View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 25 September 2026

Jaga Jakarta On The Spot, Gelar Razia Stasioner dan Patroli Polsek Bekasi Barat cegah Kejahatan Jalanan

BEKASI KOTA – Polsek Bekasi Barat kembali menggelar kegiatan Jaga Jakarta On The Spot melalui razia stasioner dan patroli wilayah sebagai langkah preventif mengantisipasi aksi kejahatan jalanan dan tawuran yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 25 September 2026 dini hari tersebut dipimpin Waka Polsek Bekasi Barat AKP Parwoto, SH., didampingi Padal IPTU Samsul Ma’arif. Kegiatan diawali dengan apel dan arahan pimpinan (APP) pada pukul 24.00 WIB di halaman Mapolsek Bekasi Barat.

Usai APP, personel kemudian bergerak melaksanakan patroli dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai menjadi titik aktivitas dan keramaian warga, di antaranya Jalan Patriot, Jalan KH. Noer Ali, Gerbang Tol Bintarajaya, Jalan Raya Bintara hingga kawasan Pasar Pagi Bintara.

Selain patroli mobile, petugas juga melaksanakan razia stasioner di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan jalanan dan aksi tawuran.

Waka Polsek Bekasi Barat AKP Parwoto, SH., menjelaskan bahwa razia stasioner dan patroli merupakan langkah preventif kepolisian untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat, terutama pada waktu rawan di malam hingga dini hari.

“Razia stasioner ini dilaksanakan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi kejahatan jalanan dan tawuran, sekaligus untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” jelas AKP Parwoto.

Melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot tersebut, Polsek Bekasi Barat terus meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.

400 Jemaat Hadiri HUT ke-71 HKBP Menteng, Polisi Kawal Keamanan Hingga Bubaran


Jakarta Pusat — Sebanyak 400 jemaat menghadiri perayaan ulang tahun ke-71 Gereja HKBP Menteng di Jalan Jambu No. 46, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026). 

Polsek Metro Menteng menyiagakan personel untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Pengamanan dengan melibatkan Kapolsubsektor Cut Mutia Aiptu Ali Imran, Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia Aiptu Kamidi, serta Aipda M. Hisam.

Selain menjaga situasi di sekitar lokasi kegiatan, personel melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun kepadatan arus lalu lintas di sekitar gereja.

Polisi juga berkoordinasi dengan petugas pengamanan internal (Pamdal) dan pihak gereja. Koordinasi tersebut difokuskan pada pengawasan lingkungan sekitar serta pencegahan tindak kejahatan jalanan yang dapat menyasar jemaat.

Perhatian khusus diberikan pada saat kegiatan berakhir dan jemaat mulai meninggalkan lokasi. 

Petugas mengantisipasi kemungkinan aksi tangan jahil, termasuk pencopetan maupun penjambretan terhadap jemaat yang berada di sekitar lokasi maupun perjalanan pulang.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib.

“Pengamanan tidak hanya dilakukan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga memperhatikan situasi ketika masyarakat meninggalkan lokasi. 

Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah potensi gangguan sejak dini,” ujar Reynold.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengingatkan jemaat untuk tetap memperhatikan barang bawaan, terutama ketika berada di tengah kerumunan saat kegiatan selesai.

“Kami mengimbau jemaat tetap waspada terhadap barang pribadi dan segera menyampaikan kepada petugas apabila melihat atau mengalami hal yang mencurigakan,” kata Braiel.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Dari Jalan Cik Ditiro, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Jadi Bagian dari Pencegahan Kejahatan

Jakarta Pusat — Keamanan lingkungan tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Kewaspadaan terhadap situasi sekitar dan kepedulian untuk saling mengingatkan menjadi pesan yang dibawa Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia saat menyambangi warga di Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026).

Aiptu Kamidi melakukan sambang sekaligus monitoring wilayah untuk melihat langsung kondisi lingkungan dan berkomunikasi dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, polisi mengajak warga maupun karyawan untuk lebih memperhatikan keamanan diri ketika beraktivitas di ruang publik.

Salah satu perhatian diberikan kepada masyarakat yang menggunakan telepon seluler di tepi jalan. Polisi mengingatkan agar penggunaan ponsel tidak membuat seseorang kehilangan perhatian terhadap kondisi di sekitarnya, sehingga tidak mudah dimanfaatkan pelaku kejahatan jalanan.

Imbauan tersebut juga diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi ikut mengingatkan orang lain yang berada di sekitarnya. Kepedulian sederhana seperti saling mengingatkan dinilai dapat membantu mengurangi peluang terjadinya tindak kejahatan.

Kegiatan sambang sekaligus menjadi ruang bagi polisi untuk menyerap informasi dari lingkungan masyarakat. Setiap perkembangan situasi maupun hal yang dianggap mencurigakan dapat disampaikan kepada petugas sebagai bagian dari deteksi dini gangguan kamtibmas.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol.  Reynold E.P. Hutagalung, menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Informasi dari masyarakat sangat berarti dalam upaya pencegahan. Karena itu, kepedulian dan kewaspadaan di lingkungan masing-masing perlu terus dibangun,” ujar Reynold.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan kegiatan sambang merupakan salah satu cara kepolisian menjaga komunikasi langsung dengan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa polisi siap menerima informasi maupun laporan. Jika menemukan kejadian atau sesuatu yang mencurigakan, segera sampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” kata Braiel.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polisi Pantau Perbatasan Menteng-Tenggulun Jelang Pagi, Cegah Tawuran

Jakarta Pusat – Memasuki waktu menjelang pagi, personel Polsek Metro Menteng melakukan pemantauan situasi keamanan di kawasan perbatasan Menteng-Tenggulun hingga Pasar Rumput, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Pemantauan dilakukan  dengan menyasar jembatan perbatasan yang menjadi akses penghubung antarkawasan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya aksi tawuran warga.

Petugas mengantisipasi kemungkinan masuknya kelompok remaja dari wilayah luar ke kawasan Menteng-Tenggulun dan Pasar Rumput yang berpotensi memicu keributan.

Pada waktu tersebut, polisi meningkatkan kewaspadaan dengan mengamati pergerakan di sekitar kawasan perbatasan. Kehadiran personel di lokasi juga menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan sebelum berkembang menjadi keributan.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan pemantauan pada jam rawan merupakan langkah pencegahan untuk memastikan situasi tetap terkendali.

“Kami melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi, terutama menjelang pagi ketika potensi pergerakan kelompok remaja perlu diwaspadai. Personel kami memastikan kondisi di perbatasan tetap aman dan apabila ditemukan adanya potensi gangguan, dapat segera dilakukan penanganan,” ujar Braiel.

Dalam pemantauan tersebut, situasi di kawasan perbatasan Menteng-Tenggulun dan Pasar Rumput terpantau aman dan terkendali. Petugas juga terus1 melakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan guna memastikan tidak terjadi gangguan kamtibmas.

Pemantauan dilaksanakan oleh Aiptu M. Sonny AP dari Pendamping Padal Menteng bersama Bripka Ari NR dari Lahar A.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menekankan pentingnya kehadiran personel di titik-titik yang memiliki potensi kerawanan sebagai bagian dari deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Operasi Stasioner Dini Hari di Jalan Tambak, Polisi Amankan Motor Tanpa Surat

Jakarta Pusat – Pemeriksaan kendaraan dilakukan personel Polsek Metro Menteng di kawasan Jl. Tambak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026) dini hari. 

Kegiatan tersebut menyasar pengendara yang dinilai perlu diperiksa untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Razia stationer digelar di depan RSIA Tambak  setelah sebelumnya diawali apel yang dipimpin Kompol Iwan Gunawan, selaku Padal Menteng Sebanyak 15 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, petugas diminta melaksanakan pemeriksaan secara bertanggung jawab tanpa melakukan penilangan. Fokus kegiatan diarahkan pada pencegahan tindak pidana seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian, pencurian kendaraan bermotor, hingga penyalahgunaan narkoba.

Petugas kemudian memeriksa sejumlah pengendara sepeda motor, terutama yang tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor, maupun membawa penumpang lebih dari ketentuan. 

Pemeriksaan dilanjutkan terhadap surat-surat kendaraan serta kemungkinan adanya benda berbahaya atau obat-obatan terlarang.

Dari kegiatan tersebut, polisi mengamankan satu unit Honda Vario warna putih bernomor polisi B 3056 ETF. Kendaraan tersebut diamankan karena pengendaranya tidak dapat menunjukkan surat kendaraan saat dilakukan pemeriksaan.

Motor selanjutnya dibawa ke Polsek Metro Menteng. Pengendara diminta melengkapi dan menunjukkan dokumen kendaraan sebagai persyaratan agar kendaraan dapat dibawa kembali.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif untuk mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

“Pemeriksaan dilakukan secara terukur dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Kami mengingatkan masyarakat agar selalu melengkapi surat-surat kendaraan serta mematuhi ketentuan selama berkendara,” ujar Braiel.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menekankan pentingnya kegiatan preventif di sejumlah titik yang dinilai perlu mendapatkan pengawasan, terutama pada waktu dini hari.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan bersama Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Sul-Sel forum POV (Perspektif Objektif dan Valid) dengan tema “Makassar dalam Pusaran Dunia: Dari Jejak Perjuangan Sultan Hasanuddin


MAKASSAR – Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan bersama Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Sulsel menggelar forum POV (Perspektif Objektif dan Valid) dengan tema “Makassar dalam Pusaran Dunia: Dari Jejak Perjuangan Sultan Hasanuddin hingga Dinamika Politik Global Hari Ini”, Kamis (24/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula STAI Al Bayan Makassar tersebut menghadirkan Babe Dzikrullah sebagai narasumber.

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi pemuda dan mahasiswa untuk melihat kembali perjalanan sejarah Makassar, perjuangan para tokohnya, sekaligus menghubungkannya dengan dinamika dunia dan tantangan generasi muda hari ini.

Dalam sesi diskusi, Dzikrullah menekankan bahwa memahami sejarah perjuangan tidak cukup hanya dengan mengenang tokoh dan peristiwa masa lalu. Menurutnya, generasi muda juga perlu memahami nilai dan orientasi yang melandasi sebuah perjuangan.

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan karakter peradaban Islam.

“Perbedaan peradaban Islam dengan peradaban yang lain adalah kalau peradaban Islam yang diperjuangkan itu bagaimana menegakkan kalimat tauhid, La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Kita jadi pengusaha untuk menegakkan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah, kita jadi pejabat untuk menegakkan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah,” ujar Dzikrullah.

Menurut dia, nilai tersebut juga perlu menjadi landasan gerakan generasi muda, termasuk Pemuda Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah.

“Oleh karena itu, Pemuda Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah dalam gerakannya bagaimana memperjuangkan dan menegakkan kalimat La ilaha illallah Muhammad Rasulullah,” lanjutnya.

Pembahasan kemudian bergerak pada persoalan kebangsaan dan persatuan, yang juga menjadi bagian penting dari tema “Makassar dalam Pusaran Dunia”.

Dzikrullah menyinggung bahwa perubahan politik di berbagai belahan dunia dapat melahirkan perpecahan ketika identitas dan perbedaan tidak dikelola dengan baik.

Ia membandingkannya dengan Indonesia yang dihuni oleh beragam suku dan kelompok masyarakat.

“Beberapa negara di belahan dunia ini terbentuk dari hasil pecahan suatu negara, disebabkan salah satunya perbedaan suku. Beda halnya dengan Indonesia. Indonesia terbentuk dari gabungan berbagai suku yang diinisiasi oleh umat Islam,” katanya.

Karena itu, ia menilai umat Islam memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa.

“Maka dari itu kita sebagai umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini,” ujar Dzikrullah.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghubungkan jejak perjuangan masa lalu dengan tantangan kebangsaan dan dinamika global hari ini.

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Sulsel, Rachmat Ghafur Hamran, mengatakan kegiatan POV berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni menghadirkan ruang diskusi yang memperluas wawasan pemuda dan mahasiswa.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta selama sesi diskusi berlangsung.

“Alhamdulillah kegiatan POV, Perspektif Objektif dan Valid, berjalan dengan lancar sebagaimana tujuan kegiatan ini. Saya sangat bersyukur teman-teman yang hadir sangat antusias dalam bertanya kepada narasumber,” kata Rachmat.

Menurutnya, forum POV diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi ruang diskusi berkelanjutan dengan tema-tema yang relevan bagi generasi muda.

“Kami berharap semoga di kegiatan POV ke depan akan lebih banyak lagi pemuda dan mahasiswa untuk membahas materi yang tidak kalah menarik lagi,” tambahnya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah Sulawesi Selatan.

Turut hadir Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Muhammad Saleh Usman, jajaran Pemuda Hidayatullah Sulsel, pengurus GMH Sulsel, para senior, serta mahasiswa dan pemuda.

Melalui tema “Makassar dalam Pusaran Dunia”, penyelenggara ingin mengajak generasi muda tidak hanya mengenal sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadikannya pintu masuk untuk memahami persoalan kedaulatan, persatuan, peradaban, dan perubahan dunia hari ini.

Forum POV diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus memperluas perspektif, memahami sejarah, serta membaca perkembangan global secara lebih kritis dan bertanggung jawab.

Kapolri Pimpin Korprapot, 50 Pati dan Empat PNS Polri Naik Pangkat

JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi memimpin upacara Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Korprapot) Perwira Tinggi (Pati) dan PNS Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 50 Pati Polri dan 4 PNS Polri menerima kenaikan pangkat dalam upacara tersebut.

Dari 50 Pati Polri yang naik pangkat, satu personel memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.), 15 personel menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), dan 34 personel menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Salah satu Pati yang naik pangkat menjadi Komjen Pol. adalah Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. selaku Astamaops Kapolri. Sementara sejumlah Pati yang memperoleh kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol. di antaranya Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. selaku Kadivhubinter Polri, Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. selaku Kapolda Sulut., serta Dr. Wawan Muliawan, S.H., S.I.K., M.H. selaku Wakabaintelkam Polri.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 34 Pati Polri menjadi Brigjen Pol., di antaranya Dally Achmad Mutiara, S.I.K., Zefanja Honpry Dapas, S.I.K., M.Si., dan Dr. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H.

Selain Pati Polri, Korprapot juga diikuti dengan kenaikan pangkat bagi empat PNS Polri. Kenaikan pangkat tersebut terdiri atas tiga PNS menjadi Pembina Utama dan satu PNS menjadi Pembina Utama Madya.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel selama menjalankan tugas. Menurutnya, kenaikan pangkat sekaligus menjadi amanah untuk meningkatkan tanggung jawab dalam memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.

“Setiap kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja personel. Namun, di balik kenaikan pangkat tersebut terdapat amanah dan tanggung jawab yang semakin besar untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi, bangsa, dan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Irjen Pol. Johnny menambahkan, kenaikan pangkat juga merupakan bagian dari pembinaan karier personel sekaligus bentuk kepercayaan organisasi. Para personel yang menerima kenaikan pangkat diharapkan dapat terus menjaga kehormatan institusi dan menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas.

“Harapannya, kenaikan pangkat ini tidak hanya menjadi pencapaian secara pribadi, tetapi juga menjadi energi baru untuk terus berkarya, memberikan kontribusi positif, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan humanis,” tutupnya.