View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Minggu, 21 Juni 2026

Jaga Jakarta On The Spot, Bhabinkamtibmas Serap Aspirasi Warganya Demi Terciptanya Situasi yang Aman dan Kondusif

JATIASIH – Dalam rangka mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Jatiasih melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatimekar, Aipda Rano P, melaksanakan kegiatan Jaga Jakarta On The Spot di lingkungan RT 03 RW 06, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Minggu siang (20/06/2026).

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot tersebut dilaksanakan dengan cara berdialog langsung bersama warga untuk menyerap berbagai aspirasi, masukan, serta informasi terkait perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan sekitar. Melalui komunikasi dua arah yang terjalin dengan baik, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang menjadi perhatian di lingkungan mereka, khususnya yang berkaitan dengan kamtibmas.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Rano P mengajak seluruh warga untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan, memperkuat sinergitas antarwarga, serta mengaktifkan kembali kegiatan siskamling sebagai upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan. Selain itu, warga juga diimbau untuk segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Warga RT 03 RW 06 Kelurahan Jatimekar menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri yang secara langsung hadir di tengah masyarakat. Warga berharap kehadiran personel Polsek Jatiasih dapat terus memberikan rasa aman dan nyaman serta mewujudkan Zero Kriminalitas di lingkungan mereka, khususnya di wilayah RT 03 RW 06 Kelurahan Jatimekar dan secara umum di wilayah hukum Polsek Jatiasih.

Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat sehingga berbagai permasalahan kamtibmas dapat diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, aman, dan tertib. [ORH]

Dari WT President's Cup Oceania 2026 ke Australia Open : Indonesia Raih Perunggu dan Perak

PBTI – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada tim Pelatnas Taekwondo Indonesia yang telah meraih medali pada kejuaraan WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open.

Selama dua hari itu, ribuan pasang mata tertuju ke Gold Coast Sports and Leisure Centre, Carrara, Queensland, Australia. Arena beralamat di 296 Nerang Broadbeach Road itu berubah menjadi panggung besar bagi para petarung taekwondo dari berbagai penjuru dunia yang datang dengan satu tujuan, mengumpulkan poin dunia dan menjaga asa menuju panggung yang lebih tinggi.

Di Gold Coast, kota pesisir yang biasanya identik dengan ombak dan wisata pantai, dentuman tendangan dan pekikan kemenangan menggema sepanjang 18 hingga 19 Juni 2026. Mereka bertarung dalam WT President's Cup Oceania 2026, salah satu turnamen paling penting dalam kalender internasional World Taekwondo. Turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Oceania Taekwondo Union dan Australian Taekwondo itu bukan kompetisi biasa. Statusnya adalah Grade 3 atau G3, level yang memberikan poin ranking dunia lebih besar dibanding banyak turnamen regional lainnya, termasuk Australian Open yang hanya berstatus G2.

Artinya, setiap kemenangan di Gold Coast memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar medali. Di arena itu, ada peringkat dunia yang dipertaruhkan, ada peluang menuju kejuaraan dunia yang ingin dijaga, dan ada impian untuk menembus level elite yang sedang diperjuangkan.

Sebanyak 621 atlet turun di nomor Kyorugi atau tarung. Mereka datang dari berbagai negara anggota World Taekwondo. Secara regulasi, event ini terbuka bagi 213 federasi nasional anggota WT, menjadikannya salah satu turnamen terbesar yang pernah digelar di kawasan Oceania. Jumlah peserta yang besar membuat persaingan berlangsung ketat sejak babak awal. Empat disiplin dipertandingkan dalam turnamen ini, yakni Kyorugi, Para Kyorugi, Poomsae, dan Para Poomsae. Seluruh nomor tersebut masuk agenda resmi World Taekwondo serta memperebutkan poin ranking dunia.

Tak hanya atlet senior yang mendapat kesempatan unjuk kemampuan. Panitia juga membuka kategori junior untuk usia 15 hingga 17 tahun, Cadet untuk usia 12 hingga 14 tahun, serta Para Taekwondo. Kelas berat yang dipertandingkan mengacu pada regulasi resmi World Taekwondo dan World Para Taekwondo. Keberadaan kelompok usia muda membuat WT President's Cup Oceania tidak sekadar menjadi arena perebutan medali. Turnamen ini juga menjadi tempat lahirnya bintang-bintang baru. Bukan hal yang mengejutkan jika dalam beberapa edisi terakhir, ajang ini selalu diikuti atlet-atlet elite dunia, termasuk peraih medali kejuaraan dunia hingga Olimpiade.

Bagi banyak atlet, Gold Coast adalah persimpangan jalan. Mereka datang dengan membawa nama negara, tetapi pulang dengan sesuatu yang lebih besar: tambahan poin dunia, pengalaman bertarung melawan lawan-lawan terbaik, atau mungkin pelajaran berharga dari kekalahan yang akan menguatkan langkah berikutnya.

Indonesia pun ikut menorehkan catatan. Kontingen Merah Putih memang tidak datang dengan skuad besar. Hanya tiga atlet Kyorugi dan satu atlet Poomsae yang diterjunkan. Di nomor kyorugi putra, Indonesia menurunkan Mhd Raihan Fadhilah di kelas -80 kilogram, Khavka Zhaviv di kelas -63 kilogram, serta Aziz Hidayat Tumakaka di kelas -54 kilogram. Sementara di nomor seni atau Poomsae, Indonesia mengirim M. Rizal untuk nomor individual putra.

Hasil terbaik datang dari Aziz. Atlet kelas -54 kilogram itu menunjukkan daya juang yang patut diapresiasi. Di babak perempat final, Aziz tampil meyakinkan ketika menghadapi wakil Jepang Ohara Keishin. Ia memenangi ronde pertama dengan skor 20-12, lalu semakin dominan pada ronde kedua dan menang telak 16-0. Kemenangan itu membawa Aziz ke semifinal sekaligus memastikan medali perunggu.

Namun, langkahnya menuju final harus terhenti setelah menghadapi wakil Amerika Serikat Gun Youngsuk Ethan. Aziz memberikan perlawanan sengit. Ia hanya kalah tipis 8-9 pada ronde pertama. Pertandingan kemudian semakin ketat sebelum akhirnya wakil Amerika mengamankan ronde kedua dengan skor 16-12. Meski gagal melangkah ke partai puncak, Aziz tetap membawa pulang medali perunggu bagi Indonesia.

Perjalanan Khavka Zhaviv pun tak kalah menarik. Turun di kelas -63 kilogram, Khavka membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas atlet tuan rumah Australia Marthin Jack pada babak 32 besar. Ia menang mutlak dalam dua ronde, masing-masing dengan skor 19-7 dan 27-9. Kemenangan itu memperlihatkan agresivitas sekaligus ketenangan Khavka dalam mengendalikan pertandingan. Namun, ujian yang lebih berat menantinya di babak 16 besar. Menghadapi wakil Taiwan atau Chinese Taipei yang dikenal memiliki tradisi kuat di taekwondo dunia, Khavka harus mengakui keunggulan Huang Cho Cheng, lawannya setelah kalah 0-8 dan 5-7.

Sementara itu, langkah Muhammad Raihan Fadhilah terhenti pada babak 16 besar. Raihan yang tampil di kelas -80 kilogram harus menghadapi wakil Arab Saudi Hamedi Tareq. Ia sempat memberikan perlawanan dan merebut ronde kedua dengan skor 11-8. Namun, lawannya tampil lebih efektif pada ronde pertama dan ketiga sehingga Raihan harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan 3-15, 11-8, dan 7-18.

Di nomor Poomsae individual putra, M Rizal juga belum mampu melangkah jauh. Meski demikian, keikutsertaan para atlet Indonesia di Gold Coast memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar hasil akhir.

Manajer Pelatnas Taekwondo Indonesia, Adhy Ariansyah, menegaskan bahwa WT President's Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas menuju pesta olahraga terbesar di Asia. "President Cup G3 merupakan bagian penting dari program Pelatnas Taekwondo Indonesia dalam rangka mempersiapkan atlet menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada bulan Oktober serta SEA Games Kuala Lumpur 2027," kata Adhy.

Menurut dia, keikutsertaan Indonesia tahun ini tidak mudah. Pelatnas harus menjalankan program di tengah berbagai keterbatasan anggaran. Namun dukungan dari pengurus pusat membuat program pembinaan tetap berjalan. "Di tengah berbagai keterbatasan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga pada tahun ini, kami tetap berupaya menjalankan program secara optimal berkat dukungan penuh dari Ketua Umum PBTI beserta seluruh jajaran pengurus. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia," ujarnya.

Adhy menambahkan, selain mengejar prestasi, Indonesia juga menargetkan tambahan poin ranking dunia serta peningkatan jam terbang atlet. Pengalaman bertanding melawan atlet-atlet elite dunia dinilai sangat penting untuk membentuk mental dan kualitas bertanding menuju multi-event internasional.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Pino Indra. Menurutnya, bagi atlet senior seperti Aziz Hidayat di kelas -54 kilogram dan Mhd Raihan Fadhilah di kelas -80 kilogram, WT President's Cup Oceania bukan sekadar kompetisi rutin. "Bagi atlet senior seperti Aziz Hidayat -54 kg dan Muhammad Raihan Fadhilah -80 kg, mengikuti kejuaraan President Cup Oceania dan Australia Open ini dalam rangka mencari poin untuk meningkatkan ranking dunia dan menambah jam terbang bagi atlet taekwondo Indonesia," ujar Pino.

Karena itu, satu medali perunggu dari Gold Coast mungkin terlihat sederhana di atas kertas. Tetapi di balik medali itu, ada proses yang sedang dibangun. Ada atlet yang belajar menghadapi tekanan dunia. Ada poin ranking yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. Dan ada keyakinan bahwa jalan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 serta SEA Games Kuala Lumpur 2027 tidak dibangun dalam semalam, melainkan dari pertandingan demi pertandingan, dari kemenangan kecil, bahkan dari kekalahan yang mengajarkan banyak hal.

Gold Coast pun belum menjadi garis akhir bagi perjuangan mereka. Empat atlet Indonesia itu masih akan kembali bertanding dalam Australia Open 2026 yang berlangsung di tempat yang sama pada 20-21 Juni 2026. Ajang berstatus G2 tersebut kembali menjadi kesempatan bagi Aziz Hidayat Tumakaka, Mhd Raihan Fadhilah, Khavka Zhaviv, dan M Rizal untuk menambah poin ranking dunia sekaligus mengasah kemampuan menghadapi lawan-lawan terbaik.

Kesempatan itu pun berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Aziz Hidayat Tumakaka. Setelah membawa pulang medali perunggu pada WT President's Cup Oceania G3, atlet kelas -54 kilogram tersebut kembali menunjukkan konsistensinya di Australia Open 2026 dengan meraih medali perak.

Aziz memulai langkahnya dari babak perempat final dengan menundukkan wakil tuan rumah Australia Chau Nathan. Pada babak semifinal, perjuangan Aziz bahkan berlangsung jauh lebih dramatis. Menghadapi Chau Ngai Long dari Hong Kong, ronde pertama berakhir imbang 7-7, namun lawan dinyatakan unggul lewat hit point. Aziz membalas pada ronde kedua dengan skor identik 15-15 dan kali ini unggul melalui hit point. Pertandingan pun harus ditentukan pada ronde ketiga, di mana Aziz tampil agresif dan menang meyakinkan 23-12 untuk memastikan tempat di partai final sekaligus mengamankan medali perak.

Di partai puncak, Aziz berhadapan dengan wakil Brasil De Moraes Giovanni Aubin. Ia sempat bangkit setelah kalah 12-17 pada ronde pertama dengan merebut ronde kedua 10-2. Namun pertarungan penentuan berlangsung ketat dan Aziz akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah tipis 12-14 pada ronde ketiga.

Meski belum mampu meraih emas, pencapaian Aziz di dua turnamen beruntun di Gold Coast menjadi sinyal positif bagi taekwondo Indonesia. Satu medali perunggu di WT President's Cup Oceania G3 dan satu medali perak di Australia Open G2 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki atlet yang mampu bersaing di level internasional sekaligus terus mengumpulkan poin penting menuju agenda besar seperti Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan SEA Games Kuala Lumpur 2027. (*)

Jaga Jakarta On The Spot: Polsek Bantargebang Serap Aspirasi Warga Padurenan

Kota Bekasi - Polsek Bantargebang menggelar _Jaga Jakarta On The Spot_ dan penyerapan aspirasi masyarakat di Jl. Benda RT 001/001 Kel. Padurenan, Kec. Mustikajaya, Minggu (21/6/26).

Dipimpin Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH., MM bersama Kanit Binmas AKP Jamingan, Panit 2 Binmas Iptu Nasrullah, dan Bhabinkamtibmas Aipda Mugiyono, kegiatan dihadiri Ketua RW 001 Bpk. Hartono dan Tokoh Ulama H. Misbah. 

Warga menyampaikan saran dan masukan terkait kamtibmas. Polsek juga memberikan himbauan pencegahan tawuran, kejahatan jalanan, narkoba, dan penggunaan medsos bijak, serta menyalurkan bantuan sembako beras.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mendengar langsung dan memperkuat kemitraan menjaga keamanan lingkungan. Mari bersama kita jaga Padurenan tetap aman dan kondusif,” ujar Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi, SH., MM di lokasi.

Kegiatan berjalan lancar. Situasi kamtibmas wilayah hukum Polsek Bantargebang aman dan kondusif. ( Humas Polsek Bantar Gebang).

#JagaJakartaOnTheSpot #PolsekBantargebang #PolriUntukMasyarakat

Kegiatan Patroli Dialogis Unit Samapta Dalam Rangka Cipta Kondisi Harkamtibmas dan Kondusifitas di Wilayah Hukum Polsek Jatiasih

JATIASIH – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Unit Samapta Polsek Jatiasih melaksanakan kegiatan patroli dialogis di wilayah hukum Polsek Jatiasih yang dilaksanakan oleh 2 (dua) personel Unit Samapta AIPTU Aris Winarna dan AIPDA Junaedi.

Patroli dialogis dilakukan dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi serta berpotensi menjadi sasaran gangguan kamtibmas, di antaranya jalan raya, komplek pertokoan, perbankan, SPBU, toko emas, Pasar Baru, restoran dan rumah makan 24 jam, serta objek vital lainnya yang berada di wilayah hukum Polsek Jatiasih.
Dalam pelaksanaannya, personel patroli tidak hanya melakukan pemantauan situasi, namun juga berdialog langsung dengan petugas keamanan, karyawan, pedagang, maupun masyarakat yang ditemui. Petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, kejahatan jalanan, pencurian, maupun potensi gangguan keamanan lainnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman serta mempererat hubungan kemitraan antara Polri dengan warga.

Kegiatan patroli dialogis berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Jatiasih akan terus meningkatkan kegiatan preventif melalui patroli rutin guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Jatiasih. [ORH]

#PolriUntukMasyarakat #PolsekJatiasih #PatroliDialogis #SamaptaPresisi #Harkamtibmas JagaKamtibmas KotaBekasiAman

Sambang Dinihari Satkamling, Polisi Ajak Warga RW 08 Pegangsaan Perkuat Kamtibmas

Jakarta Pusat – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Kapolsubsektor Cut Mutia Aiptu Ali Imran bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikini Aiptu Tafsipul Subhani dan Aipda Dadang Supriyadi melaksanakan sambang dinihari ke Pos Satkamling Jalan Matraman Dalam II RW 08, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Minggu (21/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas bertemu dengan warga setempat, Bapak Ritwan dan Bapak Wahyu. Pada kesempatan itu, personel kepolisian menyampaikan imbauan kamtibmas agar warga terus meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kegiatan ronda malam guna mencegah terjadinya pencurian, curanmor, maupun tindak kejahatan lainnya di lingkungan RW 08 Pegangsaan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Keamanan wilayah akan terwujud apabila masyarakat dan kepolisian bekerja sama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Aiptu Ali Imran.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa kegiatan sambang Satkamling merupakan bagian dari langkah preventif Polri dalam menjaga keamanan lingkungan dan mempererat kemitraan dengan masyarakat.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mengajak warga berpartisipasi aktif menjaga lingkungannya,” kata Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan patroli kewilayahan dan kegiatan sambang dialogis untuk memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Dengan sinergi yang kuat antara warga dan kepolisian, potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Kegiatan sambang dinihari tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Patroli Dini Hari, Polisi Siaga Cegah Tawuran di Perbatasan Tambak-Manggarai

Jakarta Pusat – Jajaran Polsek Metro Menteng terus meningkatkan patroli dan pemantauan wilayah pada jam-jam rawan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kegiatan tersebut dipimpin Padal Menteng Ipda Togaryanto bersama Kapolsubsektor Cut Mutia Aiptu Ali Imran, Bhabinkamtibmas Cikini Aiptu Tafsipul Subhani, serta Aipda Dadang dengan melaksanakan pemantauan wilayah dini hari di kawasan perbatasan Jalan Tambak-Manggarai, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Minggu (21/6/2026).

Patroli difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja maupun area yang rawan terjadinya tawuran warga, balap liar, dan tindak kriminalitas jalanan. Kehadiran personel kepolisian di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sebelum terjadi.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi lingkungan, patroli mobile, serta memberikan imbauan kepada warga agar turut menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa patroli kewilayahan merupakan langkah preventif yang terus ditingkatkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Seluruh jajaran kami perintahkan untuk aktif melakukan patroli dan pemantauan di wilayah-wilayah rawan, terutama pada malam hingga dini hari. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah tawuran, kejahatan jalanan, dan berbagai gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa kawasan perbatasan Tambak-Manggarai menjadi salah satu fokus pengawasan karena memiliki potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara maksimal.

“Kami terus mengoptimalkan patroli dan pengawasan wilayah untuk memastikan situasi tetap aman. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah tawuran serta menjaga keamanan lingkungan,” kata AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di kawasan perbatasan Jalan Tambak-Manggarai terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Polsek Metro Menteng pada jam-jam rawan mendapat respons positif dari masyarakat yang menginginkan lingkungan tetap aman dan bebas dari gangguan kamtibmas.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Patroli Siang Bhabinkamtibmas Menteng Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan

Jakarta Pusat - Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng, Aiptu Robby Danan Jaya, melaksanakan patroli dialogis siang hari di kawasan Jalan Anyer RT 11 RW 02, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Minggu (21/6/2026).

Saat patroli berlangsung, Aiptu Robby menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah warga yang sedang beraktivitas di lingkungan setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan berbagai imbauan kamtibmas agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kondisi keamanan di sekitar tempat tinggalnya.

Aiptu Robby mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian, copet, jambret, maupun kejahatan jalanan lainnya yang dapat terjadi kapan saja apabila masyarakat lengah. Ia juga mengajak warga untuk saling berkoordinasi dan menjaga komunikasi yang baik antarwarga guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu langkah preventif yang terus dilakukan jajaran kepolisian guna menjaga stabilitas kamtibmas di tengah masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir saat terjadi permasalahan, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah pencegahan dengan membangun komunikasi dan kemitraan bersama masyarakat. Partisipasi warga sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari gangguan kriminalitas,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa pihaknya terus menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan patroli dialogis dan sambang warga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian, copet, dan jambret, serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian. Dengan kerja sama yang baik, situasi kamtibmas yang aman dan nyaman akan terus terjaga di wilayah Menteng,” tegas AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Melalui kegiatan patroli dialogis siang hari ini, Polsek Metro Menteng berharap semakin terbangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, sehingga wilayah Menteng tetap menjadi kawasan yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)