View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Minggu, 01 November 2026

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Subuh Keliling di Masjid Wali Jatimekar, Ajak Warga Jaga Kondusivitas

KOTA BEKASI — Kapolda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Bekasi Kota menggelar kegiatan Subuh Keliling sekaligus silaturahmi kamtibmas di Masjid Wali Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026), mulai pukul 03.51 WIB hingga 05.12 WIB.

Sekitar 70 jemaah dari lingkungan setempat hadir dalam rangkaian ibadah dan silaturahmi bersama jajaran kepolisian.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama Karorena Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Teguh Tri Sasongko, S.I.K., dan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, S.I.K.

Turut hadir Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., Kapolsek Jatiasih AKP Rusnawati, S.H., jajaran pejabat utama Polres, Ketua DKM H. Djajusman, serta tokoh masyarakat setempat.

Rombongan Kapolda tiba di masjid pada pukul 03.51 WIB. Salat Subuh berjemaah kemudian dilaksanakan pada pukul 04.20 WIB dengan Ustaz Aceng sebagai imam.

Seusai salat, Ustaz Aceng mewakili DKM menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran jajaran kepolisian yang beribadah bersama warga.

 Kapolda mengajak jemaah untuk bersyukur dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan provokasi maupun ujaran kebencian.

“Program Polisi Bersama Masyarakat ini bertujuan membangun silaturahmi. Saya tegaskan kepada seluruh jajaran Polres Metro Bekasi Kota untuk tidak membiarkan sesuatu yang rusak memancing kerusakan lain. Jika ada pembiaran, akan saya tindak tegas,” kata Dadang.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menambahkan bahwa subuh Keliling akan terus dilaksanakan sesuai program Kapolda Metrojaya dalam Polisi Bersama Masyarakat di Masjid - masjid wilayah Polres Metro Bekasi Kota. 

Sabtu, 31 Oktober 2026

Cegah Peredaran Narkoba Kembali Marak, Kapolda Metro Jaya Tekankan Penataan Kampung Bahari

JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penataan lingkungan di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikannya saat meninjau operasi pemberantasan narkoba, Minggu (1/11/2026).

Kapolda mengatakan, penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Diperlukan langkah lanjutan yang memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan.

Saat menyusuri kawasan sekitar rel kereta api, Kapolda melihat sejumlah bangunan yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar lingkungan tidak kembali digunakan untuk kegiatan serupa.

Kapolda menyampaikan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian mengenai kemungkinan penataan kawasan di sekitar rel. Ia menilai langkah tersebut memerlukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya, termasuk dalam memperhatikan kondisi permukiman serta kehidupan masyarakat setempat.

“Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kapolda, penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga yang menjalankan aktivitas dan mencari nafkah secara sah.

Ia juga mengingatkan bahwa kepolisian memiliki batas kewenangan dalam menangani persoalan permukiman dan sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, pihak perkeretaapian, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar penataan dapat dilakukan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Kapolda berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti setelah operasi kepolisian selesai. Melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kawasan tersebut diharapkan menjadi lingkungan yang lebih aman dan tertata serta terbebas dari aktivitas peredaran narkoba.

Operasi Pemberantasan Narkoba di Kampung Bahari, Polisi Amankan Sejumlah Orang dan Barang Bukti

JAKARTA — Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan instansi terkait menggelar operasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), diawali dengan apel kesiapan personel gabungan di kawasan Jakarta Utara. Operasi melibatkan unsur Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, BNN, serta instansi terkait.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah orang beserta berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Barang bukti yang ditemukan antara lain diduga sabu, ekstasi, ganja, Happy Five, serta cartridge yang diduga mengandung etomidate.

Selain narkotika dan obat-obatan, petugas juga mengamankan senjata api, amunisi, senjata tajam, airsoft gun, serta sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran dan produksi narkotika, termasuk mesin, timbangan, serta catatan yang masih didalami penyidik.

Terhadap orang-orang yang diamankan, penyidik melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran dan keterkaitan masing-masing dengan barang bukti yang ditemukan. Kepolisian juga mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba dengan mengedepankan sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat sebagai wujud nyata Kerja Melayani Jakarta.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung. Perkembangan hasil operasi akan disampaikan lebih lanjut setelah melalui proses verifikasi dan penyidikan.

Kapolda Metro Jaya Tekankan Penanganan Narkoba Berkelanjutan di Kampung Bahari


JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penanganan peredaran narkoba secara berkelanjutan melalui penegakan hukum, penataan lingkungan, dan penguatan ketahanan sosial masyarakat. Hal itu disampaikannya saat meninjau operasi pemberantasan narkoba di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026).

Kapolda mengatakan, Kampung Bahari merupakan salah satu dari tiga kawasan yang menjadi prioritas pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dua kawasan lainnya berada di Jakarta Barat dan telah menjadi perhatian kepolisian berdasarkan hasil pemetaan sebelumnya.

“Kami melakukan penyisiran atau pembersihan kampung narkoba. Prioritas utama dari pembersihan kampung narkoba di wilayah Polda Metro Jaya itu memang kita lakukan di tiga tempat,” ujarnya.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi perlu diikuti penataan lingkungan dan penguatan peran masyarakat. Langkah tersebut penting agar kawasan yang telah ditangani tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Saat meninjau Kampung Bahari, Kapolda melihat sejumlah lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Di sekitar kawasan tersebut juga terdapat warga yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan memulung. Ia menekankan pentingnya penataan yang cermat dengan tetap memperhatikan masyarakat yang mencari nafkah secara sah.

Kapolda menyampaikan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian mengenai kemungkinan penataan kawasan di sekitar rel. Langkah tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya agar penanganan persoalan lingkungan maupun sosial dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing.

“Kita tata kelola dengan baik dan tentu ini harus usaha bersama karena pihak kepolisian tidak memiliki kewenangan sampai di situ,” jelasnya.

Kapolda berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti pada operasi kepolisian, tetapi dapat dilanjutkan melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat. Dengan upaya bersama, lingkungan diharapkan menjadi lebih tertata dan aman, sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali aktivitas peredaran narkoba.

Cegah Peredaran Narkoba Kembali Marak, Kapolda Metro Jaya Tekankan Penataan Kampung Bahari

JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menekankan pentingnya penataan lingkungan di Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, agar kawasan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikannya saat meninjau operasi pemberantasan narkoba, Minggu (1/11/2026).

Kapolda mengatakan, penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya melalui penyisiran dan penegakan hukum. Diperlukan langkah lanjutan yang memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan secara berkelanjutan.

Saat menyusuri kawasan sekitar rel kereta api, Kapolda melihat sejumlah bangunan yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar lingkungan tidak kembali digunakan untuk kegiatan serupa.

Kapolda menyampaikan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian mengenai kemungkinan penataan kawasan di sekitar rel. Ia menilai langkah tersebut memerlukan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya, termasuk dalam memperhatikan kondisi permukiman serta kehidupan masyarakat setempat.

“Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kapolda, penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Upaya tersebut perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga yang menjalankan aktivitas dan mencari nafkah secara sah.

Ia juga mengingatkan bahwa kepolisian memiliki batas kewenangan dalam menangani persoalan permukiman dan sosial masyarakat. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah, pihak perkeretaapian, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar penataan dapat dilakukan sesuai tanggung jawab masing-masing.

Kapolda berharap penanganan Kampung Bahari tidak berhenti setelah operasi kepolisian selesai. Melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, kawasan tersebut diharapkan menjadi lingkungan yang lebih aman dan tertata serta terbebas dari aktivitas peredaran narkoba.

Operasi Pemberantasan Narkoba di Kampung Bahari, Polisi Amankan Sejumlah Orang dan Barang Bukti

JAKARTA — Polda Metro Jaya bersama Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan instansi terkait menggelar operasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), diawali dengan apel kesiapan personel gabungan di kawasan Jakarta Utara. Operasi melibatkan unsur Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, BNN, serta instansi terkait.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah orang beserta berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Barang bukti yang ditemukan antara lain diduga sabu, ekstasi, ganja, Happy Five, serta cartridge yang diduga mengandung etomidate.

Selain narkotika dan obat-obatan, petugas juga mengamankan senjata api, amunisi, senjata tajam, airsoft gun, serta sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran dan produksi narkotika, termasuk mesin, timbangan, serta catatan yang masih didalami penyidik.

Terhadap orang-orang yang diamankan, penyidik melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran dan keterkaitan masing-masing dengan barang bukti yang ditemukan. Kepolisian juga mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba dengan mengedepankan sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat sebagai wujud nyata Kerja Melayani Jakarta.

Hingga saat ini, proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung. Perkembangan hasil operasi akan disampaikan lebih lanjut setelah melalui proses verifikasi dan penyidikan.

Sapaan Hangat dan Berbagi Makanan Warnai Pelayanan Polisi di Apel Solidaritas Palestina Monas

JAKARTA — Suasana hangat terlihat di tengah kegiatan Apel Akbar Solidaritas Palestina 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026). 

Personel Polda Metro Jaya yang bertugas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menyapa peserta, berbincang akrab, hingga berbagi makanan dengan masyarakat yang hadir.

Di sekitar lokasi kegiatan, sejumlah petugas tampak menghampiri peserta yang sedang beristirahat bersama keluarga. 

Mereka menyapa anak-anak, berbincang dengan warga, dan membagikan makanan. Interaksi sederhana tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran petugas juga terlihat di sejumlah akses menuju lokasi kegiatan. Personel lalu lintas membantu menjaga keselamatan pejalan kaki dan mengatur arus kendaraan agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan dengan baik.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, pelayanan kepolisian dalam kegiatan tersebut mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Kehadiran personel bukan semata untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa aman dan membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kami hadir dengan semangat Kerja Melayani Jakarta untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman. Keselamatan masyarakat, baik peserta kegiatan maupun warga yang beraktivitas di sekitarnya, menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya mengajak seluruh peserta untuk saling menghormati, mengikuti arahan petugas, serta bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik. Kehangatan dalam interaksi antara polisi dan masyarakat menjadi bagian dari pelayanan yang mengedepankan kepedulian dan kebersamaan.