View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 25 Juni 2026

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri Gelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama

Jakarta -  Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Penyucian Panji Rastra Sewakottama di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sebagai bentuk pemuliaan sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup dan landasan pengabdian seluruh insan Bhayangkara.

Prosesi penyucian Panji Rastra Sewakottama berlangsung khidmat dan sarat makna. Dalam rangkaian tersebut, Kapolri melaksanakan tiga tahapan simbolis. Tahap pertama berupa pembersihan panji menggunakan sikat, yang dimaknai sebagai upaya membersihkan segala kekurangan dan tekad untuk terus melakukan perbaikan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Pada tahap kedua, Kapolri memercikkan air yang berasal dari sumber mata air di 34 wilayah di Indonesia yang telah disatukan di Jakarta. Prosesi ini melambangkan persatuan, kebersamaan, dan semangat pengabdian seluruh jajaran kepolisian dari Sabang hingga Merauke dalam mengemban tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tahap terakhir dilakukan dengan pemberian wewangian pada Panji Rastra Sewakottama. Simbol ini dimaknai sebagai harapan agar setiap pengabdian Polri senantiasa mengharumkan nama institusi serta semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

Setelah rangkaian penyucian selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon kekuatan, keselamatan, dan perlindungan dalam pelaksanaan tugas-tugas pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.

“Upacara penyucian Panji Rastra Sewakottama ini merupakan simbol peneguhan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi jiwa setiap insan Bhayangkara. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri ingin memastikan bahwa semangat pengabdian, persatuan, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus terjaga dan semakin kuat,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menambahkan, semangat yang terkandung dalam prosesi penyucian tersebut menjadi pengingat bahwa Polri harus terus berbenah, memperkuat soliditas, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja-kerja yang profesional, modern, dan humanis.

“Makna dari setiap tahapan penyucian ini adalah ajakan bagi seluruh personel Polri untuk selalu melakukan evaluasi, memperbaiki diri, serta menjaga marwah institusi. Harapannya, Polri semakin presisi dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” lanjutnya.

Melalui internalisasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Panji Rastra Sewakottama, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai institusi yang profesional, modern, terpercaya, serta semakin dekat dengan masyarakat dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

POLRI GELAR DZIKIR DAN DOA BERSAMA SAMBUT HARI BHAYANGKARA KE-80

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/6/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah Upacara Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata atau Penyucian Panji-panji Rastra Sewakottama yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dzikir dan doa bersama diikuti oleh para Pejabat Utama Mabes Polri, kepala satuan kerja, serta jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia secara virtual. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana memohon kekuatan, perlindungan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Suasana khidmat mewarnai jalannya dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas. Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel Polri diajak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Tribrata sebagai pedoman moral dan etika dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapusjarah Polri Brigjen Pol. Abas Basuni, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa rangkaian Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata yang dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama memiliki makna mendalam bagi seluruh insan Bhayangkara, khususnya dalam menyambut usia pengabdian Polri yang ke-80 tahun.

“Saya pikir ini adalah momentum yang sangat baik untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup anggota Polri. Dengan dzikir dan doa bersama, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan kemampuan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Abas Basuni kepada Wartawan di Jakarta.

Ia berharap memasuki usia ke-80 tahun, Polri semakin profesional, adaptif, dan solutif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, serta semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Pemuliaan Nilai-nilai Tribrata harus terus diinternalisasikan oleh seluruh anggota sebagai landasan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Harapan kami, di usia ke-80 ini Polri semakin profesional, semakin dicintai masyarakat, dan terus mampu memberikan pelayanan yang Presisi. Nilai-nilai Tribrata yang dimaknai dalam setiap rangkaian kegiatan ini harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” lanjutnya.

Melalui dzikir dan doa bersama tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, memperkuat semangat pengabdian, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum spiritual bagi seluruh jajaran Polri untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Panglima TNI Kunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman di Magelang


 (Puspen TNI)Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026), usai memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI Integratif Tahun Anggaran 2026.
 
Dalam kegiatan tersebut, Panglima TNI didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar, serta Wali Kota Magelang Damar Prasetyono. Panglima TNI meninjau koleksi dan dokumentasi sejarah yang menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro dan Jenderal Besar Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
 
Kunjungan ini menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan, patriotisme, dan pengabdian yang diwariskan para pahlawan bangsa. Semangat juang dan dedikasi Pangeran Diponegoro serta Jenderal Besar Sudirman diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus, khususnya prajurit TNI, dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

#tniprima
#tnirakyat
#indonesiaemas2045
 
Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Patroli Humanis di Jalan Mh Thamrin, Polisi Perketat Pengamanan Kawasan Strategis

Jakarta Pusat - Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Metro Menteng melaksanakan patroli jalan kaki di sepanjang Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, yang dipimpin Kapolsubsektor Blora AIPTU Herru Wicahyono bersama Kasihumas AIPTU Himawan, personel Patroli Motor (Patmor) AIPTU Herlin, serta piket Provost AIPDA Firmansyah. Kamis (25/6/2026).

Patroli menyasar sejumlah titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat, di antaranya kawasan samping Hotel Kempinski, Hotel Grand Hyatt, area samping Kedutaan Besar Jepang, hingga Simpang Sarinah. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan wilayah Menteng dan sekitarnya tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Selain melakukan pemantauan situasi di lapangan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, wisatawan, karyawan, dan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan, khususnya pencopetan dan penjambretan yang berpotensi terjadi di kawasan ramai. Warga diimbau untuk selalu menjaga barang berharga, tidak lengah saat berada di ruang publik, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa patroli rutin yang dilakukan personel merupakan bagian dari strategi pencegahan guna menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kehadiran anggota di lapangan adalah bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kami terus meningkatkan patroli di titik-titik rawan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, Akbp Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan bahwa patroli jalan kaki menjadi sarana efektif untuk memantau situasi secara langsung sekaligus mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat.

“Patroli preventif akan terus kami tingkatkan, terutama di kawasan protokol dan pusat keramaian. Dengan kehadiran polisi di tengah masyarakat, diharapkan berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini sehingga wilayah Menteng tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Melalui kegiatan patroli dialogis ini, Polsek Metro Menteng berharap terciptanya sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta mewujudkan Jakarta yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga maupun pengunjung.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Gerai Ojol Mart Blora Jadi Pusat Kolaborasi Jaga Jakarta On The Spot

Jakarta Pusat - Polsek Metro Menteng terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot yang kali ini dilaksanakan di Gerai Rakyat Mart/Ojol Mart Blora, Jalan Blora No. 6 RW 06, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat. Gerai yang telah aktif melayani kegiatan jual beli tersebut menjadi wadah kebersamaan antara kepolisian dan komunitas ojek online (ojol) dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Metro Menteng AKP Irawan Junaedi, Kapolsubsektor Blora Aiptu Herru Wicahyono, Bhabinkamtibmas menteng Aiptu Robby Danan Jaya serta komunitas ojol yang beraktivitas di kawasan Menteng dan sekitarnya. Dalam suasana penuh keakraban, jajaran kepolisian berdialog langsung dengan para pengemudi ojol untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Gerai Rakyat Mart/Ojol Mart Blora yang menyediakan minuman mineral, kopi seduh, dan mie instan tersebut menjadi tempat berkumpul yang positif bagi komunitas ojol. Selain mendukung kebutuhan sehari-hari para pengemudi, gerai ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian.

AKP Irawan Junaedi mengajak komunitas ojol untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang mencurigakan. Menurutnya, komunitas ojol merupakan mitra strategis karena memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menyampaikan bahwa program Jaga Jakarta On The Spot merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam membangun kemitraan dan memperkuat kolaborasi untuk menjaga keamanan wilayah.

“Keamanan lingkungan akan terwujud apabila ada sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan dengan komunitas ojol serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan komunitas ojol sebagai bagian dari upaya membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

“Program Jaga Jakarta On The Spot merupakan sarana untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Kehadiran komunitas ojol sebagai mitra kepolisian sangat penting dalam mendukung deteksi dini dan pencegahan berbagai potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar,” ungkap Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Melalui program Jaga Jakarta On The Spot di Gerai Rakyat Mart/Ojol Mart Blora, Polsek Metro Menteng terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat guna mewujudkan Jakarta Pusat yang aman, nyaman, dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polri Perkuat Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Seleksi Disesuaikan dengan Kompetensi dan Kebutuhan Jabatan

Jakarta – Polri menegaskan komitmennya dalam mewujudkan institusi yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Rekrutmen Proaktif Penyandang Disabilitas yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir dan diperkuat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang telah disahkan.  

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa mekanisme seleksi bagi penyandang disabilitas pada prinsipnya tetap mengedepankan aspek kompetensi, integritas, serta kesesuaian dengan kebutuhan organisasi, namun disertai penyesuaian yang memperhatikan kondisi disabilitas peserta.

“Polri memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Dalam proses seleksi, kami menerapkan prinsip keadilan dan inklusivitas dengan memberikan penyesuaian sesuai kondisi disabilitas yang dimiliki peserta, tanpa mengurangi standar kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas kepolisian,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa rekrutmen penyandang disabilitas telah memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019 tentang Rekrutmen Proaktif Calon Anggota Polri.  

Menurut Johnny, jenis disabilitas yang selama ini dapat mengikuti rekrutmen Polri antara lain disabilitas fisik dengan kategori tertentu yang masih memungkinkan untuk melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan jabatan yang dibutuhkan organisasi. Beberapa kategori yang telah direkrut antara lain penyandang amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegia, maupun cerebral palsy dengan tingkat disabilitas ringan yang masih mampu menjalankan aktivitas secara mandiri.  

“Penempatan personel disabilitas dilakukan berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Mereka dapat bertugas pada fungsi-fungsi yang lebih mengedepankan kemampuan administrasi, analisis, pelayanan publik, teknologi informasi, kesehatan, maupun bidang pendukung lainnya yang relevan dengan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

Lebih lanjut, Johnny menuturkan bahwa hingga saat ini Polri telah merekrut penyandang disabilitas melalui jalur SIPSS, Bintara, maupun ASN Polri. Pada tahun 2024 tercatat dua peserta disabilitas direkrut melalui SIPSS dan 16 orang melalui jalur Bintara. Sementara pada tahun 2025 terdapat satu peserta disabilitas yang diterima melalui jalur Bintara Polri.  

Terkait jumlah atau persentase rekrutmen ke depan, Johnny mengatakan bahwa Polri masih melakukan kajian dan penyesuaian sesuai kebutuhan organisasi serta perkembangan regulasi yang berlaku.

“Yang terpenting adalah memastikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi dan potensi untuk menjadi bagian dari Polri. Prinsipnya, Polri akan terus membuka ruang pengabdian yang inklusif, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara,” tutupnya.

Program rekrutmen proaktif penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun institusi yang modern, humanis, dan menghormati hak setiap warga negara tanpa diskriminasi, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada bangsa dan negara.

Deklarasi Bersama Tolak Intoleransi dan Terorisme, Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Banten, Kota Cilegon, 25 Juni 2026 – Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Banten bekerja sama dengan Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, Kementerian Agama Kota Cilegon, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Bhabinkamtibmas menggelar kegiatan Wawasan Kebangsaan dalam rangka pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET). Kegiatan yang mengusung tema “Wawasan Kebangsaan: Peran Keluarga dalam Menjaga Keutuhan Bangsa” tersebut berlangsung di Gedung Convention Hall Hotel Permata Krakatau, Kota Cilegon.

Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari penyuluh agama, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas ini bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET melalui pendekatan edukasi, penguatan nilai kebangsaan, serta peningkatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Cilegon Robinsar, S.E., Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun, S.I.K., Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat, M.Ag., Kepala Kesbangpol Provinsi Banten Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrullah, M.Si., Kepala Kesbangpol Kota Cilegon Drs. Bambang Hario Bintan, S.H., M.H., Ketua FKUB Kota Cilegon Dr. K.H. Abdul Karim Ismail, M.A., Ph.D., Ketua MUI Kota Cilegon KH. Zubaidi Ahyani, B.A., Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, S.E., serta sejumlah unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cilegon Robinsar menyampaikan apresiasi kepada Densus 88 AT Polri dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa melalui sinergi pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Sementara itu, Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun menekankan bahwa ancaman keamanan saat ini tidak hanya berbentuk kejahatan konvensional, tetapi juga penyebaran ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, upaya deteksi dini, penguatan toleransi, serta peningkatan literasi digital menjadi langkah penting dalam mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.

Kepala Kementerian Agama Kota Cilegon Dr. H. Amin Hidayat menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang menanamkan nilai moral, toleransi, dan semangat kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng terhadap pengaruh intoleransi dan ekstremisme, khususnya di era perkembangan media sosial yang semakin pesat.

Kasatgaswil Banten Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka W., S.H., S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu sarana utama penyebaran propaganda intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Oleh karena itu, diperlukan penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai upaya membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai bentuk ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

Pada sesi materi, Iptu Rudiana Bachrie, S.T., M.M. dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri menjelaskan berbagai strategi pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Materi tersebut mencakup perkembangan ancaman radikalisme, implementasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE), pola penyebaran paham radikal, serta langkah-langkah deteksi dini yang dapat dilakukan oleh perangkat desa, penyuluh agama, dan aparat kewilayahan.

Narasumber lainnya, Gus Najih selaku Wakil Sekretaris BPET MUI, menyoroti tantangan penyebaran konten radikal di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya literasi digital, selektivitas dalam memilih sumber kajian keagamaan, serta penguatan wawasan keagamaan dan kebangsaan sebagai langkah pencegahan terhadap radikalisasi generasi muda.

Sementara itu, Munir yang merupakan mantan narapidana terorisme dan kini menjadi Sahabat Densus, membagikan pengalaman mengenai proses radikalisasi yang dapat terjadi melalui pengaruh lingkungan, komunitas, dan propaganda digital. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi Kota Cilegon yang menyatakan penolakan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Deklarasi tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kerukunan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri bersama para pemangku kepentingan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya paham IRET, memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial, serta melahirkan agen-agen perdamaian yang mampu menjadi pelopor toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.