View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 16 Maret 2026

Polsek Metro Menteng Bagikan 50 Nasi Siap Saji Jelang Berbuka di Jalan Sutan Syahrir

Jakarta Pusat - Semangat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan terus ditunjukkan oleh jajaran Polsek Metro Menteng melalui kegiatan Ramadhan Suci Polri Berbagi. 

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian turun langsung ke lapangan membagikan nasi siap saji kepada masyarakat yang berada di sekitar Markas Komando Polsek Metro Menteng, Jalan Sutan Syahrir No. 1, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Senin (16/3/2026).

Kegiatan sosial ini dipimpin oleh Kapolsubsektor Sabang Iptu Sopan Febriyanto bersama Kapolsubsektor Cut Mutia Aiptu Ali Imran serta Bhabinkamtibmas Gondangdia Aiptu Kamidi. Mereka secara langsung menyapa warga sekaligus membagikan paket makanan berbuka puasa kepada masyarakat yang berada di sekitar Mako Polsek Metro Menteng dan para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka.

Sebanyak 50 boks nasi siap saji dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian Polri kepada warga yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sasaran penerima bantuan di antaranya pengendara kendaraan bermotor, pekerja harian, hingga masyarakat sekitar yang masih beraktivitas di luar rumah menjelang waktu berbuka.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga yang menerima makanan berbuka puasa mengaku terbantu dengan adanya pembagian nasi siap saji tersebut, terutama bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka hampir tiba.

Kapolsubsektor Sabang Iptu Sopan Febriyanto mengatakan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari program kepedulian sosial Polri kepada masyarakat selama bulan Ramadan. Selain membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di bulan Ramadan. Semoga apa yang kami berikan dapat membantu warga yang masih berada di jalan sehingga mereka tetap bisa berbuka puasa dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol.  Reynold E. P. Hutagalung menyampaikan bahwa kegiatan Ramadhan Suci Polri Berbagi merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan nilai kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu yang menegaskan bahwa kegiatan berbagi kepada masyarakat akan terus dilaksanakan selama bulan Ramadan di wilayah hukum Polsek Metro Menteng.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan berbagi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara Polri dan warga,” tuturnya.

Melalui kegiatan Ramadhan Suci Polri Berbagi ini, Polsek Metro Menteng berharap nilai-nilai kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif selama bulan suci Ramadan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Polsek Metro Menteng Jaga Ketertiban Pasar Takjil di Masjid Cut Nyak Dien

Jakarta Pusat - Personel Polsek Metro Menteng melaksanakan pelayanan dan pengamanan kegiatan pasar tumpah Ramadhan di kawasan Masjid Cut Nyak Dien, Jalan Johar No. 7, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat yang berbelanja takjil menjelang waktu berbuka puasa berlangsung aman, tertib, dan lancar. Senin (16/3/2026).

Kawasan Masjid Cut Nyak Dien setiap sore selama bulan Ramadhan menjadi salah satu titik keramaian warga. Puluhan pedagang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman khas berbuka puasa yang menarik minat masyarakat dari berbagai wilayah untuk datang membeli takjil.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, personel Polsek Metro Menteng bersinergi bersama Kapolsubsektor Latuharhari Sonny Azwar serta Bhabinkamtibmas Cikini Tafsipul Subhani yang turut melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi pasar takjil. Kehadiran aparat kepolisian di tengah keramaian warga bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Petugas melakukan patroli dan pengawasan di area pedagang serta jalur akses masyarakat yang datang berbelanja. Selain itu, polisi juga memberikan imbauan kamtibmas kepada warga agar selalu berhati-hati terhadap barang bawaan serta tetap menjaga ketertiban saat berbelanja.

Tidak hanya itu, personel kepolisian juga membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar Jalan Johar yang mengalami peningkatan volume kendaraan menjelang waktu berbuka puasa. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman dan nyaman.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E. P. Hutagalung mengatakan bahwa pihaknya terus menginstruksikan jajaran di wilayah untuk meningkatkan pengamanan di titik-titik keramaian selama bulan Ramadhan.

Menurutnya, kegiatan pasar takjil menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat yang memerlukan perhatian khusus dari aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa serta beraktivitas di ruang publik. Kami memastikan situasi tetap kondusif sehingga masyarakat dapat berbelanja takjil dengan nyaman,” ujar Reynold.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng Akbp Braiel Arnold Rondonuwu menambahkan bahwa kehadiran personel di lokasi pasar tumpah Ramadhan merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa jajarannya akan terus melakukan patroli serta pengamanan di berbagai titik keramaian selama bulan suci Ramadhan agar situasi kamtibmas di wilayah Menteng tetap aman, tertib, dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Tinjau Kalikangkung, Kapolri Pastikan Pelayanan hingga Rekayasa Lalin Optimal Hadapi Mudik

Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan mudik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah (Jateng). Dalam pengecekan dan koordinasinya, Sigit memastikan Polri dan seluruh stakeholder terkait bakal memberikan pelayanan optimal untuk para masyarakat. 

"Dimana ini adalah titik, salah satu titik yang menjadi perhatian untuk pelayanan arus mudik, khususnya karena memang ini adalah titik di tempat masyarakat masuk ke wilayah Jawa Tengah pascaada kegiatan rekayasa. Dan tentunya ini menjadi salah satu pelayanan yang cukup sentral di wilayah Jawa Tengah," kata Sigit di Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026). 

Sigit memaparkan, seluruh stakeholder telah melaporkan bahwa telah melakukan kesiapan optimal untuk melakukan pengamanan dan pelayanan di momentum arus mudik. 

Menurut Sigit, hal yang difokuskan untuk dimaksimalkan kesiapannya adalah kebijakan soal rekayasa lalu lintas (lalin), mulai dari ganjil genap hingga One Way skala nasional. Terlebih, kata Sigit, Polda Jateng telah melakukan sejumlah inovasi demi mewujudkan mudik yang aman dan bahagia. 

"Termasuk juga terobosan-terobosan yang disiapkan seperti valet and ride, dan kemudian tadi ada satu terobosan baru dengan nama 'Si Polan' (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas), ya. Yang tentunya ini menjadi pelengkap selain respons kita terkait dengan 110 yang menjadi salah satu nomor yang bisa dihubungi," ujar Sigit. 

Sigit menegaskan, dengan dukungan dari berbagai macam persiapan yang diberikan, diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan layanan-layanan kepolisian. 

"Kemudian apabila ada permasalahan di jalan, maka layanan ini bisa digunakan untuk ditanyakan, termasuk juga hal-hal yang diperlukan oleh masyarakat pengemudi atau masyarakat, pemudik yang berada di wilayah Jawa Tengah," ucap Sigit. 

Dengan optimalisasi ini, Sigit menekankan, pihaknya bakal siap menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung pada H-3 Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi seluruh pemudik. 

"Dan sampai saat ini, Alhamdulillah dan mudah-mudahan juga bisa terus kita jaga untuk hal-hal yang sifatnya menonjol seperti laka (kecelakaan) menonjol sampai saat ini bisa kita jaga. Dan tentunya harapan kita mendekati hari H, angka laka juga bisa kita jaga untuk bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," papar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit mengingatkan untuk terus menjaga dan meningkatkan sinergisitas seluruh pihak dalam mengamankan serta melayani arus mudik hingga balik Lebaran 2026. 

"Saya titip pesan agar sinergisitas seluruh stakeholder yang ada dalam memberikan pelayanan mudik di tahun 2024 ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat sebagaimana tagline kita: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.  Jadi ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," tegas Sigit. 

"Kita harapkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan pelayanan terbaik di Operasi Ketupat ini dalam hal memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang melaksanakan mudik, balik, dan juga melaksanakan Idul Fitri serta kegiatan-kegiatan lainnya betul-betul bisa kita optimalkan," tambah Sigit mengakhiri.

Tinjau Kalikangkung, Kapolri Pastikan Pelayanan hingga Rekayasa Lalin Optimal Hadapi Mudik

Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan mudik Lebaran di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah (Jateng). Dalam pengecekan dan koordinasinya, Sigit memastikan Polri dan seluruh stakeholder terkait bakal memberikan pelayanan optimal untuk para masyarakat. 

"Dimana ini adalah titik, salah satu titik yang menjadi perhatian untuk pelayanan arus mudik, khususnya karena memang ini adalah titik di tempat masyarakat masuk ke wilayah Jawa Tengah pascaada kegiatan rekayasa. Dan tentunya ini menjadi salah satu pelayanan yang cukup sentral di wilayah Jawa Tengah," kata Sigit di Tol Kalikangkung, Senin (16/3/2026). 

Sigit memaparkan, seluruh stakeholder telah melaporkan bahwa telah melakukan kesiapan optimal untuk melakukan pengamanan dan pelayanan di momentum arus mudik. 

Menurut Sigit, hal yang difokuskan untuk dimaksimalkan kesiapannya adalah kebijakan soal rekayasa lalu lintas (lalin), mulai dari ganjil genap hingga One Way skala nasional. Terlebih, kata Sigit, Polda Jateng telah melakukan sejumlah inovasi demi mewujudkan mudik yang aman dan bahagia. 

"Termasuk juga terobosan-terobosan yang disiapkan seperti valet and ride, dan kemudian tadi ada satu terobosan baru dengan nama 'Si Polan' (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas), ya. Yang tentunya ini menjadi pelengkap selain respons kita terkait dengan 110 yang menjadi salah satu nomor yang bisa dihubungi," ujar Sigit. 

Sigit menegaskan, dengan dukungan dari berbagai macam persiapan yang diberikan, diharapkan bisa membantu masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait dengan layanan-layanan kepolisian. 

"Kemudian apabila ada permasalahan di jalan, maka layanan ini bisa digunakan untuk ditanyakan, termasuk juga hal-hal yang diperlukan oleh masyarakat pengemudi atau masyarakat, pemudik yang berada di wilayah Jawa Tengah," ucap Sigit. 

Dengan optimalisasi ini, Sigit menekankan, pihaknya bakal siap menghadapi puncak arus mudik yang diprediksi berlangsung pada H-3 Lebaran. Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman yang maksimal bagi seluruh pemudik. 

"Dan sampai saat ini, Alhamdulillah dan mudah-mudahan juga bisa terus kita jaga untuk hal-hal yang sifatnya menonjol seperti laka (kecelakaan) menonjol sampai saat ini bisa kita jaga. Dan tentunya harapan kita mendekati hari H, angka laka juga bisa kita jaga untuk bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya," papar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit mengingatkan untuk terus menjaga dan meningkatkan sinergisitas seluruh pihak dalam mengamankan serta melayani arus mudik hingga balik Lebaran 2026. 

"Saya titip pesan agar sinergisitas seluruh stakeholder yang ada dalam memberikan pelayanan mudik di tahun 2024 ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat sebagaimana tagline kita: 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.  Jadi ini betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," tegas Sigit. 

"Kita harapkan apa yang menjadi arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan pelayanan terbaik di Operasi Ketupat ini dalam hal memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang melaksanakan mudik, balik, dan juga melaksanakan Idul Fitri serta kegiatan-kegiatan lainnya betul-betul bisa kita optimalkan," tambah Sigit mengakhiri.

Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Daging Domba Impor Kedaluwarsa di Tangerang

Tangerang – Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan pangan terkait peredaran daging domba impor kedaluwarsa di wilayah Tangerang. Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Gudang PT Lang-Lang Buana, Jalan Raya Serang No.8, Cibadak, Cikupa, Tangerang, Senin (16/3/2026).

Konferensi pers tersebut dihadiri Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Setyo K. Heriyatno, Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi, serta Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Kementerian Pertanian Drh. Ira Firgorita.

Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan penjualan daging domba karkas impor asal Australia yang telah melewati masa kedaluwarsa.

“Informasi awal kami terima dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya rencana penjualan daging domba impor yang telah kedaluwarsa kepada masyarakat. Mengingat saat itu kebutuhan daging meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, informasi tersebut menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresmob Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap aktivitas distribusi daging tersebut. Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga unit truk yang membawa daging domba impor kedaluwarsa dengan total berat sekitar 9 ton yang rencananya akan disalurkan kepada para penyalur untuk kemudian dijual ke masyarakat.

“Selain mengamankan tiga unit truk, penyelidik juga melakukan pengembangan dengan melakukan pengamanan di dua lokasi gudang di wilayah Batuceper dan Cikupa, Tangerang. Dari kedua lokasi tersebut kembali ditemukan tambahan barang bukti berupa daging domba impor yang telah melewati masa kedaluwarsa,” jelasnya.

Setelah proses penyelidikan dilakukan, penanganan perkara kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.

Kasubdit I Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Setyo K. Heriyatno mengatakan, dalam proses penyidikan penyidik telah memeriksa 10 orang saksi yang terdiri dari penjual, perantara, pembeli, hingga sopir dan kenek yang terlibat dalam proses distribusi daging tersebut.

“Dalam proses penyidikan, kami telah memeriksa 10 orang saksi serta menyita barang bukti berupa daging domba impor asal Australia yang telah kedaluwarsa dengan total berat mencapai 12.913,04 kilogram atau sekitar 12,9 ton yang ditemukan di tiga truk serta di dua gudang penyimpanan di wilayah Tangerang,” ungkap Kombes Pol Setyo K. Heriyatno.

Dari hasil pemeriksaan saksi, keterangan ahli, serta uji laboratorium terhadap sampel daging oleh Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan, diketahui bahwa daging tersebut tidak lagi layak untuk dikonsumsi.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan secara organoleptik warna daging sudah tidak normal, aromanya berbau apek dan tengik, serta memiliki tingkat keasaman yang tinggi di atas batas normal. Dengan kondisi tersebut, daging tersebut dinyatakan tidak layak untuk diedarkan maupun dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, Bareskrim Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu IY selaku penjual daging, T dan AR sebagai perantara, serta SS sebagai pembeli yang kemudian menjual kembali daging tersebut ke pedagang di pasar.

Menurut penyidik, para tersangka diduga memperdagangkan kembali daging impor yang telah melewati masa kedaluwarsa sejak April 2024 dengan memanfaatkan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat menjelang hari raya keagamaan.

“Para tersangka memperoleh daging tersebut sejak tahun 2022. Sebagian telah terjual, namun sisa yang telah kedaluwarsa kemudian kembali diperjualbelikan kepada pedagang dengan harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram,” kata Setyo.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 8 ayat (3) juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara atau denda hingga Rp2 miliar.

Bareskrim Polri menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik perdagangan pangan yang tidak layak konsumsi, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional, guna melindungi masyarakat dari potensi bahaya kesehatan akibat produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

Safari Ramadan di Jateng, Kapolri Ajak Seluruh Elemen Bersatu Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya di acara Safari Ramadan di Polda Jawa Tengah, pada Senin (16/3). Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, masyarakat, rektor Universitas, tokoh serikat pekerja/buruh, ormas/LSM, mahasiswa dan kelompok ojek online. 

Dalam kesempatan itu, Sigit menegaskan persatuan seluruh elemen bangsa menjadi kunci utama untuk tetap bisa mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 di tengah tantangan dan konflik global yang sedang terjadi.

"Ini tentunya menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah dan juga bagi kita semua untuk menghadapi dampak dari eskalasi tersebut," ujarnya.

Sigit mengatakan saat ini pemerintah terus melakukan pelbagai upaya diplomasi untuk menjaga perdamaian di dunia Internasional. 

Di sisi lain, Sigit menyebut pemerintah juga terus menjaga ketersediaan minyak dan sumber energi di tengah eskalasi konflik yang meningkat di wilayah Timur Tengah. 

"Supaya kecukupan minyak kita tetap terus terjaga dan alhamdulillah tentunya sampai dengan beberapa bulan ke depan minyak kita akan terus dalam kondisi kecukupan," tuturnya. 

Oleh sebab itu, Ia meminta agar masyarakat tidak perlu panik hingga membeli BBM secara berlebihan. Ia memastikan stok BBM masih lebih dari cukup khususnya di periode Mudik Lebaran ini.

"Demikian juga stok terkait masalah pangan kita juga cukup. Sehingga harapan kita masyarakat tidak usah panik sehingga malah justru nanti kemudian terjadi panic buying dan itu tentunya akan berdampak kepada kondisi stok yang sebenarnya dalam kondisi semuanya ada," jelasnya.

Karenanya, Sigit meminta seluruh pihak untuk dapat bersatu dan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Terlebih, kata dia, pemerintah saat ini tengah mendorong kemandirian di bidang pangan, energi hingga peningkatan kualitas SDM dan pengelolaan sumber daya alam. 

"Sehingga kita bisa mandiri menghadapi tantangan-tantangan yang ada dan kita bisa menjalankan apa yang menjadi cita-cita kita semua mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," tutupnya.

Satgas Polda Metro Jaya Temukan Sejumlah Komoditas Pangan Dijual di Atas HET

Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya menemukan sejumlah komoditas pangan yang masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) selama pemantauan di pasar pada Maret 2026.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan analisa dan evaluasi Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (16/3/2026).

Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Dr. Muh Ardila Amry, mengatakan beberapa komoditas yang masih ditemukan dijual di atas harga ketentuan antara lain cabai rawit merah, minyak goreng Minyakita, serta gula konsumsi di beberapa wilayah.

“Untuk komoditas cabai rawit merah, hampir di seluruh wilayah pengecekan masih dijual di atas HET. Hal ini menjadi perhatian bersama agar segera dicarikan solusi untuk menstabilkan harga di pasar,” ujar Ardila.

Selain itu, Satgas juga menemukan masih adanya pedagang yang menjual minyak goreng Minyakita di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Sementara untuk gula konsumsi, tercatat masih ada empat wilayah yang menjual dengan harga melebihi ketentuan.

Ardila menambahkan, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap komoditas daging sapi yang saat ini menjadi atensi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dalam pemantauan, daging sapi kini diklasifikasikan dalam tiga kategori yakni paha depan, paha belakang, dan daging beku.

Tak hanya itu, dalam evaluasi tersebut juga disoroti penjualan ayam ras hidup (live bird) oleh rumah potong hewan (RPH) yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“RPH tidak diperbolehkan menjual ayam dalam bentuk hidup. Jika masih ditemukan pelanggaran, kami sudah memberikan surat teguran kepada pihak terkait,” jelasnya.

Sebagai langkah pengawasan, Satgas juga melakukan intervensi di pasar dengan menempelkan stiker panduan harga acuan penjualan (HAP) atau HET kepada para pedagang.

Bagi pedagang yang terbukti menjual komoditas di atas harga yang ditentukan, petugas memberikan surat pernyataan disertai pemasangan stiker peringatan pada kios atau toko yang bersangkutan.

Lebih lanjut Ardila menegaskan, pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan tetap melanggar akan mendapatkan teguran dari dinas terkait.

“Jika pedagang memiliki NIB dan tetap menjual di atas HAP atau HET, maka akan direkomendasikan pencabutan izin usahanya kepada DPMPTSP,” tegasnya.

Satgas Saber Pangan Polda Metro Jaya akan terus melakukan pengecekan ke pasar-pasar guna memastikan stabilitas harga serta melindungi masyarakat dari praktik penjualan di atas ketentuan pemerintah.

“Kegiatan pengecekan akan terus dilakukan sampai ada perintah dari Satgas pusat untuk menghentikan kegiatan tersebut,” pungkas Ardila.