View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 20 Agustus 2026

Personil PJR Induk BSD Korlantas Polri Memberikan Edukasi untuk Mobil Over Dimension dan Over Load


Tangerang Selatan-Korlantas Polri Ka Induk PJR BSD Korlantas Polri Kompol Darmawati, SE, SH, MM,MH bersama Personilnya  Edukasi Kendaraan ODOL. 
Kamis(20/08/26).

Korlantas Polri melalui Ka Induk PJR BSD Korlantas terus memberikan edukasi kepada para pengemudi kendaraan terkait Over Dimension dan Over Load (ODOL).

Edukasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran para pengemudi dan pemilik kendaraan agar selalu memperhatikan batas dimensi serta kapasitas muatan kendaraan sesuai ketentuan.

Kendaraan yang melebihi dimensi maupun kapasitas muatan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, mengganggu kelancaran lalu lintas, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Melalui kegiatan edukasi dan pendekatan humanis, PJR Induk PJR Korlantas Polri mengajak seluruh pengemudi untuk mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak membawa muatan secara berlebihan.

Korlantas Polri memang memiliki fungsi edukasi masyarakat, penegakan hukum, dan patroli lalu lintas.

Utamakan keselamatan. Stop ODOL, demi keselamatan bersama di jalan raya.

Sejak Hari Kedua Gempa hingga Kamis Ini, Polri Hadir Pulihkan Trauma Warga Flores, 2.322 Pengungsi Sudah Dilayani

Jakarta – Hari ini, Kamis (20/8/2026), di Kabupaten Manggarai, Pamendal Satgas SAR Korbrimob Polri Kombes Pol. Hasripuddin, S.I.K., bersama personel Satgas SAR melaksanakan trauma healing kepada anak-anak di Posko Pengungsian Barang Kolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo. Anak-anak diajak berinteraksi dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami gempa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan Polri yang sejak hari kedua setelah gempa telah mengerahkan tim psikologi untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terdampak, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Hingga Rabu (19/8/2026), Tim Trauma Healing Psikologi Polri telah memberikan pendampingan kepada 2.322 masyarakat di 14 pos pengungsian di wilayah hukum Polda NTT.

Sebanyak 27 personel diterjunkan, terdiri dari:

* 12 personel Psikologi SSDM Polri;
* 5 personel Psikologi Polda Jawa Timur;
* 4 personel Psikologi Polda Bali;
* 6 personel Psikologi Polda NTB.

Pengerahan tim dilakukan melalui Biro Psikologi SSDM Polri di bawah kendali operasi Kapolda NTT. Dalam pelaksanaannya, tim psikologi Polri berkoordinasi dan bekerja bersama pemerintah daerah serta stakeholder terkait, termasuk Dinas Sosial di sejumlah wilayah, untuk menentukan titik prioritas dan kebutuhan pendampingan masyarakat.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan trauma healing merupakan bagian penting dari operasi kemanusiaan karena dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara psikologis.

“Sejak hari kedua setelah gempa, Polri sudah menerbangkan tim psikologi untuk hadir di tengah masyarakat. Kita tidak hanya datang membawa bantuan dan melakukan SAR, tetapi juga membantu memulihkan rasa aman dan kondisi psikologis saudara-saudara kita yang terdampak.”

Menurut Trunoyudo, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian khusus.

“Anak-anak mungkin belum bisa menjelaskan rasa takutnya dengan kata-kata. Karena itu, trauma healing dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, bermain bersama, berinteraksi, mendengarkan dan membuat mereka kembali merasa aman.”

2.322 Orang di 14 Pos Pengungsian

Hingga 19 Agustus, pelayanan trauma healing telah menjangkau 14 pos pengungsian dengan total 2.322 orang.

Pelayanan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat di setiap lokasi. Tim psikologi bersama Polda NTT dan stakeholder melakukan pendataan secara berkala untuk menentukan titik pelayanan berikutnya.

Di Kabupaten Sikka, kegiatan trauma healing juga dilaksanakan bersama Dinas Sosial, sementara kebutuhan psikologis di kabupaten lainnya terus didata.

“Data ini terus kami perbarui. Kondisi di setiap kabupaten berbeda, sehingga tim bersama Polda dan stakeholder melakukan pendataan agar personel trauma healing ditempatkan di titik yang memang membutuhkan,” ujar Trunoyudo.

Pemulihan Tidak Hanya Soal Kebutuhan Fisik

Di Manggarai, kegiatan trauma healing berjalan beriringan dengan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.

Sebelum pendampingan psikologis, personel Satgas SAR Korbrimob memberikan pelayanan sarapan pagi kepada masyarakat di Posko Pengungsian Barang Kolong. Kehadiran personel di lokasi menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian.

Trunoyudo menegaskan bahwa pemulihan masyarakat membutuhkan proses dan tidak berhenti setelah tahap pencarian maupun evakuasi selesai.

“Operasi kemanusiaan tidak selesai ketika korban sudah dievakuasi. Pemulihan juga membutuhkan waktu. Karena itu, Polri akan terus mendampingi masyarakat, termasuk melalui trauma healing, sampai kondisi mereka berangsur pulih dan kembali merasa aman.”

Polri akan terus memperbarui data dan memperluas pelayanan trauma healing berdasarkan kebutuhan di lapangan, dengan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, keluarga korban dan kelompok rentan lainnya.

Sejak hari kedua gempa hingga hari ini, Polri terus hadir. Bukan hanya mencari dan menyelamatkan, tetapi juga mendampingi, mendengarkan dan membantu masyarakat Flores bangkit dari trauma bencana.

Karena pemulihan bukan hanya tentang kembali berdiri, tetapi juga kembali merasa aman.

Rp2,93 Miliar Lenyap! Pengusaha Diduga Terjebak Sandiwara Investasi Minyak Mentah


TANGERANG SELATAN — Dugaan praktik investasi bodong bernilai miliaran rupiah mencuat. Seorang pengusaha mengaku menjadi korban dugaan penipuan dengan modus investasi minyak mentah yang disebut memiliki jaringan bisnis hingga Dubai.

Akibat dugaan tersebut, korban mengklaim mengalami kerugian mencapai Rp2,93 miliar. Kasus ini kemudian dilaporkan ke kepolisian dengan menyeret nama Wahyudi Setiawan dan istrinya, Cindy Atika Putri.

Peristiwa tersebut bermula sekitar September 2025. Korban diperkenalkan kepada Wahyudi melalui rekomendasi dokter yang dikenalnya.

Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi hubungan bisnis. Menurut keterangan korban, Wahyudi awalnya meminta uang sekitar Rp200 juta dengan alasan biaya jasa konsultan rumah sakit.

Namun, setelah itu muncul tawaran bisnis yang nilainya jauh lebih besar, yakni investasi minyak mentah di Pulau Sambu.

Wahyudi disebut menawarkan proyek pasokan minyak mentah hingga 100.000 metrik ton (MT) setiap pengiriman dari Dubai untuk memenuhi pasar Asia Tenggara.

Untuk meyakinkan korban, Wahyudi diduga menggunakan berbagai klaim mengenai jaringan bisnis dan koneksi internasional. Nama PT TAW disebut dibawa dalam pembicaraan bisnis tersebut.

Korban juga mengaku diperlihatkan sejumlah foto yang diklaim menunjukkan kedekatan Wahyudi dengan sejumlah pejabat.

Tidak hanya itu, Wahyudi disebut mengaku memiliki koneksi dengan pihak Kedutaan Uni Emirat Arab di Jakarta. Dalam komunikasi dengan korban, nama Ahmed dan Mohammed disebut sebagai bagian dari jaringan relasi bisnis yang diklaim berkaitan dengan proyek tersebut.

Rangkaian klaim itu akhirnya membuat korban percaya dan mengeluarkan dana dalam jumlah besar.

Sekitar Rp2,3 miliar disebut telah ditransfer korban ke rekening pribadi Wahyudi. Setelah transaksi tersebut, korban kembali diminta mengeluarkan uang dengan alasan biaya tambat kapal.

Jika seluruh transaksi digabungkan, korban mengklaim total uang yang telah dikeluarkan mencapai Rp2,93 miliar.

Dibawa ke Pulau Sambu

Keraguan korban sempat tertutupi ketika Wahyudi membawa korban langsung ke Pulau Sambu.

Di lokasi tersebut, korban disebut diperlihatkan skenario kerja sama yang dikaitkan dengan PT Lepen, yang disebut sebagai pemilik kilang.

Namun, situasi berubah setelah korban melakukan pengecekan dan konfirmasi langsung kepada pihak terkait.

Menurut keterangan korban, pihak Pertamina di Pulau Sambu dan PT Lepen memberikan informasi yang berbeda dengan apa yang sebelumnya disampaikan kepadanya.

Korban menyebut tidak ditemukan pembayaran sewa kilang sebagaimana yang diklaim dalam proyek tersebut. Bahkan, perjanjian kerja sama yang disebut-sebut sebagai dasar proyek juga dikatakan belum ditandatangani.

Temuan itu membuat korban mempertanyakan keberadaan proyek minyak mentah yang sebelumnya ditawarkan dengan nilai fantastis.

Korban menduga sejumlah nama perusahaan, proyek kilang, jaringan bisnis luar negeri, hingga nama pihak tertentu digunakan untuk membangun kepercayaan dan membuat proyek tersebut terlihat seolah-olah benar-benar berjalan.

Nama Cindy Atika Putri Disebut

Dalam rangkaian hubungan bisnis tersebut, nama Cindy Atika Putri, yang merupakan istri Wahyudi, juga disebut oleh korban.

Berdasarkan keterangan korban kepada penyidik, komunikasi dan proses membangun kepercayaan disebut tidak hanya dilakukan oleh Wahyudi seorang diri.

Korban menduga Cindy mengetahui atau memiliki peran dalam rangkaian hubungan bisnis tersebut. Dugaan tersebut juga mencakup kemungkinan adanya keterlibatan dalam penerimaan maupun penggunaan dana yang telah diserahkan korban.

Meski demikian, dugaan mengenai peran masing-masing pihak masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Laporan Polisi Dilayangkan

Merasa mengalami kerugian besar, korban akhirnya memilih membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Wahyudi Setiawan dan Cindy Atika Putri telah dilaporkan ke Polres Kabupaten Tangerang Selatan atas dugaan tindak pidana penipuan.

Korban berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap secara terang bagaimana proyek minyak tersebut ditawarkan, ke mana aliran dana Rp2,93 miliar mengalir, serta siapa saja pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam rangkaian transaksi tersebut.

Kasus ini juga menjadi sorotan karena dugaan modus yang digunakan tidak hanya berupa iming-iming keuntungan besar, tetapi juga disebut melibatkan klaim mengenai proyek minyak internasional, jaringan Dubai, perusahaan tertentu, hingga kerja sama kilang.

Jika seluruh dugaan tersebut terbukti, kasus ini berpotensi membuka dugaan praktik penipuan dengan modus yang tersusun dan melibatkan banyak pihak.

Hingga berita ini ditayangkan, Wahyudi Setiawan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp. Redaksi juga memberikan ruang hak jawab kepada Wahyudi Setiawan dan Cindy Atika Putri untuk menyampaikan klarifikasi atau bantahan atas seluruh tuduhan yang disampaikan korban.

K-9 SAR Polri Perkuat Operasi Kemanusiaan Pascagempa NTT

Manggarai, Nusa Tenggara Timur  — Tim K-9 SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri terus bergerak membantu pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah diterjunkan sejak 16 Agustus 2026, tim bersama anjing pelacak K-9 melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan Unit K-9 SAR merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendukung proses pencarian dan penanganan korban bencana secara maksimal.

“Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Tim K-9 SAR memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan korban, baik yang masih hidup maupun korban meninggal dunia, sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).

Sejak tiba di Flores pada Minggu (16/8/2026), tim K-9 SAR yang terdiri dari 21 personel dan diperkuat 10 ekor anjing K-9 dengan kemampuan cadaver dan canine search and rescue (CSAR) melakukan konsolidasi serta koordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. Tim juga melakukan persiapan, perawatan satwa, hingga pergeseran dari Polres Manggarai Timur menuju Polres Manggarai dan selanjutnya ke wilayah Polsek Reo.

Selain melaksanakan tugas pencarian, tim K-9 SAR juga memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana menggunakan K-9 Rubin bersama handler Briptu Gabriella dan Aipda M. Sahid.

Pada Rabu (19/8/2026), Tim K-9 SAR melaksanakan pencarian di dua lokasi di wilayah Reo. Kanit K-9 SAR Iptu Erasmus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan personel Polsek Reo serta masyarakat di sekitar lokasi. Tim kemudian melakukan briefing dan mensterilkan area pencarian dari benda-benda berbahaya seperti seng, paku, pecahan kaca, dan material lainnya yang dapat membahayakan satwa maupun personel.

K-9 Rubin dan Gizi kemudian melakukan pencarian di site A mulai pukul 10.20 WITA. Selanjutnya, K-9 Kyara dan Dasa melakukan pencarian di site berikutnya mulai pukul 14.00 WITA.

Setelah pencarian selesai pada pukul 15.00 WITA, seluruh satwa kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Rumah Sakit Hewan Polri Presisi. Hasil pencarian menunjukkan tidak ditemukan korban, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia, di kedua lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pencarian, site A dan site B kemudian dinyatakan clear. Hasil tersebut juga telah diterima oleh masyarakat, khususnya pihak keluarga.

“Setiap proses pencarian dilakukan secara terukur dengan memperhatikan keselamatan personel dan satwa. Sebelum pencarian, lokasi terlebih dahulu disterilkan dan setelah kegiatan selesai kondisi kesehatan K-9 kembali diperiksa. Ini menjadi bagian dari standar penanganan agar seluruh proses berjalan aman dan optimal,” jelas Trunoyudo.

Trunoyudo menegaskan, keberadaan Tim K-9 SAR di wilayah terdampak merupakan wujud komitmen Polri untuk terus mendukung seluruh proses penanganan bencana bersama unsur terkait.

“Polri tidak hanya hadir dalam proses evakuasi dan pencarian, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, TNI, relawan, dan seluruh unsur terkait agar penanganan pascabencana dapat berjalan secara terpadu,” tuturnya.

Polri memastikan dukungan personel dan kemampuan khusus, termasuk K-9 SAR, akan terus dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa di Flores, NTT.

Tenaga Kesehatan Pusdokkes Polri dan Biddokkes Polda NTT Bantu Persalinan Korban Gempa di Tenda Pengungsian

Di tengah situasi darurat pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores, kepedulian dan pelayanan kemanusiaan terus diberikan jajaran Pori kepada masyarakat terdampak. Salah satunya melalui tenaga kesehatan Pusdokkes Polri dan Biddokkes Polda NTT yang membantu proses persalinan seorang korban gempa di tenda pengungsian di Reo, Kabupaten Manggarai, Selasa (18/8).

Dalam kondisi serba terbatas di lokasi pengungsian, tenaga kesehatan setempat bersama personel Dokpol Polri memberikan pendampingan medis untuk memastikan proses persalinan berjalan dengan baik.

Ibu Melania Jelita berhasil melahirkan bayinya dalam kondisi sehat dan selamat setelah mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan, termasuk Dokter Wahyu dari Pusddokkes Polri.

Kabiddokkes Polda NTT Kombes Pol dr. Hery Purwanto, M.Si., Med., Sp.B., mengatakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana menjadi salah satu prioritas jajaran Polda NTT.

“Dalam situasi bencana, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan. Personel Dokkes Polri bersama tenaga kesehatan lainnya terus memberikan bantuan medis kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk membantu proses persalinan di lokasi pengungsian,” ujar Kombes Pol dr. Hery Purwanto.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas di lokasi pengungsian tidak menjadi penghalang bagi tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Puji syukur, proses persalinan Ibu Melania Jelita berjalan dengan baik dan ibu bersama bayinya dalam keadaan sehat dan selamat. Ini merupakan bagian dari pengabdian kami untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Momen persalinan tersebut juga mendapat apresiasi dan ucapan terima kasih dari tenaga kesehatan setempat kepada Dokkes Polri yang telah memberikan bantuan dalam proses persalinan.

Polri Salurkan Bantuan Water Treatment untuk Korban Gempa di Mbay

Mbay, Nagekeo — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo terus ditunjukkan oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT). 

Melalui Satuan Brimob Polda NTT, bantuan mobil Water Treatment dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi para korban bencana gempa bumi di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Bantuan tersebut ditempatkan di Posko Terpadu Darurat Bencana yang berlokasi di Mako Polsek Aesesa, Polres Nagekeo, sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan pelayanan dan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Mobil Water Treatment tersebut memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan air bersih di tengah kondisi darurat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan para pengungsi memperoleh kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari selama masa tanggap darurat bencana.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polda NTT untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.

"Polda NTT bersama jajaran akan terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan Water Treatment ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama masa tanggap darurat. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib dan saling membantu dalam menghadapi kondisi pascabencana,” ujar Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H., menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Masyarakat yang menerima manfaat dari bantuan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolda NTT, Sat Brimob Polda NTT, serta Polres Nagekeo yang dinilai cepat hadir dan memberikan bantuan nyata di tengah kondisi pascabencana.

Kehadiran mobil Water Treatment di Posko Terpadu Darurat Bencana Mako Polsek Aesesa menjadi salah satu wujud nyata sinergi kepolisian dalam penanganan bencana, sekaligus menunjukkan bahwa Polri selalu berupaya hadir untuk memberikan rasa aman, pelayanan dan bantuan kepada masyarakat.

Polres Nagekeo bersama jajaran Polda NTT akan terus melakukan pemantauan, pelayanan serta pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, dengan mengedepankan kepentingan dan keselamatan masyarakat.

Semarak HUT RI ke-81, Bhabinkamtibmas Pantau Lomba Warga di RPTRA Gondangdia

Jakarta Pusat – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terus terasa di tengah masyarakat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia Aiptu Kamidi melakukan monitoring kegiatan berbagai perlombaan di RPTRA Gondangdia, Jalan Probolinggo No. 1, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Monitoring dilakukan sejak pukul 10.35 WIB untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu RPTRA, kader PKK, serta kader Jumantik.

Beragam perlombaan digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di lingkungan masyarakat.

Bhabinkamtibmas juga mengajak seluruh peserta dan warga untuk tetap menjaga ketertiban serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan merupakan momentum positif untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Semangat kemerdekaan harus terus diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kami mengapresiasi masyarakat yang mengisi peringatan HUT RI dengan kegiatan positif serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Kombes Pol. Reynold.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa jajaran Polsek Metro Menteng akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan berbagai kegiatan warga berjalan aman dan kondusif.

“Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus memastikan setiap kegiatan berlangsung tertib. Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan dan situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing,” kata AKBP Braiel.

Monitoring kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan semakin memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis.

Hingga kegiatan selesai, situasi di RPTRA Gondangdia terpantau aman dan terkendali.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)