View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 02 November 2026

Polri Gelar Dialog Penguatan Internal, Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Rawat Ruang Informasi Publik

JAKARTA – Divisi Humas Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri Ke-4 Tahun Anggaran 2026 dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat, Merawat Ruang Informasi Publik di Era Digital” di Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat strategi komunikasi publik Polri dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan dinamika opini masyarakat di era digital.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti Kabid Humas Polda jajaran, PPID Satker Mabes Polri, Kapolres jajaran serta peserta didik dari sejumlah lembaga pendidikan Polri.

Dalam sambutan Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir yang dibacakan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, disampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi masyarakat sekaligus menuntut Polri untuk semakin terbuka, adaptif, dan responsif dalam memberikan pelayanan informasi.

Menurutnya, fungsi Humas Polri tidak lagi hanya berorientasi pada publikasi kegiatan institusi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dua arah, mendengarkan aspirasi, serta memahami kebutuhan masyarakat.

“Kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui narasi positif, tetapi harus tumbuh dari kesesuaian antara apa yang disampaikan, apa yang dilakukan, dan apa yang dirasakan masyarakat,” demikian pesan Kadivhumas Polri dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, tantangan komunikasi publik semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan internet dan penyebaran disinformasi. Berdasarkan survei APJII tahun 2026, penetrasi internet Indonesia mencapai 81,7 persen atau sekitar 235,26 juta pengguna. Sementara itu, data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sebanyak 1.171 isu hoaks dan disinformasi sepanjang Januari hingga September 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Polri untuk memperkuat kompetensi digital personel, mengoptimalkan pemanfaatan analisis data dan kecerdasan buatan, meningkatkan deteksi dini terhadap perkembangan isu, serta membangun komunikasi publik yang akurat dan mudah dipahami masyarakat.

Lebih lanjut, Kadivhumas Polri mengingatkan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagaimana menjadi arah transformasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto harus diwujudkan melalui keterbukaan, kedekatan, dan kolaborasi. Kritik masyarakat juga perlu dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian.

Dialog tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Margareta Manalu, M.Si., Dosen Komunikasi Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, dengan materi kolaborasi polisi dan masyarakat dalam membangun ruang informasi digital yang tepercaya, partisipatif, dan demokratis.

Selanjutnya, Rizal Nova Mujahid selaku Lead Analyst Drone Emprit membahas pentingnya membaca kritik warganet terhadap Polri untuk memperkuat kepercayaan dan merawat ruang informasi publik. Sementara itu, Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum., Akademisi dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia, membahas pengaruh emosi dan pengalaman masyarakat terhadap pembentukan kepercayaan publik.

Melalui dialog ini, Divhumas Polri berharap berbagai perspektif yang disampaikan para narasumber dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan komunikasi publik Polri, khususnya dalam meningkatkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi dua arah, serta membangun kemitraan dengan media, akademisi, komunitas digital, dan masyarakat.

Menutup sambutannya, Kadivhumas Polri menekankan bahwa perkembangan teknologi harus tetap diimbangi dengan integritas dan kinerja nyata seluruh personel Polri.

“Teknologi dapat mempercepat penyampaian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan integritas. Publikasi dapat membangun perhatian, tetapi tidak dapat menggantikan kinerja nyata. Kepercayaan hanya dapat dipertahankan melalui konsistensi tindakan,” tegasnya.

Dengan demikian, Humas Polri diharapkan tidak hanya hadir untuk menyampaikan informasi mengenai apa yang dikerjakan institusi, tetapi juga memastikan masyarakat menjadi bagian dari proses perbaikan Polri melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

PUNCAK – Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak menyelidiki kasus penganiayaan berat berupa penikaman terhadap seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial MM (44) oleh orang tidak dikenal (OTK). 

Peristiwa tersebut terjadi di depan Bengkel Mandiri Utama, Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.

Peristiwa terjadi ketika korban sedang duduk di atas sepeda motornya. Secara tiba-tiba, korban diduga diserang dari arah belakang menggunakan senjata tajam berupa pisau yang ditusukkan pada bagian leher hingga menembus ke bagian depan. Setelah melakukan penyerangan, para pelaku melarikan diri ke arah Kampung Ulumuni.

Berdasarkan penyelidikan awal, diduga terdapat lima orang yang terlibat dalam aksi tersebut, dengan rincian tiga orang berperan mengawasi situasi sekitar dan dua orang lainnya melakukan penikaman terhadap korban. Identitas para pelaku hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai media pada Senin (2/11), menjelaskan bahwa sesaat setelah kejadian, korban berteriak meminta pertolongan hingga warga berdatangan. Korban kemudian dibawa ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban mengalami luka tusuk pada bagian leher akibat penikaman dari arah belakang. Saat ini korban masih dalam keadaan sadar, sementara pisau yang diduga digunakan dalam penyerangan masih tertancap di tubuhnya,” jelas Kasatgas Humas.

Karena keterbatasan fasilitas medis di RSUD Ilaga, pada Senin pagi (2/11/2026), korban dirujuk ke RSUD Timika menggunakan pesawat dengan pengawalan anggota kepolisian untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk pemasangan alat bidai guna mengurangi pergerakan yang berpotensi memperparah luka. Selanjutnya, korban direncanakan dirujuk ke Makassar menggunakan pesawat untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Kasatgas Humas menjelaskan, barang bukti yang telah dicatat dalam penanganan perkara ini meliputi satu jaket berwarna biru navy, satu celana jeans berwarna biru navy, dan satu baju berwarna hitam milik korban. Selain itu, terdapat satu bilah pisau bergagang kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang diduga digunakan dalam penikaman.

Pisau tersebut masih tertancap di tubuh korban dan belum dapat diamankan karena harus menunggu tindakan medis. Sementara itu, barang-barang milik korban telah dicatat untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut.

“Kami akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan mengetahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” ujar Kasatgas Humas.

Terkait dugaan motif, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 menyampaikan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal, penikaman tersebut diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan kemungkinan merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu anggota kelompok yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Berdasarkan informasi awal, kejadian ini diduga berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata. Terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu. Namun, motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami,” jelas Kasatgas Humas.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, juga menyampaikan bahwa aparat mencermati penyebaran sejumlah video aksi kekerasan melalui media sosial. Berdasarkan hasil monitoring dan profiling, video yang diunggah oleh influencer Sebi Sambom tersebut merupakan video lama, yakni peristiwa pada April 2026 dan September 2025.

Menurutnya, penyebaran kembali video lama tersebut diduga dapat memicu keresahan dan membangun persepsi yang tidak sesuai dengan kondisi aktual keamanan di Papua.

“Kami mencermati adanya unggahan video aksi kekerasan yang berdasarkan hasil monitoring dan profiling merupakan video lama. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh berita bohong atau informasi yang tidak sesuai fakta,” ujar Kasatgas Humas.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh, termasuk mendalami dugaan keterlibatan pihak maupun kelompok tertentu.

“Peristiwa penikaman ini menjadi perhatian serius kami. Aparat akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut. Setiap dugaan keterkaitan dengan kelompok tertentu juga akan didalami berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang sah. Kami memastikan proses penanganan berjalan secara profesional sesuai prosedur hukum,” tegas Kaops.

Sebagai langkah antisipasi, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak terus meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan keamanan di wilayah Ilaga. Koordinasi dengan masyarakat dan seluruh stakeholder terkait juga dilakukan untuk mendukung pengungkapan perkara serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Ilaga, untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat kepolisian, khususnya Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak. Kami akan melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kasus ini. Dukungan dan kerja sama masyarakat serta seluruh stakeholder sangat kami harapkan agar perkara ini dapat segera terungkap,” tutup Kasatgas Humas.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku dan mendalami motif penikaman. Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta segera menyampaikan informasi relevan kepada aparat kepolisian. Polisi bersama masyarakat terus berupaya menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.

Polisi Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Balita di Kebayoran Lama, Dua Orang Diamankan

JAKARTA — Polres Metro Jakarta Selatan menangani kasus dugaan kekerasan terhadap seorang balita perempuan berusia 1 tahun 8 bulan yang meninggal dunia. Polisi telah mengamankan dua orang terkait peristiwa yang diduga terjadi di kawasan Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026) malam.

Kasus ini terungkap setelah Polsek Kebayoran Lama menerima informasi dari masyarakat pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai lokasi penguburan jenazah korban di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterangan awal, korban diduga mengalami kekerasan saat berada bersama ayah tirinya di sekitar Stasiun Kebayoran Lama. Kondisi korban kemudian memburuk hingga diduga meninggal dunia. Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi.

Jenazah korban diduga dibawa menggunakan transportasi daring menuju kawasan Palmerah, sebelum akhirnya dikuburkan di sebuah lahan kosong di Jalan Gatot Subroto, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Polisi mengamankan dua orang berinisial AR (22) dan J (19), yang merupakan ayah tiri dan ibu kandung korban. Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara di tiga lokasi, memeriksa sejumlah saksi, serta menggelar pra-rekonstruksi untuk mendalami peristiwa tersebut.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penyidik masih mendalami rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya terjadi berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti.

Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat I untuk menjalani autopsi. Polisi juga masih menelusuri keberadaan pengemudi transportasi daring yang diduga mengantar pihak terkait setelah kejadian.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak agar segera melapor melalui layanan kepolisian 110 sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Polisi Apresiasi Kepedulian Warga Bantu Ungkap Dugaan Kekerasan terhadap Balita di Kebayoran Lama

JAKARTA — Kepolisian mengapresiasi kepedulian warga yang membantu mengungkap dugaan kekerasan terhadap seorang balita yang meninggal dunia dalam perkara yang ditangani Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni AR dan J yang merupakan ibu kandung korban, serta menahan keduanya. Perkembangan perkara disampaikan dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Kasus berawal dari kecurigaan warga terhadap kejadian di toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama pada Sabtu (31/10/2026) malam. Seorang saksi yang berada di lokasi mendengar jeritan dan tangisan korban dari dalam toilet. Ketika AR kembali ke lokasi, kecurigaan warga semakin kuat hingga AR diamankan warga dan kejadian tersebut dilaporkan kepada Polsek Kebayoran Lama.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Dr. Sheila Syah Alam menjelaskan, informasi dan peran aktif masyarakat membantu kepolisian menangani perkara tersebut. Polsek Kebayoran Lama kemudian berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan untuk melakukan pendalaman terhadap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Muhammad Iskandar Syah mengatakan, petugas bersama tim identifikasi melakukan olah tempat kejadian perkara dan pencarian korban. Korban kemudian ditemukan dan berdasarkan identifikasi awal kedokteran forensik diperkirakan berusia kurang dari dua tahun.

Kasat Reskrim turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak sebagai kelompok rentan.

“Karena anak-anak merupakan kelompok rentan, sesuai dengan amanat Bapak Kapolda, kita harus memberikan perhatian lebih kepada kelompok-kelompok rentan, dalam hal ini anak-anak,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan autopsi sementara, ditemukan luka-luka yang diduga akibat penganiayaan. Namun, penyidik belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Pendalaman dilakukan melalui pendekatan scientific investigation dengan melibatkan ahli kedokteran forensik dan psikologi forensik.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan para saksi, penyidik menetapkan AR dan J sebagai tersangka. Keduanya kemudian ditahan berdasarkan pertimbangan syarat objektif dan subjektif penahanan. Penyidik masih mendalami latar belakang kejadian, kemungkinan terjadinya kekerasan berulang, serta ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto turut menyampaikan keprihatinan dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak.

“Setiap anak berhak mendapatkan rasa aman, kasih sayang, dan perlindungan. Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga peristiwa ini dapat segera ditangani. Jangan ragu melapor apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Polisi 110,” pungkasnya.

Polisi Bersama Masyarakat Induk PJR BSD Korlantas Polri Gelar Personil di Pimpin Kainduk Kompol Darmawati Pelayanan Masyarakat Setiap hari di Ruas-Ruas Tol


Tangerang Selatan — Induk Patroli Jalan Raya (PJR) BSD Korlantas Polri terus mengedepankan semangat Polisi Bersama Masyarakat melalui kegiatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol di wilayah BSD dan sekitarnya.Senin(01/11/26).

Kegiatan pelayanan ini di wilayah ruas tol W2S-BSD, MTN, CSJ dan Serbaraja.
Ini merupakan bagian dari program Kapolri "Polisi Bersama Masyarakat,"dan upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat dan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan,"ungkap Kompol Dharma,SE,MH,MM.

"Pelayanan dilakukan dengan mengutamakan sikap humanis, komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di jalan raya,"tambahnya.

Di bawah kepemimpinan Kompol Darmawati, SE, MH, MM dan seluruh personel Induk PJR BSD Korlantas Polri diharapkan senantiasa mengedepankan profesionalisme, kesigapan, dan pendekatan persuasif dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Selain melaksanakan patroli, personel juga berperan memberikan himbauan keselamatan berlalu lintas, membantu pengguna jalan yang mengalami kendala kendaraan di bahu tol dan serta mengingatkan pengemudi agar mematuhi peraturan demi mencegah kecelakaan lalu lintas.

Semangat Polantas Polri Kompol Darmawati,SE,MH,MM menjadi salah satu bentuk pendekatan pelayanan yang mengedepankan kehadiran polisi sebagai sahabat masyarakat di jalan raya.

"Melalui pendekatan tersebut, polisi tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan hukum," tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,"ucapnya.

Pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, memperkuat kepercayaan publik terhadap kepolisian, serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Induk PJR BSD Korlantas Polri Kompol Dharmawati,SE,MH,MM,"dan 
terus mendorong terwujudnya pelayanan yang ramah, responsif, dan profesional demi keselamatan seluruh pengguna jalan khususnya di jalan tol,"tegasnya.

Sahabat Masyarakat Polisi Bersama Masyarakat di Jalan Raya,Melayani, Melindungi, dan Mengayomi dengan tulus ikhlas dan humanis.

Minggu, 01 November 2026

Operasi Patuh Jaya 2026, Polri Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan

JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 sebagai upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Senin (02/11/26).

Dalam pelaksanaannya, petugas mengingatkan pengendara agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta melengkapi surat-surat kendaraan.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika mengantuk, selalu menjaga jarak aman, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lalu lintas yang lebih tertib dan berkeselamatan.

Kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menekan angka kecelakaan dan menciptakan kondisi jalan yang aman serta nyaman.

Operasi Patuh Jaya 2026 diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengguna jalan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.

Tertib Berlalu Lintas, Selamat Sampai Tujuan. 

Polisi Bersama Masyarakat, Wujudkan lalu lintas yang Aman dan berkeselamatan.

Pendekatan Humanis Satgas Pamtas Yonarmed 13 Kostrad, Warga Perbatasan Sukarela Serahkan Senjata Api Rakitan


Kapuas Hulu – Upaya pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial (komsos) dan edukasi hukum yang dilakukan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala membuahkan hasil positif. Seorang warga Desa Langau, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, secara sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan kepada personel Pos Langau I, Kamis (22/10/2026).

Penyerahan tersebut berawal dari kegiatan silaturahmi Danpos Langau I, Serma Rudy Ramdani, bersama dua personel lainnya ke kediaman warga. Melalui pendekatan persuasif dan humanis, personel memberikan pemahaman mengenai bahaya kepemilikan senjata api rakitan secara ilegal serta konsekuensi hukum yang menyertainya.

Setelah mendapatkan edukasi dan memahami risiko yang ditimbulkan, warga tersebut dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata api rakitan lama yang sebelumnya disimpan untuk keperluan berburu.

Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengapresiasi sikap kooperatif warga. Menurutnya, kepercayaan masyarakat dan kedekatan emosional antara prajurit dengan warga merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan yang humanis dan edukatif mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan serta menaati hukum.

Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala berkomitmen untuk terus mengintensifkan komunikasi sosial dan edukasi hukum di desa-desa binaan guna memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mewujudkan situasi perbatasan yang aman, tertib, dan kondusif. (Penkostrad).