View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 26 Maret 2026

Jaga Keamanan Lingkungan, Polsek Kebon Jeruk Lakukan Patroli Jalan Kaki di Green Garden

Jakarta Barat – Kehadiran polisi di tengah masyarakat kembali terasa melalui kegiatan patroli jalan kaki yang dilakukan jajaran Samapta Polsek Kebon Jeruk di kawasan Perumahan Green Garden RW 03, Kedoya Utara, Jakarta Barat, Rabu (25/3/2026).

Di bawah pimpinan Kanit Samapta IPTU Bahrudin bersama Aipda Herman Syah, personel menyusuri lingkungan permukiman secara langsung. 

Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nur Aqsha Ferdianto mengatakan, Langkah ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan bentuk nyata kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, termasuk tindak kriminal di rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.

" Dengan menyapa warga dan mengamati situasi sekitar, patroli jalan kaki ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat, Ujar Nur Aqsha Ferdianto saat dikonfirmasi, Kamis, 26/3/2026 

Kehadiran aparat di siang hari diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap niat kejahatan.

Selain itu, petugas juga mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama dalam menjaga keamanan lingkungan, memastikan rumah dalam kondisi aman, serta meningkatkan kepedulian antarwarga.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil dari sinergi yang kuat antara polisi dan masyarakat. Dengan kebersamaan, lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif dapat terus terjaga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali, serta mendapat respons positif dari warga yang merasa lebih tenang dengan kehadiran polisi di lingkungan mereka.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

71 Kg Sabu Berhasil Diungkap Ditresnarkoba Polda Banten

Serang – Polda Banten melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengungkap dua kasus besar peredaran gelap narkotika jenis sabu selama periode Maret 2026. 

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol. Dr. Hendra Wirawan, Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Wiwin Setiawan, Kombes Pol. Dian Setyawan, Kabidpropam Polda Banten Kombes Pol. Murwoto serta Kabid Humas Polda Banten, bertempat di Aula Ditreskrimum Polda Banten pada Kamis (26/02). 

Dalam keterangannya, Kapolda Banten menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk keseriusan Polda Banten dalam memberantas jaringan narkotika lintas provinsi yang memanfaatkan wilayah Banten sebagai jalur distribusi.

“Kami terus meningkatkan pengawasan, khususnya di jalur strategis seperti Pelabuhan Merak dan akses tol, guna memutus mata rantai peredaran narkotika,” ujar Kapolda.

*Dua Kasus Besar Terungkap*
Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat dua kasus utama yang berhasil diungkap, yakni pada 8 Maret 2026 di Terminal Eksekutif Merak dan 18 Maret 2026 di Jalan Terusan Tol Merak–Jakarta. 

Pada kasus pertama, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial AD yang membawa koper berisi narkotika jenis sabu seberat ±15,8 kilogram. Barang haram tersebut dikemas dalam 15 bungkus plastik dan disamarkan untuk mengelabui petugas saat pemeriksaan. 

Sementara itu, pada kasus kedua, petugas menghentikan sebuah kendaraan yang melintas di jalur tol dan menemukan sabu seberat ±55,2 kilogram yang disembunyikan di dalam bagian door trim mobil. Dua tersangka berinisial BR dan MN berhasil diamankan di lokasi. 

*Modus dan Jaringan*
Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol. Wiwin Setiawan menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan berbagai modus untuk menghindari petugas, mulai dari penyembunyian dalam koper hingga memodifikasi kendaraan.

“Para tersangka berperan sebagai kurir dan pengedar yang merupakan bagian dari jaringan narkotika lintas provinsi. Jalur Lampung–Merak hingga akses darat menuju Jakarta menjadi rute utama distribusi,” jelasnya.

*Barang Bukti dan Dampak*
Dari dua kasus tersebut, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai ±71.074 gram atau sekitar 71 kilogram sabu. Selain itu, turut disita barang bukti lain berupa empat unit handphone, satu unit mobil Toyota Rush, satu unit mobil towing, serta sejumlah uang tunai. 

Nilai keseluruhan barang bukti diperkirakan mencapai ±Rp85,2 miliar, dengan estimasi harga Rp1,2 juta per gram. Lebih jauh, pengungkapan ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 284 ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. 

*Pasal yang Disangkakan*
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:

- Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
- Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
- Jo Pasal 609 Ayat (2) Huruf A Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP 

Dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar.

*Komitmen Polda Banten*
Kapolda Banten menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap jaringan yang terlibat serta meningkatkan sinergi dengan instansi terkait.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran narkotika. Ini adalah komitmen kami dalam melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba,” tegas Kapolda.

Di akhir kesempatan, Kabid Humas Polda Banten mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika.

“Bersama Kita Lawan Penyalahgunaan Narkotika demi Keamanan dan Masa Depan Bangsa.”

Patroli Satgas Ops Damai Cartenz di Intan Jaya: Interaksi dengan Warga dan Anak-anak di Sugapa


Intan Jaya – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (25/3/2026). Patroli berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan mencakup sejumlah titik seperti Kampung Mamba, Pasar Intan Jaya, dan area Bank Papua.

Di Kampung Mamba dan pasar, personel berhenti untuk berbicara dengan warga yang sedang beraktivitas. Beberapa warga terlihat menyampaikan kondisi kampung, sementara aparat memberikan imbauan terkait keamanan.

Di sela patroli, sejumlah anggota juga berinteraksi dengan anak-anak yang berada di sekitar lokasi. Mereka membagikan makanan ringan dan mengajak anak-anak bermain di halaman terbuka. Beberapa anak mendekat, sementara yang lain memilih melihat dari kejauhan.

“Saya lihat anak-anak senang, tapi ada juga yang masih takut-takut,” kata seorang warga yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 12.00 WIT, patroli berlanjut ke area Bank Papua untuk memastikan aktivitas pelayanan berjalan seperti biasa.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H. menyatakan bahwa patroli dialogis dilakukan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

“Patroli dialogis ini menjadi salah satu upaya kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. menekankan pentingnya komunikasi dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

“Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi lebih awal,” katanya.

Situasi di wilayah Sugapa selama patroli dilaporkan berjalan tanpa insiden. Namun, interaksi antara aparat dan masyarakat masih menunjukkan respons yang beragam.

Rabu, 25 Maret 2026

Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Pastikan Mudik dan Arus Balik Aman dan Kondusif

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/688/III/OPS.1.1./2026. Meski demikian, pengamanan arus balik masih akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.

Kamis (26/03) Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen. Pol Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan aman, tertib, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan.

“Secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan terkendali meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Brigjen. Pol Tjahyono.

Ia menjelaskan, berdasarkan data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.521.125 unit atau 72 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 1.958.838 unit atau 57,71 persen dari proyeksi 3,4 juta kendaraan.

“Artinya, masih terdapat sekitar 42,29 persen arus balik yang diprediksi akan terjadi pada gelombang kedua tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk itu, Polri akan terus siaga melalui KRYD,” lanjutnya.

Puncak arus mudik tercatat terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026 dengan jumlah 270.315 unit kendaraan keluar Jakarta, meningkat 4,62 persen dibandingkan tahun 2025 dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. 

Sementara puncak arus balik terjadi pada 24 hingga 25 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan atau meningkat sekitar 14,68 persen.

Kelancaran arus lalu lintas, lanjutnya, tidak terlepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara dinamis dan berbasis parameter, seperti penerapan contraflow bertahap, one way lokal Presisi, hingga one way nasional baik pada arus mudik maupun arus balik.

Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi ruas Parungkuda–Karangtengah terbukti efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Pada sektor penyeberangan dan transportasi umum, situasi di lintasan Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk, termasuk bandara, terminal, dan stasiun, secara umum berjalan aman dan terkendali. Kepadatan yang sempat terjadi di Gilimanuk pun berhasil diurai melalui koordinasi cepat antar instansi.

Dari sisi keamanan dan keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen serta penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat serta efektivitas pengamanan dan pelayanan di lapangan,” kata Brigjen. Pol Tjahyono.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak terdapat gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mudik, perayaan Idul Fitri, hingga Hari Raya Nyepi, berlangsung aman dan kondusif.

Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalur transportasi, hingga simpul-simpul pergerakan masyarakat lainnya.

“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalan tol, jalan arteri, serta pelabuhan penyeberangan dan simpul transportasi lainnya,” jelasnya.

Selama operasi berlangsung, Polri melakukan pengamanan di ribuan titik, termasuk 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan, serta 121.803 tempat ibadah. 

Pengamanan tersebut juga didukung oleh 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.

Selain itu, berbagai inovasi pelayanan turut dihadirkan, seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus ke berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY, serta layanan 24 jam di pos pengamanan dan pos pelayanan.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam operasi ini, melalui penggunaan Command Center Korlantas, ETLE Patrol, Traffic Accident Analysis (TAA), Road Accident Rescue (RAR), Mobile Command Center, serta body camera.

Brigjen. Pol Tjahyono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat dan rekan-rekan media atas sinergi yang terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Polri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26 dan 27 Maret 2026 serta kebijakan work from anywhere guna mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang siaga 24 jam apabila membutuhkan bantuan.

Polri menegaskan akan tetap hadir dan siaga melalui KRYD hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 2026 selesai, demi memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

Patroli di Ilaga, Menjaga Keamanan Sambil Membangun Percakapan dengan Warga

ILAGA – Pagi itu, sejumlah personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berjalan kaki menyusuri permukiman warga di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Senin (23/3/2026). Mereka tidak hanya memantau situasi, tetapi juga berhenti untuk berbincang dengan warga yang ditemui di sepanjang jalan.

Di beberapa titik, aparat terlihat menyapa warga dan menanyakan kondisi lingkungan sekitar. Percakapan berlangsung sederhana tentang aktivitas sehari-hari hingga situasi keamanan yang dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan tanpa menciptakan jarak dengan masyarakat. Interaksi langsung diharapkan dapat membantu aparat memahami situasi secara lebih utuh, sekaligus memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan pengalaman mereka.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli dialogis menjadi salah satu cara untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli dan interaksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran aparat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan publik,” ujar Irjen Pol. Dr. Faizal.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menilai komunikasi yang terjalin di lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan.

“Melalui patroli rutin dan komunikasi yang baik dengan masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini. Ini merupakan komitmen kami untuk terus menjaga keamanan secara berkelanjutan,” kata Kombes Pol. Adarma.

Patroli berlangsung tanpa insiden. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan upaya aparat untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pihak yang membuka ruang interaksi dengan masyarakat dalam keseharian mereka.

Arus Balik Lebaran 2026, Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan Kebijakan WFA

JATENG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) terkait arus balik Lebaran 2026. 

Hal ini disampaikan saat secara resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional arus balik lebaran 2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Kapolri menuturkan, kebijakan tersebut WFA dilakukan guna mengurai kepadatan di saat puncak arus balik Lebaran 2026. 

"Jadi kalau ada masyarakat yang ingin memilih balik bisa memanfaatkan besok tanggal 25, 26, 27, tadi sudah saya sampaikan dan ini saya sampaikan sekali lagi sehingga kemudian puncak arus mudik ini bisa terurai," kata Sigit.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan pihaknya bersama stakeholders lainnya telah menyiapkan sejumlah strategi guna menghadapi arus balik pada hari ini. Salah satunya pemberlakuan one way nasional yang resmi dibuka dari GT Kalikangkung KM 414 hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek.

"Kami membagi agar tidak terjadi bottleneck pada saat sampai di arah Jakarta. Oleh karena itu tentunya ada penggunaan-penggunaan tol fungsional, kemudian rekayasa lalu lintas yang akan dilaksanakan," katanya.

Dalam kesempatan ini, Sigit meminta masyarakat tetap menjaga menjaga keamanan dan keselamatan. Untuk itu, pemudik diimbau agar memanfaatkan seluruh fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, apakah itu fasilitas yang di rest area, di pos pelayanan maupun pos terpadu.

"Sehingga pemudik yang kecapean tentunya kita harapkan untuk bisa beristirahat dan jangan memaksakan diri," katanya.

Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya Dipuji Warga, Proses Tuntas Sekitar Satu Jam

Jakarta — Pelayanan di BPKB Polda Metro Jaya mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Orin, yang mengurus perubahan alamat serta pembayaran pajak kendaraan tahunan mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas pada Rabu (25/3/2026).

Orin menyampaikan bahwa proses pelayanan berjalan cepat dan efisien. Meski datang saat jam istirahat, seluruh proses administrasi dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. “Saya datang sekitar jam 12 lewat, lalu mulai proses sebelum jam 1. Sekitar jam 2 sudah selesai semua. Jadi cepat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sikap petugas yang dinilai sopan, ramah, serta responsif dalam memberikan arahan. Menurutnya, setiap tahapan dijelaskan dengan baik, termasuk saat membutuhkan informasi tambahan seperti lokasi fotokopi maupun alur pelayanan. “Dari awal sampai selesai semua dibantu, petugasnya ramah dan cepat. Jadi sangat memudahkan,” tambahnya.

Meski demikian, Orin turut memberikan masukan terkait fasilitas pendukung, khususnya kantin, agar dapat ditingkatkan kenyamanannya bagi masyarakat yang menunggu pelayanan.

Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Iptu Ibnu Widiyantoro, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi kecepatan layanan maupun fasilitas pendukung.

Menurutnya, pelayanan yang cepat, ramah, dan informatif menjadi komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang optimal. “Setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi pelayanan utama maupun fasilitas pendukung,” ujarnya.

Melalui pelayanan yang optimal tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam mengurus administrasi kendaraan, sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pelayanan kepolisian.