View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Rabu, 20 Mei 2026

Patroli Hunting Reskrim Menteng Sasar Jalan Latuharhari dan Pegangsaan, Polisi Antisipasi Kriminalitas Dinihari

Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Metro Menteng terus menggencarkan kegiatan patroli cipta kondisi (cipkon) melalui patroli hunting di sejumlah titik rawan wilayah Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubnit 2 Reskrim IPTU Waluyo dengan menyisir kawasan Jalan Blora, Jalan Latuharhari, dan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Kamis (21/5/2026).

Patroli hunting dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan, terutama kejahatan jalanan dan aksi tawuran warga yang rawan terjadi pada malam hingga dinihari. Kawasan yang menjadi sasaran patroli merupakan wilayah dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga membutuhkan pengawasan intensif dari aparat kepolisian.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile, pemantauan situasi wilayah, serta penjagaan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, menjaga keamanan wilayah Menteng dan sekitarnya, serta mencegah kejahatan malam hari dan aksi tawuran warga. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas.

Selain melakukan pengawasan wilayah, petugas juga melaksanakan patroli dialogis dengan warga dan petugas keamanan lingkungan. Polisi memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan serta berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

IPTU Waluyo mengatakan bahwa patroli hunting merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif. “Kami terus meningkatkan patroli malam di kawasan rawan guna mencegah potensi kriminalitas dan menjaga stabilitas keamanan wilayah Menteng,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa patroli cipta kondisi menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Pusat.

“Patroli rutin yang dilakukan jajaran kepolisian merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa patroli hunting akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan guna menekan angka kriminalitas dan mencegah gangguan kamtibmas lainnya.

Dengan dilaksanakannya patroli hunting di kawasan Blora, Latuharhari, dan Pegangsaan, situasi wilayah Menteng dan sekitarnya terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, serta semakin memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polsek Duren Sawit dan Koramil 08/Duren Sawit Jakarta Timur Patroli Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja


Jakarta Timur -Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Polsek Duren Sawit dan Babinsa Koramil 08/Duren Sawit Jakarta Timur patroli keliling di wilayah Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, khususnya di Jl. Pendidikan 3 RT 03 RW 14 Kelurahan Duren Sawit. Rabu (20/05/26).

Patroli gabungan yang dilakukan oleh jajaran Polsek dan Koramil merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan wilayah serta mencegah aksi tawuran dan kenakalan remaja yang kerap meresahkan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari.

Sinergitas antara Polsek Duren Sawit dan Koramil 08/Duren Sawit terus diperkuat melalui patroli rutin di sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta Timur. 

Dalam patroli tersebut, personel gabungan menyisir kawasan permukiman, jalan protokol, lokasi berkumpulnya remaja, serta area yang dinilai rawan terjadi tawuran. Petugas juga memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak terlibat aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan ini bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif bagi warga masyarakat.

Selain mencegah tawuran, patroli juga difokuskan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan, balap liar, serta gangguan keamanan lainnya.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Warga menyambut positif kegiatan patroli sinergitas TNI-Polri tersebut karena dinilai efektif dalam menciptakan ketertiban dan mempersempit ruang gerak pelaku kenakalan remaja maupun tindak kriminal di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur.

Babinsa Koramil 08/Duren Sawit Gelar Patroli Komduk, Cegah Tawuran dan Kenakalan Remaja


Jakarta Timur – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Koramil 08/Duren Sawit bersama Unsur Komduk melaksanakan kegiatan patroli dan siskamling keliling di wilayah Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur, khususnya di Jl. Pendidikan 3 RT 03 RW 14 Kelurahan Duren Sawit. Rabu (20/05/26).

Kegiatan patroli tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Babinsa Koramil 08/Duren Sawit, Bhabinkamtibmas Polsek Duren Sawit, FKDM, serta warga masyarakat setempat yang menjadi bentuk nyata sinergitas dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif.

Pada kesempatan tersebut, Batuud Koramil 08/Duren Sawit Serda Adiyanto menyampaikan bahwa patroli rutin ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tawuran remaja, gangguan kamtibmas, maupun kenakalan remaja yang kerap meresahkan masyarakat.

“Melalui patroli Komduk ini, kami ingin memastikan wilayah tetap aman dan masyarakat merasa tenang. Kami juga mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dengan adanya patroli gabungan ini, diharapkan tercipta situasi wilayah yang semakin aman dan harmonis, sekaligus mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan di wilayah Duren Sawit.


Patroli Jalan Kaki di Jalan Matraman Dalam III, Polsek Metro Menteng Perkuat Pengamanan Lingkungan


Jakarta Pusat – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Metro Menteng kembali menggelar kegiatan patroli cipta kondisi (cipkon) melalui patroli jalan kaki di kawasan permukiman warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Matraman Dalam III RW 04, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi gangguan keamanan pada malam hari. Kamis (21/5/2026)

Patroli dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) IPDA Sugiyanto bersama personel yang melakukan penyisiran langsung di lingkungan warga dan sejumlah titik rawan gangguan kamtibmas. Melalui patroli jalan kaki, aparat kepolisian dapat melakukan pemantauan wilayah secara lebih maksimal sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli dialogis, penjagaan, dan pemantauan situasi wilayah guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, menjaga keamanan wilayah Menteng dan sekitarnya, serta mencegah kejahatan malam hari dan aksi tawuran warga. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman dan menekan potensi kriminalitas.

Selain melakukan pengawasan wilayah, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga dan petugas keamanan lingkungan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan, menjaga ketertiban lingkungan, serta mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja pada malam hari guna mencegah potensi tawuran.

IPDA Sugiyanto mengatakan bahwa patroli jalan kaki rutin dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif. “Kami terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa patroli cipta kondisi merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta Pusat.

“Patroli preventif akan terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas keamanan dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menyampaikan bahwa patroli malam di kawasan permukiman dan titik rawan akan terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai bentuk kriminalitas dan gangguan kamtibmas lainnya.

Dengan dilaksanakannya patroli jalan kaki di kawasan Jalan Matraman Dalam III RW 04 Pegangsaan, situasi wilayah Menteng dan sekitarnya terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, serta semakin memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Sinergi Polisi dan Warga Jaga Perbatasan Kalipasir Tetap Kondusif

Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Menteng tetap aman dan kondusif, jajaran Polsek Metro Menteng terus mengintensifkan patroli preventif di kawasan rawan. Kapolsubsektor Cut Mutia, Aiptu Ali Imran, bersama personel Polsubsektor Sarinah Aiptu M. Sudargo dan warga melaksanakan pemantauan wilayah di perbatasan Kalipasir, Menteng, Jakarta Pusat, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, aksi curanmor, dan tawuran warga. Kamis (21/5/2026).

Patroli dilakukan pada malam hingga dini hari dengan menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan terhadap aktivitas kriminalitas maupun potensi gesekan antarwarga. Kehadiran aparat kepolisian bersama masyarakat menjadi langkah preventif untuk memastikan lingkungan tetap aman dan nyaman bagi warga sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Ali Imran dan Aiptu M. Sudargo berdialog langsung dengan warga Kalipasir yang ikut melakukan penjagaan lingkungan. Mereka mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan, mengaktifkan ronda malam, serta menjaga komunikasi yang baik antarwarga untuk mencegah terjadinya konflik maupun tindak kriminal.

“Keamanan lingkungan tidak bisa dijaga sendiri. Diperlukan kerja sama antara polisi dan masyarakat agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Aiptu Ali Imran.

Warga Kalipasir menyambut positif patroli gabungan tersebut dan mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat kepolisian di wilayah mereka. Sinergi antara polisi dan masyarakat dinilai mampu memperkuat pengawasan serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan jajarannya bersama warga. “Patroli wilayah dan kolaborasi dengan masyarakat merupakan bentuk nyata pelayanan Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan akan terus ditingkatkan. “Kalipasir menjadi salah satu titik perhatian kami. Dengan kehadiran personel di lapangan serta dukungan warga, kami optimistis wilayah Menteng tetap aman dan terbebas dari gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Patroli dan pemantauan bersama ini menjadi bagian dari komitmen Polsek Metro Menteng dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat demi menciptakan Menteng yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Catatan Kritis Para Akademisi dalam Rakernis Densus 88: Terorisme Kini Tak Lagi Bergerak dengan Cara Lama

Jakarta, 20 Mei 2026 — Ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan terus mengalami perubahan. Jika dahulu ancaman identik dengan organisasi tertutup, doktrin ideologi yang kaku, dan pola rekrutmen konvensional, kini ancaman berkembang lebih cair melalui ruang digital, algoritma, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Perubahan wajah ancaman tersebut menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” pada rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026, yang dihadiri langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; serta Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

Forum tersebut menjadi ruang bertemunya perspektif keamanan, psikologi, hukum, teknologi, dan perlindungan anak untuk membaca ancaman terorisme modern yang dinilai bergerak lebih cepat dibanding pola penanganan konvensional.

Dalam pemaparannya, Wakapolri menegaskan bahwa perubahan ancaman harus direspons dengan perubahan cara berpikir dan strategi pencegahan.

“Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur,” ujar Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Menurut Wakapolri, mitigasi embrio terorisme tidak dapat hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus memperkuat literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat membaca risiko sejak dini.

Sementara itu, Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa perubahan ancaman ekstremisme menuntut sinergi nasional yang lebih kuat.

“Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital,” ujar Kepala BNPT.

Ia menilai pendekatan preventif menjadi penting agar negara mampu membangun ketahanan masyarakat sebelum ancaman berkembang menjadi tindakan nyata.

Di sisi lain, Kadensus 88 AT Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menekankan bahwa Densus 88 terus memperkuat strategi penanggulangan yang lebih adaptif seiring perubahan pola ancaman.

“Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan,” kata Irjen Pol. Sentot Prasetyo.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan deteksi dini terhadap kerentanan anak dan remaja yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan ekstremisme digital.

Dalam forum tersebut, para akademisi memberikan apresiasi terhadap substansi buku “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital”, sekaligus menyampaikan sejumlah catatan kritis agar strategi pencegahan ekstremisme lebih adaptif, berbasis bukti ilmiah, dan tetap menjunjung prinsip perlindungan masyarakat.

Radikalisasi di Era Digital Tidak Lagi Selalu Bertahap

Psikolog forensik Dr. Zora Arfina Sukabdi menilai buku tersebut memperkaya teori counter-terrorism yang selama ini digunakan. Menurutnya, proses radikalisasi di era digital tidak selalu berlangsung bertahap sebagaimana teori klasik, tetapi dapat mengalami lompatan cepat akibat intensitas paparan digital.

Ia menyoroti kerentanan generasi muda yang mengalami alienasi sosial, perasaan tidak terlihat (invisible), hingga kehilangan makna, yang dapat menjadi pintu masuk narasi ekstrem.

Ekstremisme Modern Kini Dibentuk oleh Algoritma dan Identitas Digital

Guru Besar hukum pidana Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. menilai kelompok ekstrem modern tidak lagi sekadar membangun propaganda, tetapi juga pengalaman emosional, identitas kelompok, dan keterikatan psikologis yang menarik bagi generasi digital.

Ia mengingatkan agar strategi penanggulangan tetap berpijak pada hak asasi manusia dan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Luka Psikologis Bisa Menjadi Pintu Masuk Radikalisasi

Psikolog forensik Dra. Adityana Kasandra Putranto menyoroti bahwa akar kerentanan terhadap radikalisasi sering kali bukan hanya konten ekstrem, tetapi riwayat perundungan, krisis identitas, hingga keterasingan sosial yang tidak tertangani.

Menurutnya, intervensi perlu mencakup pendekatan klinis dan penguatan kesehatan mental, bukan hanya kontra-radikalisasi.

AI dan Analisis Data Didorong Jadi Instrumen Deteksi Dini

Pakar analisis data Dr. Ismail Fahmi menekankan perlunya kolaborasi antara aparat dan komunitas riset untuk membangun sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, guna mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman.

Meski berasal dari disiplin berbeda, para akademisi menyampaikan satu benang merah yang sama: terorisme modern tidak lagi dapat dipahami dengan pola lama.

Ancaman kini bergerak melalui ruang digital, dipengaruhi algoritma, kondisi psikologis, budaya visual, hingga dinamika sosial yang semakin kompleks. Karena itu, penanganannya membutuhkan sinergi psikologi, pendidikan, hukum, teknologi, perlindungan anak, dan masyarakat.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan, sejalan dengan arah Transformasi Polri dalam menjaga keamanan nasional menghadapi perubahan ancaman global.

Karena ancaman yang berubah menuntut cara memahami dan mencegahnya ikut berubah.

Dukung Program Pemerintah, Satgas Trisila 26 Tahap II TNI Angkatan Laut Tiba di Banjarmasin

TNI AL, Banjarmasin,- Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla., didampingi Walikota Banjarmasin H.M. Yamin HR., sambut kedatangan KRI Teluk Kupang-519 dalam rangka Satgas Trisila 26 Tahap II TNI Angkatan Laut TA. 2026 di Dermaga 100 Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jalan Barito Hilir No. 6, Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin.l, Rabu (20/05/2026). 

Kegiatan penyambutan KRI Teluk Kupang-519 turut dihadiri sejumlah Unsur Forkopimda Kota Banjarmasin, Pejabat TNI-Polri, hingga Unsur Maritim seperti KSOP Kelas I Banjarmasin.

Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) II Laksamana Pertama TNI Endra Hartono selaku Dansatgas Trisila 2026 yang diwakilkan oleh Wadan Satgas Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji menyampaikan bahwa operasi tersebut bukan hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah laut, tetapi juga bentuk kepedulian TNI AL kepada masyarakat.

Satgas Trisila 2026 melibatkan sejumlah unsur. Mulai dari unsur laut melalui KRI Teluk Kupang-519, unsur udara dengan Helikopter AS 565 Panther, satu Pleton Marinir, hingga dukungan Pangkalan TNI AL seperti Lanal Banjarmasin.

“Tak hanya itu, selama berada di Kalimantan Selatan, TNI AL juga akan melaksanakan sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan. Diantaranya diawali dengan open ship dan donor darah, bersih-bersih pantai, penanaman mangrove di Kabupaten Tanahlaut, hingga penanaman kedelai untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan bahwa atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, kami mengucapkan selamat datang kepada KRI Teluk Kupang-519 di Pelabuhan Trisakti. Ini kebanggaan bagi masyarakat Banjarmasin.

Senada, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan Operasi Trisila 26 di wilayah Banjarmasin.

Kehadiran kapal perang itu juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih dekat mengenal TNI AL dan dunia maritim.

“Kami harap masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya bisa datang melihat langsung. Ini adalah kapal rakyat, kapal milik masyarakat Indonesia,” pungkasnya.