View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Minggu, 19 April 2026

Patroli/Siskamling Keliling Koramil 01/Jatinegara Jaga Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

Jakarta Timur - Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Jatinegara, Babinsa Koramil 01/Jatinegara bersama unsur tiga pilar dan komponen masyarakat melaksanakan patroli serta siskamling keliling sebagai bentuk nyata sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Minggu (19/04/26).

Kegiatan siskamling dipusatkan di Pos Siskamling RW 01, Jl. Cipinang Raya Kelurahan Cipinang Muara. Patroli dimulai dari Makoramil 01/Jatinegara dengan rute menyusuri sejumlah titik strategis, di antaranya Jl. Bekasi Barat, Jl. Bypass D.I. Pandjaitan, Jl. Basura Raya, Jl. Terminal Kampung Melayu, Jl. Otista Raya, hingga Jl. Matraman Raya sebelum kembali ke Makoramil.

Turut terlibat dalam kegiatan ini Babinsa Koramil 01/Jatinegara, Binmaspol Polsek Jatinegara, FKDM, Satpol PP Kecamatan, serta warga masyarakat setempat yang menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Batuud Koramil 01/Jatinegara Peltu Waridi, menegaskan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Jatinegara yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Sumber Pendim 0505/JT

Bekuk Delapan Remaja Bersenjata Celurit, Tim Perintis Presisi Bekasi Kota Gagalkan Tawuran di Rawalumbu


BEKASI – Tim 1 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota tetap konsisten  dalam menjaga keamanan wilayah dari ancaman tawuran remaja. Pada Minggu (19/4/2026) dini hari, petugas berhasil mengamankan delapan orang remaja yang diduga kuat hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Jembatan 14 Rawalumbu, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu.

Kejadian  bermula saat tim patroli yang dipimpin oleh **Ipda Dwi Susanto** sedang menyisir wilayah Rawalumbu sekitar pukul 03.45 WIB. Saat melintas di TKP, petugas mencurigai segerombolan remaja yang berboncengan sepeda motor dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dilakukan pengamatan, terlihat beberapa di antaranya membawa senjata tajam berukuran besar.

Melihat kehadiran petugas, para remaja tersebut sempat berupaya melarikan diri. Namun, kesiapsiagaan Tim 1 Presisi membuahkan hasil; petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan laju kendaraan mereka. Dalam penggeledahan di lokasi, polisi menemukan barang bukti berupa tiga buah senjata tajam jenis celurit yang diduga akan digunakan untuk tawuran 

Selain senjata tajam, petugas juga menyita 8 unit telepon genggam (HP) dan mengamankan 4 unit kendaraan roda dua yang digunakan para pelaku. Delapan remaja tersebut beserta seluruh barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan pendataan.

Kasat Samapta Polres Metro Bekasi Kota Kompol Hotman Hutajulu  menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme dan tawuran yang meresahkan warga. Selain proses hukum, polisi juga akan memanggil orang tua para remaja tersebut untuk diberikan imbauan serta pembinaan khusus agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Hingga saat ini, situasi di lokasi penangkapan dilaporkan telah aman dan terkendali.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Laksanakan Patroli Taktis dan Penyisiran di Yahukimo

Yahukimo – Menindaklanjuti insiden kontak tembak yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, dalam waktu singkat Satgas melaksanakan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga merupakan bagian dari kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Sebagai bagian dari rangkaian upaya tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan kegiatan patroli taktis yang dilanjutkan dengan penyisiran di wilayah Yahukimo, Papua, pada Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4).

Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah jalur yang selama ini diketahui kerap digunakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), sebagai bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain melakukan pemantauan, personel juga melaksanakan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut. Upaya ini bertujuan memastikan area dalam kondisi aman serta meminimalisasi potensi ancaman yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaan penyisiran di area Camp PT Indo Papua yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB Kodap XVI Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz turut mengamankan sejumlah barang, antara lain 133 anak panah, 17 busur panah, 8 bilah parang, 3 buah kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, 6 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau sangkur, serta 1 unit telepon genggam.

Kegiatan patroli taktis dan penyisiran ini merupakan bagian dari metode pengamanan yang dilakukan secara terukur, dengan mengedepankan deteksi dini guna mencegah potensi gangguan sebelum berkembang lebih jauh.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tertentu.

“Patroli taktis dan penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk memastikan wilayah tetap aman. Kami terus mengedepankan langkah terukur guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sistematis.

“Kami terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan pemantauan di titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Hal ini penting agar situasi keamanan tetap terkendali,” jelasnya.

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, S.I.K., saat dikonfirmasi media (18/4) menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari insiden kontak tembak yang terjadi pada 15 April 2026 di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Yahukimo, saat patroli rutin yang dilaksanakan bersama Polres Yahukimo.

“Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman, kemudian dalam waktu singkat dilanjutkan dengan pengejaran terhadap pelaku. Kegiatan patroli taktis dan penyisiran pada 17 hingga 18 April ini merupakan bagian dari langkah lanjutan untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil kegiatan menunjukkan situasi keamanan berada dalam kondisi terkendali, serta dilakukan penyisiran di jalur rawan dan titik yang diduga menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut.

“Dalam kegiatan tersebut, kami juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan agar potensi gangguan tidak berkembang,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKBP Andria menegaskan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo, melalui langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, tegas, dan terukur.

“Seluruh kegiatan dilaksanakan secara transparan dengan mengedepankan perlindungan dan keselamatan masyarakat. Upaya ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis,” tegasnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan bahwa kegiatan patroli dan pengamanan akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.

Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Rencana Tawuran di Jakarta Timur, Senjata Rakitan Diamankan

Jakarta – Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama Perintis Polres Metro Jakarta Timur menggagalkan rencana aksi tawuran di kawasan Jalan Kerja Bakti VII, Jakarta Timur, Minggu (19/4/2026) dini hari. Aksi ini terungkap saat petugas melakukan patroli KRYD dan mendapati sekelompok pemuda yang berkumpul sambil mengonsumsi minuman beralkohol dengan gerak-gerik mencurigakan.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran, yakni 2 tombak, 1 tongkat golf, air cabai, serta 1 unit kendaraan roda dua. Temuan tersebut menguatkan indikasi adanya rencana bentrokan, sehingga seluruh pemuda yang berada di lokasi langsung diamankan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menegaskan bahwa patroli gabungan ini merupakan upaya konkret dalam mencegah potensi gangguan keamanan di wilayah Jakarta Timur. “Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban. Patroli akan terus ditingkatkan demi menjaga rasa aman masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar potensi kejahatan jalanan, termasuk tawuran, dapat ditekan sejak dini. Upaya ini dinilai efektif menjaga situasi tetap kondusif, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari.

Masyarakat diimbau untuk turut menjaga lingkungan dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. Layanan kepolisian dapat diakses melalui call center 110 yang siap melayani selama 24 jam demi terciptanya keamanan bersama.

Budaya Pukul Bedug Merupakan Salah Satu Warisan Khas Masyarakat Betawi yang Memiliki Nilai Sejarah Yang Harus di Kembangankan

Bekasi Kota -Kebersamaan, dan religius yang sangat kuat. Tradisi ini biasanya dilakukan saat bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, bahkan di beberapa wilayah masih dilestarikan melalui festival dan lomba pukul bedug.
Minggu(19/04/26).

Melestarikan budaya pukul bedug bukan hanya sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda. Anak cucu asli Betawi perlu dikenalkan sejak dini agar mereka memahami akar budaya mereka sendiri, menghargai nilai gotong royong, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Selain itu, kegiatan ini juga memiliki manfaat positif, seperti:
Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal mengajarkan kekompakan dan kerja sama
Menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak dan remaja.

Menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan zaman
Di era modern saat ini, budaya seperti pukul bedug perlu dikemas lebih menarik, misalnya melalui festival budaya, lomba antar kampung, atau kegiatan di sekolah. Dukungan dari masyarakat, tokoh adat, hingga pemerintah daerah sangat penting agar tradisi ini tidak hilang.

Dengan demikian, budaya pukul bedug harus terus dilestarikan dan diwariskan sebagai bentuk kebanggaan sekaligus identitas asli masyarakat Betawi untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Dan ini setiap tahun habis lebaran idhul Fitri selalu kita Raya kan untuk warga Betawi yang tinggal di Bekasi Kota khususnya. 

Dan setiap acara pukul Bedug selalu menampilkan makanan atau kue ciri khas Betawi seperti :

Kue Rangi
Terbuat dari tepung sagu dan kelapa parut, dipanggang lalu disiram gula merah cair. Rasanya gurih manis.

Kue Ape
Bentuknya mirip pancake kecil, bagian tengahnya lembut dan pinggirnya renyah. Biasanya berwarna hijau dari daun pandan.

Kue Cucur
Dibuat dari tepung beras dan gula merah, digoreng hingga bagian tengahnya empuk dan pinggirnya garing.

Kue Pancong
Mirip kue rangi tapi lebih sederhana, terbuat dari kelapa parut, tepung beras, dan santan. Disajikan dengan taburan gula.

Kue Putu Mayang
Bentuknya seperti mie warna-warni, disajikan dengan kuah santan dan gula merah.

Dodol Betawi
Makanan manis legit dari santan, gula merah, dan tepung ketan, biasanya ada saat hajatan atau Lebaran.
K
ue Geplak Betawi
Terbuat dari kelapa dan gula, teksturnya agak kasar dan manis.
Kue Sengkulun
Kue kenyal dari tepung ketan, santan, dan gula merah, sering disajikan saat acara adat.

TNI AL GAGALKAN PENYELUNDUPAN BENIH BENING LOBSTER ILEGAL SENILAI RP2,5 MILIAR

Jalesveva Jayamahe-
Cilacap, 19 April 2026  - TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan kelestarian sumber daya kelautan nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Cilacap berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ilegal yang diperkirakan bernilai sekitar Rp2,5 miliar, Sabtu (18/4).

Keberhasilan tersebut berawal dari kegiatan patroli dan pengawasan yang dilaksanakan di wilayah Jalan Lingkar Timur, Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Dalam operasi tersebut, tim SFQR mengamankan seorang pria atas nama Kasimin yang diduga membawa BBL tanpa dilengkapi dokumen resmi menggunakan sepeda motor dengan satu box styrofoam.

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Markas Komando (Mako) Lanal Cilacap untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tim dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap yang terdiri dari enam personel turut hadir guna melaksanakan verifikasi dan penghitungan terhadap barang bukti yang diamankan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada Minggu (19/4), jumlah BBL yang berhasil diamankan sebanyak 5.859 ekor, terdiri dari jenis pasir dan mutiara. Atas temuan tersebut, negara diperkirakan mengalami potensi kerugian hingga Rp2,5 miliar. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada pihak PSDKP Cilacap untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

TNI Angkatan Laut menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait dalam upaya memberantas praktik ilegal di wilayah perairan Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta melindungi kekayaan sumber daya kelautan demi kepentingan bangsa dan negara, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Laksanakan Patroli Taktis dan Penyisiran di Yahukimo

Yahukimo – Menindaklanjuti insiden kontak tembak yang terjadi pada Rabu, 15 April 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman. Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, dalam waktu singkat Satgas melaksanakan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga merupakan bagian dari kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo. Sebagai bagian dari rangkaian upaya tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan kegiatan patroli taktis yang dilanjutkan dengan penyisiran di wilayah Yahukimo, Papua, pada Jumat (17/4) malam hingga Sabtu (18/4).

Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah jalur yang selama ini diketahui kerap digunakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), sebagai bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain melakukan pemantauan, personel juga melaksanakan penyisiran di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut. Upaya ini bertujuan memastikan area dalam kondisi aman serta meminimalisasi potensi ancaman yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaan penyisiran di area Camp PT Indo Papua yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB Kodap XVI Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz turut mengamankan sejumlah barang, antara lain 133 anak panah, 17 busur panah, 8 bilah parang, 3 buah kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, 6 pucuk senapan angin, 1 bilah pisau sangkur, serta 1 unit telepon genggam.

Kegiatan patroli taktis dan penyisiran ini merupakan bagian dari metode pengamanan yang dilakukan secara terukur, dengan mengedepankan deteksi dini guna mencegah potensi gangguan sebelum berkembang lebih jauh.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah dengan tingkat kerawanan tertentu.

“Patroli taktis dan penyisiran dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk memastikan wilayah tetap aman. Kami terus mengedepankan langkah terukur guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sistematis.

“Kami terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli dan pemantauan di titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Hal ini penting agar situasi keamanan tetap terkendali,” jelasnya.

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, S.I.K., saat dikonfirmasi media (18/4) menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari insiden kontak tembak yang terjadi pada 15 April 2026 di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Yahukimo, saat patroli rutin yang dilaksanakan bersama Polres Yahukimo.

“Pasca kejadian tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan pendalaman, kemudian dalam waktu singkat dilanjutkan dengan pengejaran terhadap pelaku. Kegiatan patroli taktis dan penyisiran pada 17 hingga 18 April ini merupakan bagian dari langkah lanjutan untuk memastikan situasi tetap terkendali,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil kegiatan menunjukkan situasi keamanan berada dalam kondisi terkendali, serta dilakukan penyisiran di jalur rawan dan titik yang diduga menjadi lokasi persinggahan kelompok tersebut.

“Dalam kegiatan tersebut, kami juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan agar potensi gangguan tidak berkembang,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKBP Andria menegaskan bahwa Satgas Operasi Damai Cartenz berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, khususnya di wilayah Yahukimo, melalui langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, tegas, dan terukur.

“Seluruh kegiatan dilaksanakan secara transparan dengan mengedepankan perlindungan dan keselamatan masyarakat. Upaya ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis,” tegasnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan bahwa kegiatan patroli dan pengamanan akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman.