik.

Polisi juga mengantisipasi potensi banjir dengan menyiagakan 523 personel penanganan banjir yang tersebar di berbagai titik rawan. Sementara untuk dukungan penanggulangan kebakaran, disiapkan 148 unit mobil pemadam kebakaran.

Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Asep Edi Suheri mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu berhati-hati di jalan dan memanfaatkan rest area jika merasa lelah.

“Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi call center 110,” ujarnya.

Sementara itu, penerapan sistem ganjil-genap ditiadakan selama arus mudik di Jakarta berlaku mulai 18 hingga 25 Maret 2026.

Patroli Ditingkatkan, Polsek Bekasi Selatan Gelar Apel KRYD Jaga Kamtibmas

KOTA BEKASI – Dalam upaya menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polsek Bekasi Selatan menggelar Apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di halaman ruko Kalimalang, Jalan KH. Noer Ali, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Jumat malam (13/3/2026).

Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Bekasi Selatan, AKP Marulam Damanik, dan diikuti oleh sebanyak 15 personel. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.

Dalam keterangannya, AKP Marulam Damanik menyampaikan bahwa kegiatan KRYD difokuskan pada pengawasan di titik-titik rawan guna mencegah berbagai bentuk kejahatan jalanan.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, seperti aksi begal, tawuran remaja, maupun balap liar yang sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Usai pelaksanaan apel, personel langsung disebar untuk melaksanakan strong point, pemantauan, dan pengawasan di jalur Kalimalang serta Jalan Cikunir Raya yang menjadi salah satu perhatian dan atensi serta memiliki kerawanan gangguan kamtibmas yang cukup tinggi. Selain itu, petugas juga melakukan patroli secara mobile dan stasioner di sejumlah lokasi lain yang dinilai memiliki potensi kerawanan.

Kegiatan KRYD tersebut berlangsung hingga dini hari. Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi kamtibmas di wilayah Bekasi Selatan terpantau aman dan kondusif. Pihak kepolisian berharap kehadiran personel di lapangan dapat memberikan rasa aman serta mencegah terjadinya gangguan keamanan di tengah masyarakat.

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolres Metro Bekasi Kota Pimpin Panen Raya Jagung di Jatiasih

Bekasi – Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, S.H, S.I.K, M.H, memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung serentak kuartal I tahun 2026 di Kampung Rawa Bogo, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Sabtu (14/3/2026). Didampingi Wakapolres AKBP Davis Busin Siswara beserta jajaran Pejabat Utama (PJU), aksi nyata ini merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap program prioritas Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung sebagai pilar pakan dan energi.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polsek Jatiasih dan pihak Kelurahan Jatimekar yang telah berhasil mengoptimalkan lahan produktif untuk pertanian. Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan panen ini harus menjadi percontohan bagi Polsek lain di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Ia mendorong setiap wilayah untuk aktif memanfaatkan lahan yang bebas banjir guna ditanami komoditas pangan, sehingga polri bisa hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ketersediaan pangan warga.

Lebih dari sekadar ketahanan pangan, Kapolres menekankan bahwa program swasembada ini memiliki dampak sosial yang signifikan, yakni menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses penanaman hingga panen, Polri turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal. "Kami bangga giat ini berjalan sukses. Harapannya, kemandirian pangan di tingkat kota dapat tercapai dan membantu kesejahteraan masyarakat secara langsung," ujar Kapolres saat memetik hasil panen secara simbolis.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.45 WIB ini dihadiri pula oleh unsur TNI dari Babinsa dan aparatur pemerintahan setempat. Sinergi antara Tiga Pilar ini memastikan program ketahanan pangan berjalan berkesinambungan dan tepat sasaran. Hingga seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 11.30 WIB, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Langkah progresif Polres Metro Bekasi Kota ini membuktikan komitmen kepolisian dalam mengawal stabilitas nasional melalui sektor pangan demi masa depan Indonesia yang mandiri.

Mudik Lebaran 2026: Polri Kerahkan 161 Ribu Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat bagi Pemudik

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan mudik Lebaran 2026 yang aman, lancar, dan responsif bagi masyarakat. Dalam konferensi pers kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dan pengamanan nasional yang digelar di Kantor Staf Presiden, Rabu (11/3), Polri mengumumkan pengerahan besar-besaran personel serta penguatan layanan darurat 110 sebagai garda terdepan respons cepat bagi masyarakat.

Wakapolri Dedi Prasetyo Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan bahwa Polri menyiagakan 161.000 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik di seluruh Indonesia. Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri.

Selain kekuatan personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menegaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional seperti one way atau contraflow, tetapi juga mengedepankan transformasi layanan publik melalui digitalisasi respons darurat.

“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dalam Press Conference Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 dan Pengamanan Nasional di Kantor Staf Presiden, Rabu (11 Maret 2026).

Ia menjelaskan bahwa layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan. Dalam situasi darurat di jalur mudik—baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan—masyarakat dapat langsung terhubung dengan Command Center Polda maupun Polres terdekat.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi kedaruratan di tengah mobilitas tinggi saat mudik Lebaran.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik nasional sangat bergantung pada integrasi layanan publik lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah, lanjutnya, juga menyiagakan 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan guna memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat jika menghadapi kendala selama perjalanan.

Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, digitalisasi layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor tersebut menandai babak baru dalam manajemen mudik nasional yang mengedepankan ekosistem responsif. Sistem ini memungkinkan setiap kendala pemudik dapat terdeteksi lebih cepat, diproses secara real-time, dan ditindaklanjuti secara efektif oleh petugas di lapangan.

Melalui pendekatan ini, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya di setiap perjalanan menuju kampung halaman.

Pantau Arus Mudik dari Udara, Wakapolri Pastikan 2.746 Pos Operasi Ketupat 2026 Siap Layani Pemudik

Karawang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) melakukan pemantauan langsung arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M dari udara hingga meninjau Pos Terpadu di Rest Area KM 57A Karawang, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Wakapolri menjelaskan bahwa pemantauan udara dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi arus lalu lintas di jalur utama mudik, khususnya ruas tol dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat.

“Tadi kami memantau dari udara, dari Jakarta sampai ke KM 29. Secara umum dari hasil pantauan udara berjalan sangat lancar untuk arus lalu lintas. Kemudian dari KM 29 tadi kami mengecek kesiapan Command Center Korlantas Polri,” ujar Wakapolri.

Ia menjelaskan bahwa Command Center Korlantas Polri saat ini telah didukung berbagai teknologi pemantauan lalu lintas yang terintegrasi secara nasional untuk membantu pengambilan keputusan secara cepat dan tepat.

“Secara umum sudah didukung berbagai macam teknologi yang dimiliki, tersambung di 18 Polda, kemudian hampir tersambung di seluruh titik CCTV yang ada di ruas jalan tol, baik yang ada di Jawa, di Sumatera, kemudian di beberapa wilayah lainnya. Kemudian juga tersambung di beberapa titik CCTV baik itu exit bandara maupun pelabuhan. Data ini sangat penting dalam rangka untuk mengambil suatu keputusan,” jelasnya.

Pemantauan udara kemudian dilanjutkan hingga Rest Area KM 57A Karawang yang menjadi salah satu titik penting bagi pemudik untuk beristirahat selama perjalanan.

“Kemudian kami memantau juga dari udara tadi dari KM 29 sampai KM 57A di rest area yang cukup besar dengan daya tampung 1.000 kendaraan. Ini juga penting dalam rangka untuk kita memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Wakapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan bahwa Polri secara nasional telah menyiapkan 2.746 pos dalam rangka Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran. Pos tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai jalur mudik serta titik aktivitas masyarakat.

Wakapolri mengharapkan seluruh pos yang telah disiapkan di berbagai daerah dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, sebagaimana fasilitas dan kesiapan yang ada di Pos Terpadu KM 57A Karawang.

“Pos seperti di KM 57A ini sangat baik karena memiliki fasilitas lengkap dan mampu menampung banyak kendaraan. Kami mengharapkan pos-pos lain yang disiapkan dalam Operasi Ketupat 2026 juga dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Wakapolri.

Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri juga menyapa para petugas yang berjaga di lapangan serta para pemudik yang tengah beristirahat di rest area. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas di berbagai pos pengamanan di seluruh Indonesia.

Selain itu, Wakapolri juga menyerahkan bingkisan kepada petugas Pos Pelayanan Terpadu KM 57A Karawang serta masyarakat sebagai bentuk dukungan dan perhatian kepada petugas yang berjaga maupun pemudik yang sedang melakukan perjalanan.

Melalui Operasi Ketupat 2026, Polri berkomitmen untuk terus menghadirkan pengamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat sehingga perjalanan mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Operasi Ketupat Jaya 2026, Polsek Metro Menteng Maksimalkan Pengamanan Kawasan Bundaran HI

Jakarta Pusat - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama momentum arus mudik dan perayaan Idulfitri, jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan pengamanan Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Ketupat Jaya 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali Pos Pengamanan (Papospam) Aiptu Rusdi Imanuel dengan perkuatan sebanyak 11 personel yang disiagakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di pusat aktivitas ibu kota. Sabtu (14/3/2026)

Pengamanan di kawasan Bundaran HI menjadi salah satu fokus utama dalam Operasi Ketupat Jaya 2026, mengingat lokasi tersebut merupakan salah satu ikon Jakarta yang setiap harinya dipadati aktivitas masyarakat, baik pengguna jalan, wisatawan, maupun warga yang berolahraga dan beraktivitas di area ruang publik tersebut. Kehadiran personel kepolisian di pos pengamanan ini bertujuan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugasnya, personel Polsek Metro Menteng melakukan berbagai kegiatan pengamanan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, patroli dialogis di sekitar kawasan Bundaran HI, pemantauan situasi kamtibmas, hingga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta mematuhi peraturan lalu lintas selama berada di kawasan tersebut. Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan seperti kepadatan kendaraan, aksi kriminalitas jalanan, hingga gangguan keamanan lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Papospam Bundaran HI Aiptu Rusdi Imanuel mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan pendekatan humanis serta pelayanan kepada masyarakat yang tengah beraktivitas di kawasan pusat kota tersebut.

“Kami bersama 11 personel yang bertugas di Pos Pengamanan Bundaran HI melaksanakan pemantauan dan pengamanan secara intensif. Selain melakukan pengaturan lalu lintas, kami juga melaksanakan patroli serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama berlangsungnya Operasi Ketupat Jaya 2026,” ujar Aiptu Rusdi Imanuel di lokasi.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa Operasi Ketupat Jaya merupakan operasi kemanusiaan yang rutin digelar setiap tahun oleh Polri guna menjamin keamanan masyarakat selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri.

“Kami telah menempatkan personel di sejumlah titik strategis di wilayah Jakarta Pusat, baik di pos pengamanan maupun pos pelayanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang merayakan Hari Raya Idulfitri,” ungkap Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta mematuhi peraturan lalu lintas demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di ibu kota.

Di sisi lain, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026, khususnya di titik-titik keramaian yang berada di wilayah hukum Polsek Metro Menteng.

“Kami memastikan seluruh personel yang bertugas di Pos Pam Bundaran HI melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Dengan adanya pengamanan yang dilakukan secara intensif oleh jajaran Polsek Metro Menteng di Pos Pam Bundaran HI tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas selama masa libur Lebaran dengan rasa aman dan nyaman, serta terciptanya situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Kapolres Metro Jakarta Pusat Cek Kesiapan Pos Pam Ketupat Jaya 2026 di Bundaran HI

Jakarta Pusat - Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung melaksanakan pengecekan langsung kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Jaya 2026 di kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan pengecekan tersebut turut didampingi oleh Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Eko Yulianto bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Jakarta Pusat. Kehadiran rombongan Kapolres disambut dan diterima langsung oleh Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu yang didampingi Wakapolsek Metro Menteng Kompol Bambang Santoso, Kasium Polsek Metro Menteng AKP Ade Mulyadi, serta Kapospam Bundaran HI IPTU Agung Sukiswo.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana pos pengamanan, serta sistem pelayanan kepada masyarakat yang disiagakan di Pos Pam Bundaran HI. Selain itu, Kapolres juga memberikan arahan langsung kepada personel yang bertugas agar selalu meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan fasilitas pos pengamanan siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya di kawasan strategis seperti Bundaran HI yang merupakan pusat aktivitas warga dan wisatawan.

“Pengecekan ini bertujuan memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam rangka Operasi Ketupat Jaya 2026. Kami ingin memastikan seluruh anggota yang bertugas di pos pengamanan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas maupun yang melaksanakan perjalanan mudik,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan sikap humanis, responsif terhadap setiap laporan masyarakat serta menj6aga sinergitas dengan unsur terkait dalam pelaksanaan pengamanan.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel serta berbagai sarana pendukung di Pos Pam Bundaran HI untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Jaya 2026.

“Polsek Metro Menteng bersama jajaran telah menyiapkan personel yang siaga di Pos Pam Bundaran HI guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, mengatur arus lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Pos Pam di kawasan Bundaran HI sangat strategis dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu ikon Jakarta yang selalu ramai dikunjungi warga, khususnya pada momentum libur panjang dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dengan adanya pengecekan langsung dari pimpinan, diharapkan seluruh personel yang bertugas di Pos Pam Ketupat Jaya 2026 dapat semakin siap dan optimal dalam menjalankan tugas pengamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)