View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 23 Januari 2026

KAPOLSEK BANTAR GEBANG BERSAMA UNSUR TIGA PILAR KELURAHAN CIMUNING LAKSANAKAN PATROLI DAN PENGECEKAN TITIK GENANGAN


 

Kota Bekasi – Kapolsek Bantar Gebang Kompol Sukadi, SH, MM bersama unsur Tiga Pilar Kelurahan Cimuning telah melaksanakan kegiatan patroli, monitoring, dan pengecekan titik genangan air di wilayah Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai tanggapan atas curah hujan tinggi yang mengguyur dari malam hingga saat ini. Jum'at (23/1).
 
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
Kompol Sukadi, SH, MM (Kapolsek Bantar Gebang), Akp Juhaeri (Kanit Intelkam Polsek Bantar Gebang), Iptu Jamingan (Kanit Binmas Polsek Bantar Gebang), Bpk. Omad Sandra Saputra, SE., MM (Lurah Cimuning), Ipda Nasrullah MB (Panit Binmas Polsek Bantar Gebang), Aiptu Khafid Anwar (Bhabinkamtibmas Kelurahan Cimuning), Koptu Ermansyah (Babinsa Kelurahan Cimuning), Anggota Polsek Bantar Gebang, Ketua DKM Musholla dan warga RT 004 
 
Pengecekan difokuskan pada kawasan Perumahan Kota Baru, Jalan Sero, RT 004/001 Kelurahan Cimuning, yang tercatat sebagai wilayah rawan genangan. Saat ini, tinggi genangan air di lokasi tersebut bervariasi antara 40 hingga 80 sentimeter.
 
Dalam kesempatan ini, Kapolsek Bantar Gebang Kompol Sukadi memberikan bantuan berupa mie instan dan air mineral kepada warga yang mengungsi di mushola terdekat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama kondisi genangan berlangsung.(Humas Polsek Bantar Gebang).

Kapolres Metro Tangerang Kota Tinjau Lokasi Pengungsian Banjir dan Dapur Umum, Salurkan Bantuan kepada Warga

Tangerang – Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi pengungsian dan posko dapur umum bagi warga terdampak banjir di wilayah Kota Tangerang, Jum’at (23/1/2026).

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri serta untuk memastikan kondisi warga terdampak banjir tertangani dengan baik. Dimulai dari Posko Siaga Banjir Perumahan Periuk Damai RW 08, Kel/Kec. Periuk, Kota Tangerang, dilanjutkan ke beberapa titik pengungsian lainnya.

Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Polres Metro Tangerang Kota Ny. Kamala Jauhari, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si., Kabag Ops, para Pejabat Utama Polres Metro Tangerang Kota, Kapolsek jajaran, serta  beserta pengurus Bhayangkari.

Di lokasi pengungsian Masjid Al-Jihat Perumahan Periuk Damai RW 08, Kapolres dan rombongan menyapa para pengungsi serta menyerahkan bantuan berupa paket sembako. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Mushola Al-Amin, Kampung Candulan RT 03/07, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, dengan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Selain itu, Kapolres Metro Tangerang Kota bersama Ketua Bhayangkari turut mengunjungi warga terdampak banjir di Perumahan Pinang Griya Permai RW 06, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang. Pada kesempatan tersebut, Kapolres memberikan dukungan moril, motivasi, serta trauma healing kepada anak-anak korban banjir, sekaligus menyalurkan bantuan berupa paket sembako, susu dan popok bayi, serta selimut.

Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian institusi Polri.

“Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik,” ujar Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari.

Ia juga menambahkan bahwa Polres Metro Tangerang Kota akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam penanganan bencana banjir.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dan situasi tetap aman serta kondusif,” tambahnya.

Mapolres Metro Bekasi Kota Gelar Pelatihan Penanganan Satwa Liar untuk Personel

Kota Bekasi – Mapolres Metro Bekasi Kota mengadakan pelatihan penanganan satwa liar bagi personelnya pada Jumat (23/01/2026). Dalam pelatihan ini, para personel diberikan edukasi tentang berbagai jenis satwa liar, seperti ular, iguana, hingga buaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota kepolisian dalam menangani satwa liar yang kerap ditemukan di wilayah Kota Bekasi, terutama saat banjir. 

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menjelaskan bahwa pelatihan ini penting karena wilayah Bekasi sering menjadi lokasi ditemukannya satwa liar yang dapat membahayakan masyarakat. "Hari ini kami melakukan pelatihan dan edukasi kepada personel terkait penanganan satwa liar. Ini penting agar mereka dapat mengenali jenis satwa dan cara menanganinya agar tidak membahayakan manusia," ujar Kusumo.

Kondisi banjir yang sering terjadi di Kota Bekasi kerap membawa satwa liar ke permukiman warga. Satwa-satwa seperti ular dan biawak menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat, sehingga pengetahuan tentang penanganan mereka sangat dibutuhkan. Dalam pelatihan ini, personel diajarkan cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa, serta bagaimana langkah penanganan yang tepat untuk setiap jenis satwa.

Selain teori, para peserta juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan satwa liar yang dihadirkan. Dengan bimbingan instruktur, personel mempelajari cara menangani satwa secara aman dan efektif. "Kami berharap, melalui pelatihan ini, para personel dapat memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan saat menghadapi satwa liar," pungkas Kapolres.

Lewat Buku, Wakapolri Titipkan Pesan Penting Pemberantasan TPPA–PPO kepada 5 Calon Atase dan Staf Teknis Polri


Jakarta — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan pesan strategis pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Perlindungan Perempuan dan Anak (TPPA–PPO) kepada lima calon Atase Kepolisian Republik Indonesia (Atpol RI) dan staf teknis Polri melalui penyerahan buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital”.

Pesan penting tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan Bagi Calon Atase Kepolisian RI dan Staf Teknis Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 10.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Ruang Kerja Wakapolri, Lantai 2 Gedung Utama Mabes Polri.

Adapun lima personel Polri yang mengikuti pembekalan dan akan melaksanakan penugasan sebagai Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri di luar negeri adalah:
1. Kombes Pol Sofyan Arief, S.I.K. — Atase Kepolisian RI di Berlin, Jerman
2. Kombes Pol M. Sandhi Satyatama, S.H., S.I.K., M.S.C.S. — Atase Kepolisian RI di Ankara, Turki
3. Kombes Pol I Nengah Adi Putra, S.I.K. — Atase Kepolisian RI di Manila, Filipina
4. AKBP Taufik Noor Isya, S.I.K. — Staf Teknis Polri di Kuala Lumpur, Malaysia
5. AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang, S.I.K., M.Si. — Staf Teknis Polri di Kuching, Malaysia

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa TPPA–PPO merupakan kejahatan kemanusiaan lintas negara yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi digital, dengan perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan menjadi korban. Oleh karena itu, para atase dan staf teknis diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penindakan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama internasional.

“Melalui buku ini, saya menitipkan pesan penting agar pemberantasan TPPA dan PPO menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan. Ini adalah amanah kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral dan institusional Polri,” tegas Wakapolri.

Wakapolri juga menekankan bahwa para calon atase dan staf teknis merupakan representasi kehormatan Polri di kancah internasional, sehingga diharapkan mampu menjalankan fungsi intelijen, diplomasi kepolisian, serta kehumasan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan diaspora Indonesia di negara penugasan.

Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh Kadivhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H. dan Kabagwakinter Rokersin Divhubinter Polri Kombes Pol Andiko Wicaksono, S.I.K.

Buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” ditulis bersama oleh:
• Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
• Komjen Pol. (Purn.) Drs. I Ketut Suardana, M.Si.
• Direktur Tindak Pidana PPA–PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.

Karya ini diharapkan menjadi rujukan akademis, praktis, dan kebijakan bagi aparat penegak hukum, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta pemberantasan TPPA–PPO di era digital.

Satgas Damai Cartenz 2026 Perkuat Toleransi dengan Pembersihan Masjid An-Nur Mile 32

MIMIKA — Dalam rangka menjaga keharmonisan dan kedamaian di Papua Tengah, Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan kegiatan pembersihan Masjid An-Nur Mile 32, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Polri dalam merawat toleransi dan memperkuat hubungan dengan masyarakat lintas agama.

Personel Operasi Damai Cartenz 2026 bergotong royong membersihkan area masjid bersama pengurus dan warga sekitar. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana dialog dan sosialisasi, memperkuat komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan damai.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan operasi di Papua.

“Operasi Damai Cartenz 2026 mengedepankan nilai kemanusiaan dan toleransi. Dengan hadir di rumah ibadah, Polri ingin menunjukkan bahwa kedamaian dibangun bersama, melalui saling menghormati dan kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat,” jelas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Ketua Takmir Masjid An-Nur Mile 32, Ustaz Ahmad Yoman, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Ia menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

“Kami melihat polisi hadir dengan niat baik dan penuh rasa hormat. Kegiatan ini membuat jamaah merasa aman dan dihargai. Operasi Damai Cartenz benar-benar membawa semangat damai dan kebersamaan,” ujar Ustaz Ahmad Yoman.

Kegiatan pembersihan masjid berjalan aman dan lancar serta mendapat respons positif dari masyarakat. Melalui kegiatan sosial keagamaan ini, Operasi Damai Cartenz 2026 terus menegaskan komitmennya menjaga Papua tetap aman, damai, dan harmonis dengan mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan kepada masyarakat.

Respons Cepat Operasi Damai Cartenz 2026, Personel Sektor IV Evakuasi Warga Sakit di Puncak Jaya

PUNCAK JAYA — Personel Sektor IV Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 kembali menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan cepat dan humanis kepada masyarakat. Pada Jumat, 23 Januari 2026, personel Sektor IV ODC 2026 melaksanakan respons cepat atas laporan masyarakat terkait seorang warga yang mengalami sakit akibat pemukulan oleh anggota keluarganya di Desa Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh DPP Briptu Muhammad Rizqi bersama delapan personel lainnya. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima pada pukul 15.30 WIT, personel segera bergerak menuju rumah korban untuk melakukan visit dan observasi awal.

Sekitar pukul 15.50 WIT, personel tiba di lokasi dan langsung memberikan penanganan awal kepada korban. Dari hasil observasi, korban diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 38 tahun dan mengalami cedera pada bagian pinggang bagian dalam. Mengingat kondisi korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, personel kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Mulia Puncak Jaya.

Pada pukul 16.15 WIT, korban tiba di RSUD Mulia Puncak Jaya dan diserahkan kepada pihak rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sebelum personel kembali ke Pos Kulirik Puncak Jaya.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Operasi Damai Cartenz dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik.

“Setiap laporan masyarakat harus ditangani dengan cepat, tepat, dan penuh empati. Kehadiran personel Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan Papua,” tegas Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis dan tindakan cepat di lapangan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran aparat keamanan.

Respons cepat yang dilakukan oleh personel Sektor IV Operasi Damai Cartenz 2026 ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran aparat yang sigap membantu warga dalam kondisi darurat dinilai memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat Papua dengan mengedepankan prinsip melindungi, mengayomi, dan melayani, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Satgas Tindak ODC 2026 Perkuat Kedamaian Melalui Patroli Humanis di Wilayah Puncak

PUNCAK — Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh rangkaian patroli yang dilaksanakan Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 merupakan bagian dari upaya menghadirkan kedamaian dan rasa aman yang berkelanjutan bagi masyarakat Papua.

“Operasi Damai Cartenz 2026 hadir untuk menjaga Papua tetap aman dan damai. Setiap patroli dilakukan dengan pendekatan humanis, mengedepankan dialog serta kehadiran aparat yang menenangkan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Sejalan dengan komitmen tersebut, jajaran Satgas Tindak ODC Sektor Puncak melaksanakan patroli rutin di sejumlah titik rawan guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat setempat.

Di wilayah Pos Ilaga, personel Satgas Tindak ODC 2026 melaksanakan patroli di jalur klasik perlintasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dalam kegiatan tersebut, personel juga berinteraksi langsung dengan masyarakat di sekitar jalur perlintasan serta menemukan beberapa honai yang sudah tidak digunakan atau dalam kondisi kosong. Secara umum, situasi di wilayah Pos Ilaga terpantau aman dan terkendali.

Sementara itu, patroli di wilayah Pos Sinak dilaksanakan setelah pelaksanaan Salat Jumat dengan menyusuri sejumlah rute, yakni TK Kandoe, SMP Negeri 1 Sinak, Posko Pengungsian Sementara Distrik Sinak Barat, Kembru, dan Bina. Selama patroli berlangsung, situasi keamanan terpantau aman dan kondusif.

Kegiatan patroli tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tokoh masyarakat setempat, Yohanes Wenda, menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam Operasi Damai Cartenz 2026.

“Kami melihat polisi hadir dengan cara yang baik dan menghormati masyarakat. Patroli dilakukan dengan tenang dan menyapa warga. Kehadiran Operasi Damai Cartenz membuat kami merasa lebih aman dan berharap kedamaian ini terus terjaga,” ujar Yohanes Wenda.

Secara keseluruhan, patroli Satgas Tindak ODC 2026 di wilayah Pos Ilaga dan Pos Sinak berjalan aman dan terkendali. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga Papua tetap aman, damai, dan harmonis melalui pendekatan humanis dan pelayanan yang berorientasi pada masyarakat.