View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Jumat, 15 Mei 2026

Polsek Metro Tamansari Bongkar Peredaran Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik

Jakarta Barat – Unit Reskrim Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan keras ilegal yang berkedok toko kosmetik di kawasan Jalan Keamanan II RT 02/07, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M Zulfikar mengatakan, Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (11/5/2026) setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas penjualan obat keras tanpa izin edar di lokasi tersebut.

Dipimpin Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP Egy Irwansyah, S.I.K., M.Si., didampingi Kasubnit Narkoba AKP Madjen Silaban, S.H., M.H., tim opsnal langsung melakukan observasi dan penyelidikan di lokasi.

Saat tiba di tempat kejadian perkara, petugas mendapati seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan yang diduga sedang melakukan transaksi obat-obatan terlarang. 

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap pelaku berinisial MR (21).

" Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menyita sebanyak 500 butir Tramadol dan 725 butir Hexymer yang dikemas dalam sejumlah plastik klip siap edar," ujarnya, Jumat, 15/5/2026 

Selain itu, turut diamankan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp489 ribu dan satu unit telepon genggam Oppo A17.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku baru bekerja selama dua minggu sebagai penjaga toko yang berkedok warung tissue dan kosmetik tersebut. 

Ia menerima upah sebesar Rp2 juta per bulan dari seorang pria berinisial T alias “Bos Tam” yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Tersangka juga mengaku omzet penjualan obat keras ilegal tersebut bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari. 

Barang-barang tersebut diantar oleh orang suruhan bosnya secara bergantian.

Keberadaan toko berkedok kosmetik tersebut diketahui telah meresahkan warga sekitar karena diduga menjadi tempat transaksi obat-obatan keras ilegal.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat* )

Sebanyak 166 SPPG Polri Siap Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak dari Tuban

Tuban – Polri menyatakan kesiapan penuh menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, mengatakan seluruh jajaran telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan operasional SPPG berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polri siap mendukung penuh agenda Presiden RI dalam peresmian operasional 166 SPPG. Program Makan Bergizi Gratis merupakan implementasi nyata aktualisasi Asta Cita Presiden RI karena pemenuhan gizi dan ketahanan pangan adalah fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” ujar Irjen Pol. Nurworo Danang.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, UMKM hingga koperasi lokal.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelasnya.

Hingga 13 Mei 2026, Satgas MBG Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, melayani sekitar 1,84 juta penerima manfaat dan menyerap hampir 36.800 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional serta 468 SPPG yang masih dalam proses pembangunan, terdiri atas 435 SPPG di wilayah aglomerasi dan 33 SPPG di daerah terpencil.

Pada momentum ini, sebanyak 166 SPPG di 24 Polda jajaran diresmikan secara serentak dan terhubung secara daring dari wilayah masing-masing dengan dukungan Forkopimda, Bhayangkari, relawan, tenaga ahli gizi serta tim operasional lapangan.

Irjen Pol. Nurworo menegaskan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi, didukung sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, halal hingga standar internasional. Polri juga terus menghadirkan inovasi operasional, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan untuk mendukung layanan dalam skala besar.

Lebih lanjut, program MBG diperkuat melalui pembangunan ekosistem ketahanan pangan berbasis gudang sentral, greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda, dan pada 2026 akan ditambah 10 gudang baru guna memperkuat ketersediaan serta stabilitas pasokan pangan nasional.

Selain agenda peresmian SPPG, Presiden RI dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi secara berkelanjutan.

“Seluruh upaya yang dilakukan Polri merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI. Kami ingin memastikan program strategis pemerintah dapat berjalan optimal, menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu hingga hilir,” tutup Irjen Pol. Nurworo Danang.

POLSEK BANTAR GEBANG GELAR KRYD, OKJ, OPS JAYA 21 SERTA PATROLI SKALA BESAR DALAM RANGKA ANTISIPASI TAWURAN REMAJA, GENK MOTOR, KEJAHATAN JALANAN DAN GUANTIBMAS

.

Kota Bekasi - Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Bantar Gebang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ), Ops Jaya 21 serta patroli skala besar di wilayah hukum Polsek Bantargebang yang meliputi Kecamatan Bantargebang dan Kecamatan Mustikajaya. Jum'at malam Sabtu (15/16/2/26).

Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 20 personel dan dipimpin oleh Wakapolsek Bantargebang AKP Karna, SH dengan Perwira Pengendali IPTU Sanggam Aritonang selaku Kapolsubsektor Mustikajaya.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan razia terhadap kendaraan roda dua, roda empat, mobil box dan kendaraan barang yang dicurigai melintas di wilayah hukum Polsek Bantargebang. Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan profesional terhadap kendaraan, pengemudi maupun penumpang guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Adapun sasaran dalam kegiatan Ops Jaya 21 dan OKJ meliputi penyalahgunaan narkotika, senjata tajam, senjata api, bahan peledak, minuman keras, pelaku curas, curat, curanmor, begal motor, tawuran remaja hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Dari hasil pelaksanaan kegiatan, petugas tidak menemukan adanya tindak pidana kriminal maupun penyalahgunaan narkoba. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Di tempat terpisah, Kapolsek Bantar Gebang Kompol Sukadi, SH, MM menyampaikan bahwa kegiatan patroli skala besar dan KRYD akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan KRYD, OKJ dan Ops Jaya 21 ini, kami ingin memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif serta mencegah terjadinya tawuran remaja, aksi genk motor maupun kejahatan jalanan lainnya. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kompol Sukadi, SH, MM. Humas Polsek Bantar Gebang).

Sebanyak 166 SPPG Polri Siap Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak dari Tuban

Tuban – Polri menyatakan kesiapan penuh menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, mengatakan seluruh jajaran telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan operasional SPPG berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polri siap mendukung penuh agenda Presiden RI dalam peresmian operasional 166 SPPG. Program Makan Bergizi Gratis merupakan implementasi nyata aktualisasi Asta Cita Presiden RI karena pemenuhan gizi dan ketahanan pangan adalah fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” ujar Irjen Pol. Nurworo Danang.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, UMKM hingga koperasi lokal.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelasnya.

Hingga 13 Mei 2026, Satgas MBG Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, melayani sekitar 1,84 juta penerima manfaat dan menyerap hampir 36.800 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional serta 468 SPPG yang masih dalam proses pembangunan, terdiri atas 435 SPPG di wilayah aglomerasi dan 33 SPPG di daerah terpencil.

Pada momentum ini, sebanyak 166 SPPG di 24 Polda jajaran diresmikan secara serentak dan terhubung secara daring dari wilayah masing-masing dengan dukungan Forkopimda, Bhayangkari, relawan, tenaga ahli gizi serta tim operasional lapangan.

Irjen Pol. Nurworo menegaskan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi, didukung sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, halal hingga standar internasional. Polri juga terus menghadirkan inovasi operasional, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan untuk mendukung layanan dalam skala besar.

Lebih lanjut, program MBG diperkuat melalui pembangunan ekosistem ketahanan pangan berbasis gudang sentral, greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda, dan pada 2026 akan ditambah 10 gudang baru guna memperkuat ketersediaan serta stabilitas pasokan pangan nasional.

Selain agenda peresmian SPPG, Presiden RI dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi secara berkelanjutan.

“Seluruh upaya yang dilakukan Polri merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI. Kami ingin memastikan program strategis pemerintah dapat berjalan optimal, menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu hingga hilir,” tutup Irjen Pol. Nurworo Danang.

Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk Besok

Nganjuk - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Kepastian kehadiran Presiden disampaikan langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, kepada wartawan pada Jumat (15/5/2026). Ia menyebut pihaknya telah menerima konfirmasi resmi terkait kehadiran Presiden sejak dua hari lalu.

“Sudah, sudah confirm Presiden Prabowo hadir meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah,” ujar Andi Gani.

Berdasarkan agenda yang telah disiapkan, Presiden Prabowo dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB dan acara peresmian akan dimulai pukul 09.00 WIB. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, hanya akan ada dua sambutan utama, yakni dari Andi Gani dan Presiden Prabowo.

Usai memberikan sambutan, Presiden akan melakukan prosesi peresmian dengan menekan tombol simbolis sebagai tanda dibukanya Museum dan Rumah Singgah Marsinah. Setelah itu, Andi Gani akan mendampingi Presiden meninjau langsung area museum.

“Setelah tekan tombol, saya akan ajak beliau langsung meninjau museum,” kata Andi Gani.

Museum tersebut dibangun untuk merekam perjalanan hidup serta perjuangan Marsinah sebagai simbol perjuangan buruh di Indonesia, mulai dari masa kecil hingga akhir hayatnya. Sementara di bagian belakang museum disiapkan rumah singgah yang diperuntukkan bagi para peziarah yang datang dari luar daerah.

“Ada rumah singgah di belakang yang kami siapkan untuk para peziarah yang tidak mendapat penginapan dan ini gratis. Maksimal hanya satu malam,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa museum nantinya akan dibuka untuk masyarakat umum tujuh hari setelah peresmian, dengan jam operasional mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pengelolaan museum akan berada di bawah Yayasan KSPSI yang saat ini tengah menyiapkan struktur kepengurusan resmi.

Dalam acara peresmian tersebut, diperkirakan sekitar 7.000 buruh dari sejumlah wilayah di Jawa Timur akan hadir, mulai dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk. Selain itu, sejumlah tokoh buruh internasional juga dijadwalkan menghadiri kegiatan, termasuk Sekretaris Jenderal ITUC-Asia Pacific, Shoya Yoshida.

Andi Gani menilai peresmian museum oleh Presiden menjadi momen penting dalam sejarah perjuangan buruh nasional. Menurutnya, kehadiran Presiden secara langsung di Nganjuk menunjukkan penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah yang kini telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.

“Tentu kita harus bersyukur, simbol sejarah perjuangan buruh, Ibu Marsinah, mendapatkan gelar terhormat pahlawan nasional,” tuturnya.

Selain agenda peresmian museum, Andi Gani mengaku berencana mengajak Presiden Prabowo untuk berziarah ke makam Marsinah yang berada tidak jauh dari lokasi museum. Ia juga berharap Presiden dapat melihat langsung produk UMKM binaan aktivis buruh yang telah menembus pasar ekspor.

“Saya rencananya akan mengajak beliau ziarah ke makam Ibu Marsinah dan melihat UMKM binaan aktivis buruh yang produknya sudah diekspor ke beberapa negara,” katanya.

Presiden Prabowo Akan Resmikan Museum Ibu Marsinah serta Panen Raya Jagung Nasional

Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda nasional pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Provinsi Jawa Timur mulai dari peresmian Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk dan panen raya jagung kuartal II secara serentak di seluruh Polda dan Polres jajaran, hingga pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi serta peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan nasional.

Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan masyarakat melalui Satgas Pangan Polri yang dipimpin oleh Irjen Pol. Anwar serta Satgas MBG Polri yang dipimpin oleh Irjen Pol. Nurworo Danang.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto besok dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Kabupaten Nganjuk sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan buruh Indonesia. Selain itu juga akan dilaksanakan panen raya jagung kuartal II secara serentak di seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian dan desa.

“Polri bersama stakeholder terkait mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Panen raya jagung kuartal II ini menjadi bukti sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Kadiv Humas Polri.

Selain itu, Presiden juga dijadwalkan meresmikan pengoperasionalan serentak 166 SPPG di 18 provinsi serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan.

“Pengoperasionalan 166 SPPG di 18 provinsi dan pembangunan 10 gudang ketahanan pangan merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekosistem pangan nasional, memastikan distribusi berjalan optimal, serta meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan pangan ke depan,” tutup Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Polda Lampung Berhasil Ungkap Kasus Curat Ranmor yang Mengakibatkan Gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena

LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, memimpin langsung kegiatan Press Release pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) sasaran kendaraan bermotor yang mengakibatkan gugurnya seorang personil Polri, Bripka (Anumerta) Arya Supena, S.H., saat menjalankan tugas.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 09 Mei 2026, sekitar pukul 06.00 WIB di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. 

Bripka (Anumerta) Arya Supena, yang merupakan anggota Ditintelkam Polda Lampung, memergoki aksi pencurian sepeda motor milik korban NM di depan Toko Yussy Akmal.

Saat hendak melakukan penangkapan, tersangka B alias R melakukan perlawanan sengit dan berusaha merebut senjata api milik korban. 

Dalam pergumulan tersebut, tersangka berhasil menguasai senjata korban lalu menembak korban, yang mengakibatkan Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur di tempat kejadian perkara (TKP).

Sedangkan tersangka H berperan sebagai joki dan pengawas situasi, serta membantu menguburkan senjata api milik korban di wilayah Pesawaran.

"Kedua tersangka diberikan tindakan tegas dan terukur oleh petugas di lapangan karena melakukan perlawanan aktif dan membawa senjata api rakitan yang membahayakan nyawa anggota saat proses penangkapan," tegas Helfi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 458, Pasal 479, atau Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal bagi para pelaku adalah penjara seumur hidup.

Helfi menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena. 
"Polri kehilangan salah satu putra terbaiknya yang gugur demi menjaga keamanan masyarakat. Kami pastikan proses hukum berjalan maksimal bagi para pelaku," tutup Helfi Assegaf.