View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Selasa, 18 Agustus 2026

Pelatihan Kader Pos UKK di Terminal Bus Tanjung Priok, Dorong Kesadaran Kesehatan dan Keselamatan Kerja

JAKARTA UTARA – Upaya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan transportasi terus diperkuat. 

Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Kader Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di Terminal Bus dan Perusahaan Otobus (PO Bus) yang digelar di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara.
 
Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Kesehatan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara bersama Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. 

Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan para pekerja yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan terminal, mulai dari pengemudi, kondektur, petugas operasional, hingga pekerja pendukung lainnya.
 
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan terminal. 

Menurutnya, kondisi terminal yang menjadi pusat aktivitas dan mobilitas masyarakat membutuhkan dukungan sistem kesehatan kerja yang baik agar para pekerja dapat menjalankan tugas secara aman dan sehat.
 
Berikutnya, materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah narasumber yang berkompeten:
 
- Jumiati (Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara) memaparkan tentang Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di Terminal Bus Tanjung Priok. Pembentukan Pos UKK diharapkan menjadi sarana yang membantu meningkatkan akses pekerja terhadap informasi, pelayanan dasar kesehatan, serta upaya pencegahan berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan.
- Mutnia menyampaikan materi Pengenalan Potensi Bahaya dan Risiko Kesehatan Kerja di Lingkungan Terminal. Para peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan maupun kecelakaan kerja, termasuk kondisi lingkungan, aktivitas kendaraan, paparan polusi, kebisingan, serta faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan pekerja.
- Dr. Made Prativi Mahendra Svandevi (Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok) membahas Pengendalian Risiko Bahaya Kerja. Peserta dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan dan pengendalian risiko sehingga potensi bahaya di lingkungan kerja dapat diminimalkan.
 
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber, khususnya mengenai penyakit menular dan tidak menular serta dampak kesehatan akibat aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus di lingkungan terminal.
 
Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan kebutuhan pekerja terhadap informasi kesehatan yang praktis serta dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
 
Selain memberikan pengetahuan, pelatihan ini diharapkan mampu membentuk kader-kader Pos UKK yang dapat menjadi penggerak sekaligus perpanjangan tangan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan kerja di lingkungan Terminal Bus Tanjung Priok dan PO Bus.
 
Dengan adanya Pos UKK, pekerja diharapkan tidak hanya semakin memahami potensi risiko yang dihadapi, tetapi juga mampu melakukan langkah-langkah sederhana untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
 
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat. Kolaborasi antara Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, pengelola terminal, dan para pekerja menjadi bagian penting dalam mewujudkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor transportasi.
 
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa kesehatan pekerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari terciptanya pelayanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.

JAGA BEKASI ON THE SPOT - PATROLI PERINTIS PRESISI GABUNGAN MOBILE, DIALOGIS DAN JALAN KAKI DI MEDAN SATRIA

Kota Belasi - Kegiatan Jaga Bekasi On The Spot oleh Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota. Kegiatan dipimpin oleh Katim 3 IPDA Rebi Dian Syahputra, S.H dengan kekuatan 10 personel lengkap. Lokasi sasaran patroli meliputi Jl. Pangeran Jayakarta dan Gg. Assalam 3, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Dalam kegiatan tersebut Tim melaksanakan 3 metode patroli yaitu Patroli Mobile menggunakan kendaraan dinas, Patroli Dialogis dengan menyambangi warga dan tokoh masyarakat, serta Patroli Jalan Kaki di titik-titik rawan dan lingkungan pemukiman. Tujuan kegiatan untuk mengantisipasi Curas, Curat, Curanmor, Tawuran, Balap Liar serta kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas lainnya. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat juga untuk memberikan pelayanan dan menciptakan rasa aman dan nyaman di Wilayah Hukum Polres Metro Bekasi Kota.

Pada kesempatan tersebut personel menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Diantaranya: agar waspada terhadap Curanmor dengan menggunakan kunci ganda, antisipasi pecah kaca mobil, waspada Tawuran, Penculikan Anak, Begal, Penipuan dan Hipnotis. Hasil kegiatan situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat.

Astamaops Polri Cek Langsung Posko Pengungsi Gempa NTT, Siapkan Dukungan SAR hingga Layanan Medis

Manggarai — Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Polri) Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto meninjau Posko Bencana Gempa dan Posko Pengungsi Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak gempa mendapatkan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.

Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Polri mengecek secara langsung kondisi posko pengungsian, ketersediaan logistik, layanan kesehatan, sarana pendukung, serta kebutuhan warga yang masih berada di lokasi penampungan. Polri juga menyiapkan tenda tanggap darurat bagi masyarakat yang membutuhkan tempat perlindungan sementara.

Di lokasi pengungsian, Polri memberikan berbagai dukungan, mulai dari tenaga kesehatan, personel Korps Brimob dengan kemampuan SAR, dapur lapangan, tim trauma healing, hingga sarana komunikasi dan kelistrikan berupa Starlink dan genset.

Astamaops Polri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran mengatakan penanganan bencana dilakukan secara terpadu di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan melibatkan pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait.

“Intinya di bawah koordinasi BNPB, kita akan terus menyempurnakan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di masa tanggap darurat ini,” ujar Fadil dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Menurut Fadil, sejumlah kebutuhan masyarakat yang masih menjadi perhatian di posko antara lain dukungan listrik dan genset, penampungan serta pasokan air, tenaga dokter, hingga ketersediaan obat-obatan.

“Kita bahu-membahu, semua unsur pemerintah, kemudian lembaga TNI-Polri bersinergi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi,” katanya.

Dalam peninjauan itu, Fadil juga melihat langsung kondisi salah seorang korban gempa yang mengalami patah tulang. Polri kemudian menawarkan bantuan evakuasi agar korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, baik melalui jalur darat maupun menggunakan helikopter.

“Tadi kita sudah menawarkan untuk dievakuasi, baik melalui darat maupun menggunakan helikopter. Keluarga sedang rembuk, nanti kita mengangkut atau merawat ke rumah sakit terdekat di sini,” jelas Fadil.

Ia menambahkan, keputusan evakuasi masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga. Namun, Polri memastikan siap memberikan bantuan apabila korban dan keluarga menyetujui proses evakuasi tersebut.

Dukungan pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan kehadiran dokter Pusdokkes Polri. Sebanyak empat dokter Pusdokkes diterjunkan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat di posko pengungsian.

“Sekalian di samping personel dari Korbrimob sudah bawa ke sini dengan kemampuan SAR dan dapur lapangan, serta dokter Brimob. Kemudian dari dokter Pusdokkes sendiri ada empat, teman-teman bisa lihat melakukan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Fadil.

Selain dukungan personel dan layanan kesehatan, Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Kemudian untuk dropping angkutan logistik, helikopter Polri juga ada tiga unit yang akan kita operasionalkan di sini,” kata Fadil.

Bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya terus didorong ke lokasi pengungsian dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penanganan bencana tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Satgas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT. Polri memastikan seluruh personel yang terlibat bekerja secara maksimal, sinergis, dan responsif dalam memberikan perlindungan serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Polri bersama BNPB, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi dalam penanganan masa tanggap darurat, khususnya untuk memastikan kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan, dukungan SAR, serta perlindungan masyarakat dapat terpenuhi.


Reporter : Edo

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolsek Bekasi Barat Wujudkan Kepedulian kepada Warga Sakit dan Lansia


Kota Bekasi, 18 Agustus 2026 — Wujud kepedulian dan empati terhadap masyarakat terus ditunjukkan jajaran Polsek Bekasi Barat melalui program Jaga Jakarta On The Spot. Kapolsek Bekasi Barat AKP Dr. H. Wahyudi, SH., MH., bersama Waka Polsek AKP Parwoto, Kasi Humas, dan Bhabinkamtibmas Jakasampurna, mengunjungi warga yang sedang sakit serta lanjut usia (lansia) di Kampung Cikunir RT.04 RW.015, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (18/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Bekasi Barat menyempatkan diri berdialog dan memberikan perhatian langsung kepada warga. Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.

Kapolsek turut memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, AKP Dr. H. Wahyudi juga mendoakan warga yang sedang sakit agar segera diberikan kesembuhan, kesehatan, serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati Polri kepada masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga, dan semoga yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan,” ujar Kapolsek.

Kegiatan Jaga Jakarta On The Spot tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polsek Bekasi Barat untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan pelayanan, perhatian, dan kepedulian secara langsung di tengah masyarakat.

Jaga Jakarta On The Spot : Srikandi Polsek Pondok Gede Turun ke Lapangan, Kawal Kamtibmas Lewat Patroli Mobile


BEKASI KOTA — Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, terus mengintensifkan kegiatan preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya. Salah satunya melalui patroli mobile Unit Samapta yang dirangkaikan dengan pelaksanaan program Jaga Jakarta On The Spot.

Kegiatan patroli dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan personel Unit Samapta, yakni Aiptu I Palupi, Aipda Parsao­ran, dan Aipda Erwin Suyadi S.

Patroli menyasar sejumlah jalur dan lokasi yang menjadi titik aktivitas masyarakat, di antaranya Jalan Raya Jatiwaringin, Jalan Raya Jatimakmur, Jalan Raya Jatibening, Jalan Raya Hankam Jatirahayu, kawasan Arteri JORR Jatiwarna hingga Kampung Sawah.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli mobile dan patroli jalan kaki di sejumlah pusat keramaian, termasuk pusat perbelanjaan dan pasar. Kehadiran personel kepolisian tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya berbagai potensi gangguan Kamtibmas.

Selain itu, personel juga melaksanakan strong point dan patroli dengan sistem blue light di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan, khususnya pada waktu-waktu aktivitas masyarakat meningkat.

Pemantauan turut dilakukan terhadap sejumlah objek vital dan fasilitas umum, seperti SPBU Sentral Ekonomi, minimarket, perbankan, serta mesin ATM. Petugas juga mengantisipasi berbagai tindak pidana, antara lain pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, serta gangguan keamanan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada petugas keamanan dan masyarakat. Warga diajak bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya gangguan Kamtibmas.

Kegiatan patroli mobile ini merupakan bagian dari upaya Polsek Pondok Gede dalam menghadirkan polisi di tengah masyarakat serta menciptakan situasi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.
Dengan kehadiran personel secara rutin di lapangan, diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Pondok Gede.

Kapolri: Polri Pastikan Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Penanganan Gempa NTT


Nusa Tenggara Timur — Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hal itu disampaikan Kapolri saat meninjau langsung lokasi terdampak dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (18/8/2026).

Kapolri mengatakan, sesuai arahan Presiden, Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan bencana mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Selasa (18/8/2026).

Hingga saat ini, tercatat 1.245 orang menjadi korban bencana, terdiri dari 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan. Sementara itu, sebanyak 27.700 orang masih berada di pengungsian yang tersebar pada 107 titik di tujuh kabupaten.

Kapolri mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian saat ini sudah dapat dijangkau. Polri bersama seluruh unsur terkait terus berbagi tugas untuk mendatangi titik-titik pengungsian, melihat langsung kondisi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

Untuk mempercepat koordinasi penanganan, Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana, terdiri dari satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko pada Polres terdampak. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat sekaligus untuk menginventarisasi berbagai kebutuhan yang berkembang di lapangan.

Polri juga telah mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut diperkuat dengan kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.

Di sisi lain, dukungan logistik terus digerakkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Secara keseluruhan, Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran, berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Khusus dalam kegiatan hari ini, Polri menyalurkan 3.500 paket bansos, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan tersebut diangkut menggunakan enam truk.

“Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi pengungsian,” kata Kapolri.

Kapolri menegaskan distribusi bantuan akan terus disesuaikan dengan hasil evaluasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk memastikan kebutuhan seperti tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, maupun perlengkapan lainnya dapat dipenuhi secara bertahap.

Dalam penanganan kesehatan, Polri juga memastikan masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan akan segera dibantu. Apabila diperlukan, masyarakat akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan difasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya.

“Terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, tentunya akan segera kita bantu dan apabila diperlukan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya,” tegas Kapolri.

Kapolri juga menyebut masyarakat dengan kebutuhan khusus menjadi perhatian, termasuk ibu hamil yang mendekati proses persalinan. Polri akan memastikan mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Selain personel dan bantuan logistik, Polri menyiagakan dukungan sarana operasional berupa satu unit kapal, tiga unit pesawat, dan tiga unit helikopter untuk mendukung pelayanan serta penanganan masyarakat terdampak bencana. 

Sarana angkut udara tersebut juga digunakan untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, serta pemantauan wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat.

Kapolri mengakui masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau sejumlah wilayah secara cepat akibat kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus disiapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kapolri.

Kapolri menekankan bahwa seluruh sumber daya tersebut dikerahkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana. 

Polri juga akan terus berkoordinasi dengan BNPB, TNI, Pemerintah Daerah, serta seluruh unsur terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat ditangani secepat mungkin.

“Kita semua berdoa agar kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkas Kapolri.

Polri Perkuat Penanganan Gempa NTT, Kapolri Tinjau Lokasi Terdampak dan Serahkan Bantuan

NUSA TENGGARA TIMUR — Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto NTT didampingi sejumlah pejabat terkait meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi dan pengungsian di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kapolri mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan Presiden, mulai dari proses pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kami mendapatkan tugas untuk membantu seluruh proses penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Selasa (18/8/2026).

Kapolri menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa bumi yang melanda wilayah NTT. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban meninggal dunia, korban luka, serta masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Mari kita bersama-sama mendoakan semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, korban luka segera diberikan kesembuhan, serta seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Kapolri.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut telah mengakibatkan 1.245 orang menjadi korban, terdiri dari 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan. Sementara itu, sekitar 27.700 masyarakat mengungsi di 107 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten.

Kapolri mengatakan sebagian besar lokasi pengungsian saat ini sudah dapat dijangkau. Polri bersama seluruh unsur terkait terus mendatangi titik-titik pengungsian untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

Dalam mendukung percepatan penanganan bencana, Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana, terdiri dari satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko pada Polres terdampak. 

Posko tersebut menjadi pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat sekaligus digunakan untuk menginventarisasi kebutuhan yang berkembang di lapangan.

Polri juga telah mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT untuk memperkuat penanganan bencana. Personel tersebut memiliki berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pencarian menggunakan K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.

Selain pengerahan personel, Polri telah menyalurkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran. Bantuan tersebut berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.

Kapolri menegaskan distribusi bantuan akan terus didorong berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan masyarakat, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat dipenuhi secara bertahap.

“Kami akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap,” tutur Kapolri.

Khusus dalam peninjauan hari ini, Polri menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur berupa 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan yang diangkut menggunakan enam truk.

Kapolri juga menjelaskan Polri menyiapkan sarana angkut udara berupa pesawat Beechjet, pesawat CN, pesawat Casa, serta helikopter untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, sekaligus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat.

Dalam penanganan medis, Kapolri memastikan masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan lanjutan akan dibantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Apabila diperlukan, masyarakat akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan difasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya.

Termasuk masyarakat dengan kebutuhan khusus, seperti ibu hamil yang mendekati proses persalinan, menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan di lokasi terdampak.

“Terhadap masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun penanganan medis lanjutan, tentunya akan segera kita bantu dan apabila diperlukan akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kami akan memfasilitasi proses evakuasi maupun transportasinya,” tegas Kapolri.

Kapolri mengakui masih terdapat kendala dalam penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah akibat keterbatasan akses dan jalur distribusi. Namun, Polri bersama seluruh unsur terkait terus menyiapkan berbagai alternatif agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk mendukung pelayanan dan penanganan masyarakat terdampak, Polri juga menyiagakan satu unit kapal, tiga unit pesawat, dan tiga unit helikopter, terdiri dari Kapal KP Bima 7014 kelas A3, dua unit helikopter AW 169, satu unit helikopter Bell-429, serta masing-masing satu unit pesawat CN, Casa, dan Beechjet.

Kapolri menegaskan Polri akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan BNPB, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani secepat mungkin.

“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Kapolri.

Kapolri berharap kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.