View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Kamis, 15 Oktober 2026

Aulia Sabrina Almira Dipanggil Rina Mahasiswi S2 Teknologi Pangan Universitas Brawijaya Malang

Jawa Timur -Aulia Sabrina Almira Dipanggil Rina Mahasiswi S2 Teknologi Pangan Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur.

Yang di panggil dengan akrab disapa Rina, merupakan mahasiswi S2 Teknologi Pangan Universitas Brawijaya yang berasal dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selain aktif di bidang akademik, Rina juga menekuni dunia musik, olahraga, dan modeling. Perjalanannya di dunia modeling membawanya tampil dalam berbagai ajang fashion, seperti Malang Fashion Runway 2025, Fashion Nation 2025, hingga memeragakan koleksi Ivan Gunawan pada awal 2026. 

Berbekal keberanian untuk keluar dari zona nyaman serta kepedulian terhadap pelestarian budaya, Rina mengikuti ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2026 dan berhasil meraih gelar 2nd Runner Up Puteri Kebaya Jawa Timur 2026. 

Bagi Rina, kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol identitas, keanggunan, dan kekayaan budaya perempuan Indonesia. Rina percaya bahwa kebaya dapat terus berkembang mengikuti tren fashion modern tanpa kehilangan nilai budayanya.

Melalui pendekatan yang relevan dengan gaya hidup generasi muda, Rina ingin mengubah pandangan bahwa kebaya hanya dikenakan saat acara formal saja, menjadi warisan budaya yang tetap hidup dan dekat dengan keseharian. 

Semangat tersebut diwujudkan melalui advokasi "Satu Detail, Satu Cerita", yang berfokus pada pengenalan fakta menarik, sejarah, detail, dan filosofi kebaya, khususnya kebaya Jawa Timur melalui konten edukasi digital yang informatif dan interaktif. 

Melalui advokasi ini, Rina berharap dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia. Baginya, "Kebaya tidak cukup hanya dikenakan saja, tetapi harus dikenali, dipahami, lalu dicintai".

Ketertarikan saya untuk mengikuti ajang Puteri Kebaya Jawa Timur 2026 berawal dari keinginan saya untuk melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan jaman. 

Bagi saya, mengikuti ajang ini juga menjadi bagian dari perjalanan saya untuk terus mengembangkan diri terutama kepercayaan diri dan berani keluar dari zona nyaman. Mulai dari pengalaman saya mengikuti kelas modeling hingga berkesempatan tampil dalam berbagai fashion show. 

Hal itu membuat saya semakin terdorong untuk mencoba tantangan baru yang tidak hanya mengembangkan kemampuan diri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi orang lain. Salah satu pengalaman paling berkesan bagi saya selama mengikuti ajang ini yaitu bertemu dengan para perempuan muda inspiratif yang memiliki semangat dan tujuan sama dalam melestarikan kebaya. Namun, saya juga menyadari bahwa kebaya memiliki sejarah, makna, dan karakteristik yang sangat beragam di setiap daerah.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri sekaligus motivasi bagi saya untuk terus belajar dan mengeksplorasi kebaya lebih jauh, serta menemukan cara kreatif agar generasi muda tertarik untuk mengenalnya. 

Meraih gelar 2nd runner up puteri kebaya jawa timur 2026 bagi saya merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya untuk terus menyuarakan pentingnya mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Sebagai mahasiswi S2 Teknologi Pangan Universitas Brawijaya, saya memaknai kebaya bukan sekadar sebagai busana tradisional, melainkan sebagai simbol identitas, keanggunan, dan kekayaan budaya perempuan indonesia yang harus terus dijaga keberadaannya. 

Menurut saya, melestarikan kebaya tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mengenakan kebaya dalam aktivitas sehari-hari dengan memadupadankan dengan tren OOTD masa kini, sehingga kebaya tetap dapat mengikuti perkembangan jaman tanpa kehilangan karakter dan identitas budayanya. 

Namun, bagi saya kebaya juga memiliki makna lebih dalam dari sekedar penampilan, tetapi nilai-nilai yang juga sering dikaitkan dengan kebaya seperti kesopanan, keanggunan, penghargaan terhadap tradisi, dan sikap saling menghormati juga dapat menjadi inspirasi dalam membentuk karakter serta etika seorang perempuan dalam kehidupan sehari-hari. 

Jadi, saya percaya bahwa perempuan masa kini tidak boleh meninggalkan nilai-nilai tradisional, tetapi kita dapat terus berkembang, berpendidikan, dan mengikuti perubahan jaman sambil tetap bangga terhadap akar budaya kita sendiri.

Karena kebaya bukan hanya tentang apa yang kita kenakan, tetapi tentang identitas dan nilai budaya yang kita bawakan. 
3. Advokasi "satu detail, satu cerita" berawal dari keresahan saya terhadap terbatasnya pemahaman generasi muda dalam memahami makna, filosofi, dan keberagaman kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. 

Melalui advokasi ini, saya ingin menghadirkan konten edukasi berupa fun fact mengenai detail, sejarah, makna, dan filosofi kebaya yang mungkin belum banyak diketahui generasi muda. 

Yang mana konten dikemas secara singkat, menarik, dan mudah dipahami melalui platform digital. Tujuan utama advokasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun rasa penasaran, kepedulian, dan kebanggaan generasi muda terhadap kebaya. Karena bagi saya kebaya tidak cukup hanya dikenakan saja, tetapi harus dikenali, dipahami, lalu dicintai. 

Di era digital saat ini, saya melihat teknologi dan media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk cara pandang serta ketertarikan generasi muda terhadap suatu hal, termasuk budaya. 

Oleh karena itu, melalui advokasi "Satu detail, satu cerita", saya menggunakan pendekatan edukasi yang dikemas secara simple, visual, dan interaktif, seperti video pendek, serta konten fun fact mengenai kebaya yang mana menyampaikan informasi budaya dengan cara tidak terkesan kaki, tetapi tetap memiliki nilai edukasi yang kuat. 

Menurut saya, strategi pentingnya yaitu dengan menggabungkan edukasi budaya dengan kreativitas digital. 

ketika sebuah konten dapat menarik perhatian melalui visual yang menarik, kemudian memberikan informasi yang bermakna, maka penonton tidak hanya tertarik melihat kebayanya, tetapi juga terdorong untuk memahami cerita di baliknya Maka, media sosial dapat menjadi jembatan antara warisan budaya dan perkembangan jaman, agar kebaya tidak hanya dikenal sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga tetap terus hidup dalam keseharian generasi muda. 

Harapan saya bagi generasi muda di Indonesia yaitu agar dapat semakin menyadari bahwa menjaga warisan budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab generasi terdahulu, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai penerus bangsa. 

Setelah saya meraih gelar sebagai 2nd runner up puteri kebaya jawa timur 2026, saya ingin terus mengembangkan advokasi "Satu detail, satu cerita" melalui konten edukasi digital yang konsisten, kreatif, dan mudah diakses. Selain itu, saya ingin terus menunjukkan melalui aktivitas saya bahwa kebaya dapat hadir dalam kehidupan perempuan muda yang aktif di bidang pendidikan, seni, maupun fashion. 

Karena bagi saya, gelar ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata dalam mengenalkan kebaya kepada masyarakat. 

Karena budaya tidak akan terus hidup hanya dengan dikenang, tetapi dengan dikenali, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 Setelah menyelesaikan pendidikan S2 Teknologi Pangan, saya ingin membangun karir profesional di perusahaan FMCG, dengan target jangka panjang untuk berkembang hingga posisi manajerial. Namun, saya juga ingin terus mengembangkan potensi di dunia modeling, presenting, dan entertainment, yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan saya.

Bagi saya, pendidikan, karir, dan kreativitas bukanlah pilihan yang harus dipisahkan, melainkan dapat saling melengkapi. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan dapat terus berkembang dalam berbagai bidang tanpa kehilangan identitas dan nilai yang dimilikinya

𝗟𝗮𝗻𝗮𝗹 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗞𝘂𝗻𝗷𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗗𝗮𝗻𝗸𝗼𝗱𝗮𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗫𝗜𝗜𝗜

TNI AL, Banjarmasin- Komandan Komando Daerah Angkatan Laut XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji didampingi oleh Ketua Daerah Kodaeral XIII Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Alvita Bimoaji beserta rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja ke Lanal Banjarmasin, Kamis (15/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dankodaeral XIII disambut secara resmi oleh Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., didampingi Ketua Cabang 4 Daerah Kodaeral XIII Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Ratna Galih Nurna Putra beserta PJU, Perwira, Prajurit Lanal Banjarmasin dan Pengurus Jalasenastri Cabang 4 Daerah Kodaeral XIII Gabungan Jalasenastri Koarmada RI.

Usai acara penyambutan, dilanjutkan Laporan Komando yang disampaikan oleh Danlanal Banjarmasin dan dilanjutkan tatap muka bersama seluruh Personel Lanal Banjarmasin, pemberian tali asih kepada perwakilan Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), anak berkebutuhan khusus, dan anak yatim.

Dalam sambutannya, Dankodaeral XIII menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja tetapi juga momentum untuk mendengar langsung aspirasi anggota dan memberi perhatian serta dukungan nyata terhadap Prajurit serta Keluarga besar Lanal Banjarmasin.

Selain itu, Dankodaeral XIII juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Danlanal Banjarmasin beserta seluruh jajaran atas dedikasi, loyalitas dan telah bekerja keras membantu masyarakat, baik dalam penanganan Karhutla maupun musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.

Setelah kegiatan tatap muka dilanjutkan Peresmian Lapangan Tembak H. Muhammad Zain Guntung Manggis, dan dilanjutkan dengan melaksanakan Courtesy Call kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin, Kapolda Kalsel Irjend Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., serta Danrem 101/ Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.M.


Cegah Kemacetan dan Kejahatan Jalanan, Polsek Metro Menteng Siaga Ploting Pagi di TL Koramil


Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Metro Menteng melaksanakan pelayanan ploting pagi di Traffic Light (TL) Koramil, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

Melalui pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada jam sibuk pagi hari, sekaligus mencegah potensi kejahatan jalanan di kawasan tersebut.

Pelayanan ploting pagi dilaksanakan oleh Aiptu Yongki selaku Kapolsubsektor Taman Suropati bersama Aiptu Robi (8D). Kehadiran personel kepolisian di lapangan merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang memulai aktivitas pada pagi hari.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa kehadiran anggota kepolisian di titik-titik rawan kepadatan lalu lintas merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Pelayanan ploting pagi merupakan langkah preventif untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. Saya menginstruksikan seluruh personel agar senantiasa hadir di lapangan, memberikan pelayanan yang humanis, dan meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa kegiatan ploting pagi dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kesiapsiagaan personel dalam mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga keamanan wilayah.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan selama berkendara.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polsek Metro Menteng Berbagi, Salurkan Bantuan Telur Untuk 30 Warga Pegangsaan


Jakarta Pusat – Sebagai bentuk kepedulian dan upaya membantu pemenuhan gizi masyarakat, Polsek Metro Menteng melaksanakan kegiatan sosial bertajuk *Polsek Metro Menteng Berbagi* dengan membagikan bantuan telur kepada 30 warga kurang mampu, janda, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas di wilayah Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut menyasar warga di sejumlah titik, yakni lingkungan kolong rel RW 02 Jalan Penataran, kawasan Pasar Emper RW 06, Jalan Tambak Ujung, serta kawasan Bonang RW 05, Kelurahan Pegangsaan.

Bantuan telur yang diberikan dari Kapolsek Metro Menteng tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus mendukung pemenuhan gizi bagi keluarga yang membutuhkan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aiptu M. Adhy M.N., bersama tim multimedia Polsek Metro Menteng. Selain sebagai wujud kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menjalin kedekatan antara Polri dan masyarakat serta melakukan deteksi dini terhadap kondisi sosial di lingkungan warga.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Melalui kegiatan berbagi ini, kami ingin menunjukkan kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Kami berharap bantuan sederhana ini dapat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu juga terus mendorong jajarannya untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan pendekatan humanis, sehingga terjalin komunikasi yang baik, kepedulian terhadap sesama meningkat, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga.

Melalui program *Polsek Metro Menteng Berbagi*, Polri berupaya memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Cegah Copet dan Jambret, Polsek Metro Menteng Imbau Warga Waspada di Kawasan Thamrin

Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng mengintensifkan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga dan pengguna jalan di sepanjang Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026) sore.

Kegiatan menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya kawasan Hotel Kempinski, depan Grand Hyatt, Kedutaan Besar Jepang, kawasan Sarinah, serta Halte Sarinah.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Joko P. selaku pendamping Padal bersama Aiptu H. M adhy dari piket Binmas dan Bripka Satrio dari Polsub Thamrin menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya pencopetan dan penjambretan.

Petugas mengingatkan warga untuk berhati-hati saat menggunakan telepon genggam di pinggir jalan maupun di area trotoar, menjaga barang bawaan dan barang berharga, serta meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan pulang ke rumah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui kehadiran anggota kepolisian di lapangan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mencegah tindak kejahatan. Kami mengimbau warga agar tidak lengah saat beraktivitas, selalu menjaga barang berharga, dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan hal yang mencurigakan,” demikian pesan imbauan tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di kawasan Jalan MH Thamrin, terutama pada jam-jam sibuk ketika mobilitas masyarakat meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, khususnya saat menggunakan telepon genggam di pinggir jalan. Simpan barang berharga dengan aman, jangan memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan, dan utamakan keselamatan selama perjalanan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Braiel Arnold Rondonuwu dalam draf pernyataan imbauan tersebut.

Melalui kegiatan preventif ini, Polsek Metro Menteng berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga keamanan diri dan barang bawaan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Peduli Sesama, Polsek Metro Menteng Bagikan Telur kepada Warga Membutuhkan

Jakarta Pusat – Wujud kepedulian terhadap masyarakat, Polsek Metro Menteng menggelar kegiatan sosial *Polsek Metro Menteng Berbagi* dengan menyalurkan bantuan telur kepada 30 warga kurang mampu, janda, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas di wilayah Kelurahan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan menyasar warga di lingkungan RW 01, RW 04, dan RW 05, meliputi kawasan Jalan Cikini V, Jalan Cisadane, Jalan Cilosari, dan Jalan Tino Sidin.

Bantuan telur dari Kapolsek Metro Menteng tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga yang membutuhkan.

Kegiatan dilaksanakan oleh Aiptu Slamet Riyanto selaku Kasubnit Bintibsos bersama Aiptu Tafsipul S., Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikini. Selain menyalurkan bantuan sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana menjalin komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menekankan pentingnya kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi warga.

“Melalui kegiatan sosial seperti ini, kami ingin memperkuat kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong,” demikian draf pernyataan untuk pemberitaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu terus mendorong jajarannya untuk mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan sambang, komunikasi, dan kepedulian sosial kepada masyarakat di wilayah hukumnya.

Menurutnya, kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan, mempererat hubungan kemitraan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Kumpul Bareng Warga Pegangsaan, Polsek Metro Menteng Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas


Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui program *Kumpul Bareng Warga* di Jalan Proklamasi Nomor 56–60, RW 02, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan, Aiptu M. Adhy M.N., bersama tokoh masyarakat dan warga setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam pertemuan tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, seperti tawuran, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan tindak kriminalitas lainnya.

Selain menyampaikan imbauan, kegiatan ini menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan warga untuk bertukar informasi mengenai situasi keamanan lingkungan serta mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui komunikasi dan kebersamaan, kita dapat meningkatkan kewaspadaan serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” demikian draf pernyataan untuk pemberitaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mendorong masyarakat agar terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, menjaga komunikasi antarwarga, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi gangguan keamanan.

Menurutnya, kegiatan *Kumpul Bareng Warga* merupakan salah satu upaya membangun kemitraan yang kuat antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan dialogis.

Kegiatan yang turut dihadiri tokoh masyarakat Jana, Tanto, Kanta, dan Paleman tersebut berlangsung aman dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)