View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 24 April 2026

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Sabu di Jakbar, 188,91 Gram Diamankan dari Dua Lokasi

Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Jakarta Barat dengan mengamankan seorang pria berinisial MS (30) yang ditangkap oleh Tim Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba di kawasan Jalan Daan Mogot, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Kanit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Ari Purwanto mengatakan penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut. Polisi kemudian melakukan pemantauan hingga mendapati MS berada di pinggir jalan.

“Pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, kami mengamankan terduga pelaku berinisial MS di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat,” kata AKP Ari Purwanto.

Dari penggeledahan di lokasi pertama, polisi menemukan sejumlah paket sabu yang dikemas dalam bungkusan hitam dengan berbagai kode, serta satu unit ponsel. Polisi lalu melakukan pengembangan ke rumah MS yang masih berada di kawasan tersebut.

Di lokasi kedua, polisi kembali menemukan sabu seberat 99,70 gram dan satu unit timbangan digital. Total sabu yang diamankan dari dua lokasi mencapai 188,91 gram.

“Barang bukti narkotika jenis sabu yang kami amankan dari TKP pertama dan TKP kedua total seberat 188,91 gram. Saat ini terhadap terduga pelaku masih kami lakukan pengembangan,” ujar Ari.

MS bersama barang bukti kini dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

MEMASUKI ERA PEPERANGAN RUDAL, TNI LAKSANAKAN PENEMBAKAN RUDAL SECARA MASIF

Jalesveva Jayamahe-Jakarta, 23 April 2026 – TNI menegaskan kesiapannya dalam menghadapi era peperangan modern melalui Latopslagab yang melibatkan kerja sama taktis antara 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dan pesawat F-16 TNI AU. Dalam latihan ini, sasaran eks-KRI Teluk Hading berhasil dihancurkan secara cepat melalui serangan terintegrasi di Perairan Karimun Jawa, Kamis (23/4).

Kegiatan tahap I yaitu Penembakan Rudal Exocet MM40 Block 3 oleh unsur KRI. Lalu tahap II yaitu Operasi Udara Lawan Laut (OULL) oleh 3 unit Fighter F-16 TNI AU yang melepaskan bom jenis MK-12 secara presisi.

Selain penembakan rudal, dilaksanakan pula Artillery Duel oleh unsur Striking Force TNI AL dengan sistem penembakan modern presisi tinggi yang berhasil menghancurkan sasaran darat di Pulau Gundul.

Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta para Kepala Staf Angkatan, memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme prajurit dan kesiapan alutsista TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Kegiatan ini merupakan demonstrasi kekuatan nyata (show of force) yang melibatkan interoperabilitas matra laut dan udara secara masif.

Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji kemampuan teknis, tetapi juga sebagai bentuk deterrence atau daya tangkal terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

AKSI SIGAP TNI AL DAN TIM SAR GABUNGAN EVAKUASI KORBAN TENGGELAM DI SUNGAI CISANGGARUNG

Jalesveva Jayamahe-Cirebon, 24 April 2026- -  Wujud nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan prajurit TNI AL. Kali ini, Personel Pos TNI AL (Posal) Gebang di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Cirebon yang dipimpin oleh Danposal Gebang Lettu Laut (S) Nurhayat bersama Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban tenggelam di Sungai Cisanggarung, Desa Waled Desa, Kab. Cirebon, Jumat (24/04).

Pencarian intensif yang berlangsung selama tiga hari membuahkan hasil. Korban atas nama Adit (15) ditemukan pada Kamis malam (23/4) dalam posisi mengapung, sementara korban atas nama Dani Hakim (15) ditemukan pada Jumat pagi (24/4), berjarak sekitar 5 KM dari lokasi kejadian awal. Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Waled menggunakan kendaraan patroli kepolisian.

Pada kesempatan terpisah, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini dan menegaskan bahwa keberhasilan evakuasi tersebut merupakan wujud nyata sinergitas TNI AL dengan instansi terkait serta masyarakat, dalam memberikan perlindungan dan pelayanan darurat bagi warga yang membutuhkan bantuan di wilayah kerja Lanal Cirebon.

Aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI AL di tengah masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam, sejalan dengan tugas kemanusiaan dan pengabdian kepada bangsa dan negara, sesuai dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Kolaborasi Lintas Sektor di Bali Perkuat Perlindungan Anak dari Ekstremisme di Lingkungan Sekolah

*

Bali, 24 April 2026 — Upaya pencegahan penyebaran paham ekstremisme dan terorisme di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam kegiatan Talkshow Segitiga Ekosistem Perlindungan Anak di Lingkungan Sekolah yang digelar di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat (24/4).

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Polda Bali, Densus 88 AT Polri, Disdikpora Provinsi Bali, KPAD Provinsi Bali, dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pembangunan keluarga.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyan Bagoes Oka, Gubernur Bali Wayan Koster, perwakilan BKKBN Provinsi Bali Ni Luh Gede Sukardiasih, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali Chandra Eka Yustisia, Kaban Kesbangpol Gede Suralaga, Kadisdikpora Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, serta perwakilan Kanwil Kemenag dan lembaga perlindungan anak.

Dalam sambutan yang mewakili Kepala Densus 88 AT Polri, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K. menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan ekstremisme pada anak.
“Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh kementerian dan lembaga, penanganan yang ada masih cenderung parsial dan belum terintegrasi. Ini menjadi tantangan bersama untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong pembentukan satgas nasional yang mampu mengoordinasikan penanganan secara terpadu, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa isu perlindungan anak telah berkembang menjadi isu strategis nasional.
“Perlindungan anak hari ini tidak lagi sekadar isu sosial, tetapi telah menjadi isu keamanan nasional, karena ancaman terhadap anak berkembang secara dinamis, kompleks, dan sering kali tidak terlihat secara kasat mata,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menyoroti tantangan generasi muda di era digital.
“Generasi muda sebagai digital native memang unggul dalam teknologi, namun di saat yang sama mereka juga rentan terhadap paparan informasi tanpa filter, efek *echo chamber*, dan rendahnya literasi digital,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan bahwa perlindungan anak dari pengaruh ekstremisme merupakan bagian dari agenda strategis pembangunan nasional.
“Perlindungan anak dari pengaruh ekstremisme harus dimulai dari hulu, yaitu keluarga. Ini merupakan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai benteng terhadap masuknya ideologi yang bertentangan dengan karakter bangsa.
“Nilai-nilai lokal seperti Tri Hita Karana harus terus diperkuat untuk menjaga harmoni dan membangun karakter generasi muda yang toleran,” kata dia.

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menegaskan komitmen kepolisian dalam pendekatan preventif berbasis kolaborasi.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara aparat, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi talkshow, materi dari Densus 88 AT Polri menyoroti bahwa penyebaran paham ekstremisme saat ini banyak memanfaatkan ruang digital dengan menyasar kelompok remaja. Pendekatan deteksi dini dinilai menjadi kunci untuk mencegah paparan sejak awal.

Ketua KPAD Provinsi Bali Ni Luh Gede Yastini menegaskan bahwa anak yang terpapar ekstremisme harus dipandang sebagai korban yang memerlukan perlindungan khusus.
“Pendekatan yang digunakan harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, termasuk dalam proses penanganan dan reintegrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Disdikpora Provinsi Bali melalui Kepala Bidang Pembinaan PK dan PLK  Anak Agung Bagus Suryawan, AP., M.AP. menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai instrumen utama pencegahan.
“Pendidikan karakter merupakan instrumen preventif utama untuk membangun ketahanan mental, moral, dan intelektual siswa agar tidak mudah terpengaruh paham radikal maupun terorisme.”

Kegiatan ini juga diisi dengan deklarasi bersama anti intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang melibatkan siswa, guru, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bali.

Melalui pendekatan segitiga ekosistem yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh ideologi kekerasan.

Bhabinkamtibmas Aktif Sambang Warga, Satkamling Pegangsaan Diperkuat Cegah Kejahatan Dini Hari


Jakarta Pusat – Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan jajaran Polsek Metro Menteng melalui kegiatan sambang dan patroli dialogis. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aipda H.M. Adhy M.N, melaksanakan sambang kamtibmas di Pos Satkamling Jalan Matraman Dalam II RW 08, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Jumat (24/4/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Adhy bertemu langsung dengan warga setempat, di antaranya Bapak Firmansyah dan Bapak Karsono, yang tengah melaksanakan ronda malam. Kehadiran polisi di tengah masyarakat ini sekaligus sebagai bentuk penguatan sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif.

Aipda Adhy menyampaikan sejumlah imbauan penting terkait kamtibmas, khususnya menjelang waktu rawan di dini hari hingga pagi hari. Ia mengingatkan agar kegiatan patroli lingkungan oleh warga terus ditingkatkan secara rutin dan terjadwal guna mengantisipasi potensi tindak kriminal seperti pencurian rumah kosong, aksi kejahatan jalanan, hingga potensi tawuran warga.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Kami mengimbau agar patroli Satkamling terus ditingkatkan, khususnya menjelang pagi hari yang rawan terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar Aipda Adhy di sela kegiatan.

Selain itu, ia juga mengajak warga untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar, sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Kegiatan sambang ini mendapat respons positif dari warga, yang merasa lebih aman dan diperhatikan dengan kehadiran polisi di lingkungan mereka. Warga juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat dalam menjaga keamanan wilayah.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif turun langsung ke masyarakat sebagai langkah preventif menjaga stabilitas kamtibmas.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman serta membangun komunikasi yang baik dengan warga. Sinergi antara polisi dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu juga menekankan pentingnya peran Satkamling sebagai garda terdepan dalam deteksi dini gangguan keamanan.

“Satkamling merupakan7 ujung tombak pengamanan di tingkat lingkungan. Dengan patroli rutin dan kewaspadaan warga, kita dapat mencegah berbagai potensi kejahatan sejak dini, termasuk aksi pencurian dan tawuran,” ungkap AKBP Braiel.

Melalui kegiatan sambang kamtibmas ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga wilayah Pegangsaan khususnya RW 08 tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sambang Satkamling, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perkuat Patroli Subuh


Jakarta Pusat - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aipda H.M. Adhy M.N, melaksanakan kegiatan sambang ke pos satkamling di Jalan Surabaya Ujung RT 01 RW 02, Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini turut melibatkan Satgas Gen Z Jaga Jakarta sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi dalam menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Jumat (24/4/2026)

Dalam kunjungannya, Aipda Adhy M.N bertemu dengan petugas keamanan setempat, Bapak Barja. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, khususnya pentingnya meningkatkan patroli di lingkungan pemukiman warga, terutama pada jam-jam rawan menjelang pagi hari. Menurutnya, waktu dini hari kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pencurian maupun tindak kriminal lainnya.

“Peran satkamling dan petugas keamanan lingkungan sangat vital dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Kami mengimbau agar patroli rutin terus ditingkatkan, khususnya menjelang subuh, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Aipda Adhy di sela kegiatan.

Kehadiran Satgas Gen Z Jaga Jakarta dalam kegiatan ini juga menjadi nilai tambah, di mana generasi muda dilibatkan secara aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, dalam keterangannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah. Ia menyebutkan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari strategi preventif Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan lingkungan.

“Kami terus mendorong jajaran untuk aktif turun ke lapangan, membangun komunikasi dengan warga serta menghidupkan kembali fungsi satkamling sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan,” ungkap Kombes Pol. Reynold.

Senada dengan itu, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan kegiatan patroli dialogis dan sambang wilayah guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Dengan kehadiran anggota di tengah masyarakat, kami ingin6 memberikan rasa aman sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungannya. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegas AKBP Braiel.

Melalui kegiatan sambang ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, serta tercipta sinergi yang kuat antara aparat kepolisian dan warga dalam mewujudkan Jakarta yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Patroli Jalan Kaki Di Cikini Menteng, Polsek Metro Menteng Perkuat Cipta Kondisi Cegah Gangguan Kamtibmas

Jakarta Pusat — Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Metro Menteng menggelar patroli cipta kondisi (cipkon) dengan metode jalan kaki di kawasan padat penduduk. Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Pegangsaan Timur RW 01, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, dengan menyasar titik-titik rawan gangguan keamanan, khususnya pada malam hingga dini hari. Jumat (24/4/2026).

Patroli dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda Faisal Ali Akbar bersama personel gabungan, yang menyusuri lingkungan permukiman warga secara humanis dan dialogis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat ini bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas seperti pencurian, aksi kriminalitas jalanan, hingga tawuran antarwarga yang kerap terjadi pada jam-jam rawan.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga yang masih beraktivitas. Imbauan kamtibmas disampaikan agar masyarakat turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kegiatan patroli jalan kaki ini merupakan bagian dari strategi preventif Polri untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif, khususnya di kawasan Menteng dan sekitarnya,” ujar Ipda Faisal Ali Akbar di sela kegiatan.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa patroli cipta kondisi akan terus ditingkatkan secara rutin dan berkelanjutan, terutama pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan wilayah Jakarta Pusat agar tetap kondusif. Patroli ini menjadi langkah konkret dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan malam hari dan tawuran warga. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyampaikan bahwa kehadiran anggota di lapangan secara langsung merupakan bentuk pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat.

“Kami terus mengintensifkan patroli dialogis dan jalan kaki agar lebih efektif dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan. Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan,” jelas AKBP Braiel.

Melalui kegiatan patroli cipta kondisi ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Menteng, khususnya di kawasan Pegangsaan dan Cikini, tetap terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang tanpa adanya rasa khawatir terhadap gangguan keamanan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)