View Allnasional

Sosial

Hukum

Latest News

Senin, 07 September 2026

Patroli Sore di Menteng, Polisi Ingatkan Warga Waspada Pencurian


Jakarta Pusat — Jajaran Polsek Metro Menteng menggelar patroli dan memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga yang beraktivitas di area publik, Minggu (6/9/2026) sore.

Kegiatan tersebut dipimpin Aiptu Djoko Hary Poernomo selaku pendamping padal bersama tiga personel. Patroli menyasar kawasan depan Plaza Indonesia dan depan Hotel Kempinski, Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan telepon seluler, khususnya ketika berada di area terbuka maupun di pinggir jalan. Warga juga diminta menjaga barang bawaan, terutama barang berharga, guna mencegah aksi pencopetan dan kejahatan jalanan.

Petugas turut mengajak masyarakat segera melaporkan setiap kejadian atau situasi yang membutuhkan kehadiran polisi melalui Bhabinkamtibmas, Polsek Metro Menteng, maupun layanan Polisi 110.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu,  menekankan pentingnya kehadiran personel di ruang publik sebagai langkah preventif untuk memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung,, terus mendorong jajarannya memperkuat patroli dan komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi patroli terpantau aman dan kondusif.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, Brimob Polda Jambi Beri Motivasi serta Perhatian Kesehatan Pelajar Sekolah Rakyat

JAMBI – Di tengah kondisi udara yang diselimuti kabut asap akibat situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi melalui Satuan Brimob dan Bidhumas tetap menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan pendidikan generasi muda.

Hal tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 yang berada di RT 42, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin (7/9/2026) pagi.

Kegiatan dipimpin Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. Budi Hidayat, S.I.K., bersama Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si. Kedatangan rombongan disambut langsung Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Dr. Sudarmono, S.Pd., M.Pd., beserta para guru dan jajaran sekolah.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diisi dengan pemberian motivasi, edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian masker, vitamin dan susu UHT kepada para siswa.

Di hadapan para pelajar, Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. Budi Hidayat memberikan motivasi agar para siswa tetap memiliki semangat belajar dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

“Adik-adik harus selalu semangat dan fokus belajar dengan sungguh-sungguh. Raih masa depan yang gemilang melalui pendidikan. Jangan mudah terpengaruh hal-hal negatif, tetap disiplin, jaga kesehatan dan terus belajar untuk meraih cita-cita,” ujar Dansat Brimob.

Ia juga mengingatkan para siswa agar menjaga kedisiplinan serta kesehatan, terlebih dalam kondisi lingkungan yang sedang menghadapi kabut asap. Para pelajar diharapkan dapat mengikuti arahan dari pihak sekolah dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Dr. Sudarmono menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polda Jambi kepada para peserta didik.

“Terima kasih kepada Polda Jambi yang telah berkunjung, memberikan motivasi, pemeriksaan kesehatan serta membagikan vitamin dan susu kepada para pelajar Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Dr. Sudarmono juga berharap dukungan dan sinergi dengan pihak kepolisian dapat terus dilakukan, khususnya dalam memberikan edukasi mengenai kedisiplinan, ketertiban serta pembinaan karakter para pelajar.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pendidikan sekaligus kesehatan generasi muda.

Menurut Kombes Pol. Erlan, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar telah menekankan kepada seluruh jajaran agar kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menekankan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan dan kesehatan generasi muda. Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa yang harus kita dukung agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin dan memiliki masa depan yang baik,” kata Kombes Pol. Erlan.

Kombes Pol. Erlan menambahkan, perhatian terhadap kesehatan para pelajar menjadi semakin penting dalam kondisi karhutla yang menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi terdampak kabut asap.

“Di tengah situasi karhutla dan kondisi udara yang berkabut asap, kami mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga kesehatan. Penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana untuk melindungi diri dari paparan debu dan partikel di udara. Kami juga memberikan vitamin, susu dan air mineral sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan serta kebutuhan para pelajar,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan Brimob Polda Jambi turut melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada para siswa. Personel Brimob juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan diri dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, khususnya saat kondisi udara kurang baik akibat kabut asap.

Penyerahan masker, susu UHT, vitamin dan air mineral dilakukan secara langsung oleh Dansat Brimob Polda Jambi bersama Kabid Humas Polda Jambi kepada para siswa.

Melalui kegiatan tersebut, Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah tantangan karhutla dan kabut asap, Polri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan, lingkungan, kedisiplinan serta memastikan proses pendidikan anak-anak tetap berjalan dengan baik.

SDN Menteng Atas 14 Sabet Juara I LRP, Regu Putra dan Putri Tampil Gemilang

Prestasi membanggakan turut ditorehkan SDN Menteng Atas 14 dalam ajang Lomba Regu Prestasi (LRP) tingkat Penggalang yang digelar oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Setiabudi.

Dalam kompetisi tersebut, regu putra dan regu putri SDN Menteng Atas 14 berhasil meraih Juara I, setelah menunjukkan kemampuan terbaik, kekompakan, kedisiplinan serta penguasaan berbagai keterampilan kepramukaan selama mengikuti perlombaan.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di lingkungan SDN Menteng Atas 14 mampu menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu bekerja sama, memiliki rasa percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi.

Capaian ganda tersebut sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan para pembina. Terlebih, LRP merupakan ajang yang menuntut setiap regu untuk mampu menunjukkan kemampuan secara menyeluruh, baik dari sisi keterampilan kepramukaan maupun kekompakan tim.

Dengan diraihnya Juara I untuk regu putra dan putri, SDN Menteng Atas 14 berpeluang menjadi salah satu regu yang didelegasikan untuk mengikuti tahapan perlombaan ke jenjang berikutnya, sesuai hasil dan ketentuan yang ditetapkan panitia.

Prestasi tersebut juga semakin memperkuat semangat yang diusung Kwarran Gerakan Pramuka Setiabudi, yakni mencetak generasi muda yang kreatif, berkarakter dan berprestasi, sekaligus mampu menjadi calon pemimpin masa depan.

Keberhasilan regu putra dan putri SDN Menteng Atas 14 ini menjadi catatan manis dalam rangkaian LRP tahun 2026, sekaligus menunjukkan bahwa semangat, kerja keras, kekompakan dan pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.

Secara Serentak Kapolsek Bekasi Barat Pimpin Sosialisasi Maklumat Kapolres, Jaga Pelajar dari Pengaruh Negatif

Kota Bekasi — Kapolsek Bekasi Barat AKP Diaman Saragih, SH., MH., melaksanakan kunjungan ke SMK Bina Mandiri dan SMK Bakti Mandiri, Senin (7/9/2026). 

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mensosialisasikan Maklumat Kapolres Metro Bekasi Kota tentang perlindungan pelajar dari keterlibatan dalam kegiatan unjuk rasa yang mengandung unsur berbahaya dan kekerasan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Bekasi Barat memberikan edukasi dan imbauan kepada pihak sekolah serta para pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan maupun provokasi yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, lingkungan sekolah, maupun masyarakat.

AKP Diaman Saragih menekankan pentingnya para pelajar menjauhi berbagai tindakan negatif, seperti tawuran, balap liar, tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, serta aksi kerusuhan yang dapat mengancam keselamatan dan masa depan pelajar.

Isi maklumat Kapolres Metro Bekasi Kota  pertama Utamakan keselamatan diri dan hak pelajar. Kedua Tolak segala bentuk pengumpulan massa yang melibatkan anak-anak pelajar untuk tujuan yang tidak jelas.

Ketiga waspada segala bentuk hasutan, ajakan konvoi, provokasi digital dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Keempat pastikan anak-anak pelajar langsung kembali ke rumah sesuai sekolah dengan aman dan selamat.

Kelima seluruh aparatur pemerintah bersama guru dan orang tua bertanggungjawab untuk melindungi anak-anak pelajar

Sosialisasi tersebut tidak hanya dilakukan oleh Kapolsek, tetapi juga secara serentak oleh seluruh personel Polsek Bekasi Barat mengunjungi sejumlah SMK di wilayah hukum Polsek Bekasi Barat. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Metro Bekasi Kota sebagai bentuk upaya bersama dalam memberikan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada para pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Bekasi Barat mengajak pihak sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pelajar untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Polsek Bekasi Barat juga mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta tidak ikut menyebarkan ajakan provokatif yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud komitmen Polsek Bekasi Barat dalam menjaga dan melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Bekasi Barat.

Wakapolri Ubah Strategi Hadapi Karhutla: Dari Reaktif ke Multi-Approach Policing

JAKARTA – Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak lagi dapat mengandalkan pola reaktif berupa pemadaman setelah api muncul. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mendorong perubahan menuju multi-approach policing yang menggabungkan prediksi, pencegahan, teknologi, masyarakat, ekologi, respons kedaruratan, penegakan hukum dan komunikasi krisis.

Strategi tersebut menjadi salah satu pokok pembekalan Wakapolri kepada 322 personel Satgas Edukasi, Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla gelombang kedua di Lapangan Bhara Daksa STIK PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 322 personel terdiri dari 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK dan 22 pendamping. Mereka ditugaskan selama 10 hari ke Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Sebelumnya, 189 peserta didik telah lebih dahulu diberangkatkan, sehingga pemberangkatan gelombang kedua ini sekaligus menjadi bagian dari kesinambungan dan lintas ganti penugasan di wilayah.

Wakapolri menegaskan bahwa para peserta harus melakukan pembelajaran sekaligus audit terhadap manajemen penanganan Karhutla di lapangan.

“Jangan hanya datang untuk penyuluhan. Rekan-rekan adalah middle dan top manager. Lihat bagaimana organisasi bekerja, bagaimana kondisi wilayah, bagaimana kebijakan dilaksanakan dan apa yang masih kurang,” tegasnya.

Karhutla Harus Diprediksi Sebelum Terjadi

Wakapolri mendorong predictive policing dengan mengintegrasikan data hotspot, cuaca, kondisi muka air tanah, gambut, riwayat kebakaran serta teknologi seperti drone, satelit dan artificial intelligence.

Data tersebut harus menjadi dasar untuk menentukan wilayah prioritas dan menggerakkan sumber daya sebelum kebakaran berkembang.

Hingga 6 September 2026, tercatat 113.616 hotspot dengan luas lahan terbakar mencapai 202.010 hektare di 38 provinsi.

Hotspot tertinggi tercatat pada Agustus sebanyak 58.243 titik dan September 38.237 titik.

Dari keseluruhan hotspot, 23.228 titik (20,4 persen) telah diverifikasi sebagai titik api, 26.302 titik (23,1 persen) belum terverifikasi dan 64.086 titik (56,4 persen) dinyatakan bukan titik api. Sementara tindakan pemadaman telah dilakukan terhadap 18.085 titik.

Ekologi Menjadi Bagian dari Policing

Pendekatan Karhutla juga harus memperhatikan kondisi ekologis, khususnya gambut.

Data SiTMAT KLH per 6 September menunjukkan muka air tanah berada pada kondisi sangat rawan di sejumlah wilayah, antara lain Kalteng -143 cm, Kalbar -163 cm, Sumsel -231,1 cm, Kaltim -142,6 cm, Riau -209 cm dan Kaltara -137 cm.

Wakapolri menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemadaman saja tidak cukup. Pengelolaan tata air melalui sekat kanal, embung, sumur bor dan restorasi hidrologis harus menjadi bagian dari strategi.

“Jangan hanya mengejar api. Kalau akar masalahnya kondisi gambut yang kering, tata airnya harus kita benahi,” katanya.

Collaborative Policing

Seluruh pendekatan tersebut harus berjalan melalui collaborative policing.

Kolaborasi dibangun dari tingkat nasional yang melibatkan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB, BMKG, BRIN, Polri dan TNI, hingga tingkat daerah dan tapak.

Di daerah melibatkan Polda, Polres, BPBD, KPH dan pemerintah daerah, sedangkan di tingkat tapak melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, MPA, kepala desa, tokoh adat, masyarakat dan korporasi.

Dalam kondisi darurat, pemerintah daerah menjadi leading sector dengan dukungan seluruh stakeholder sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Penegakan Hukum: Individual dan Korporasi

Wakapolri juga meminta penegakan hukum melihat persoalan secara utuh.

Hingga 6 September 2026 terdapat 200 laporan polisi, terdiri dari 192 perkara perorangan dan 8 perkara korporasi, dengan 138 tersangka serta luas areal perkara 8.637,35 hektare.

“Kalau ditemukan fakta dan alat bukti mengenai tanggung jawab korporasi, jangan berhenti pada pelaku di lapangan. Lihat seluruh rantai pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Pengelola informasi di ruang publik. 

Penanganan Karhutla juga berlangsung di ruang digital.

Periode 1 Agustus–6 September 2026 tercatat 117.022 penyebutan dengan jangkauan 1,67 miliar tayangan.

Sentimen terdiri dari 83,2 persen netral, 13 persen negatif dan 3,8 persen positif.

Volume tertinggi terjadi pada 2 September sebanyak 7.466 penyebutan, sedangkan sentimen negatif tertinggi mencapai 27,7 persen pada 21 Agustus bersamaan dengan #PrayForKalimantan.

Sebaran percakapan berasal dari media daring 47,4 persen, Instagram dan TikTok 30,2 persen, serta X dan Facebook 20,5 persen. Sementara bobot suara institusi hanya 2,48 persen.

Wakapolri meminta komunikasi krisis menjadi bagian dari strategi penanganan.

“Kerja lapangan yang intensif harus diikuti komunikasi yang baik agar kehadiran negara dapat terbaca oleh masyarakat,” ujarnya.

Tiga Perubahan Fundamental

Wakapolri menegaskan transformasi penanganan Karhutla harus diarahkan pada tiga perubahan.

Pertama, reaktif menjadi antisipatif.

Kedua, individual menjadi individual dan korporasi.

Ketiga, sektoral menjadi multi-stakeholder.

“Jangan hanya melihat bagaimana api dipadamkan. Audit manajemennya. Lihat apa yang sudah dilakukan, apa yang kurang dan bagaimana memperbaikinya. Dari sana harus lahir rekomendasi yang konkret,” pungkas Wakapolri.

Melalui penugasan 322 personel tersebut, Polri memperkuat transformasi penanganan Karhutla dari sekadar memadamkan api menjadi membangun sistem yang mampu memprediksi risiko, mencegah kebakaran, melibatkan masyarakat, menjaga ekosistem, mengintegrasikan sumber daya, menindak pelanggaran dan mengelola komunikasi publik.

322 Peserta Didik Polri Turun ke 6 Polda, Evaluasi Strategi Pencegahan Karhutla

JAKARTA – Polri tidak hanya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lapangan, tetapi juga melakukan evaluasi untuk merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif ke depan. Sebanyak 322 peserta didik Sespimti, Sespimmen, dan SPPK diterjunkan ke enam Polda atau enam provinsi dalam Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua.

Para peserta didik tersebut diberangkatkan setelah mengikuti pembekalan dan apel di Gedung Bhadawa Lantai 2 STIK-PTIK, Jakarta, Senin (7/9/2026). Mereka akan melaksanakan tugas selama 10 hari sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, yakni Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dan praktik kerja lapangan.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra. S. M.Si. Mengatakan, pelibatan peserta didik dalam Satgas Gelombang Kedua memiliki tujuan yang lebih luas. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, mereka ditugaskan untuk melihat langsung berbagai persoalan Karhutla di wilayah masing-masing.

“Karena mereka sudah menduduki pada eselon manajerial tingkat puncak, Sespimti, menengah untuk Sespimmen, dan SPPK, kita harapkan tidak hanya sekadar melakukan edukasi, tapi melakukan evaluasi dan mempelajari apa permasalahan-permasalahan yang dihadapi di masing-masing wilayah sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Komjen Pol. Panca dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi dari lapangan akan menjadi bahan masukan bagi Polri untuk memperbaiki pola pencegahan dan penanganan Karhutla. Para peserta juga diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan serta strategi yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

“Mereka nanti akan melakukan evaluasi bagaimana upaya dalam strategi manajemen operasi terkait dengan upaya pencegahan kebakaran hutan ini melalui pendekatan operasi,” katanya.

Tidak hanya untuk kebutuhan penanganan saat ini, hasil pelaksanaan tugas tersebut juga diarahkan menjadi bahan penyusunan konsep operasi dan prosedur penanganan Karhutla pada masa mendatang.

“Mereka ke depan diharapkan nanti di lapangan bisa menyusun sebuah konsep operasi, khususnya dalam rangka mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan yang kemungkinan nanti mereka akan hadapi di lapangan,” ujar Komjen Pol. Panca.

Sebanyak 322 personel yang diterjunkan terdiri dari 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta SPPK, dan 22 pendamping. Mereka akan dibagi ke enam Polda dengan penempatan dan pembagian tugas menyesuaikan kondisi serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

Komjen Pol. Panca menambahkan, setelah menyelesaikan penugasan, para peserta akan memberikan masukan secara intensif kepada Polri. Masukan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan pencegahan Karhutla.

“Kelak setelah nanti mereka kembali, mereka akan memberikan masukan secara intensif dari pendekatan keilmuan dan pendekatan konsep operasi yang diharapkan nanti menjadi masukan kita juga, baik ke Polri maupun kepada pemerintah daerah dan pusat,” jelasnya.

Sementara itu, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie. Mengatakan, pelaksanaan Satgas Edukasi tersebut merupakan bentuk pembelajaran langsung bagi peserta didik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

Dalam penanganan Karhutla, Polri juga memberlakukan Operasi Amanusa II yang dikhususkan untuk penanganan bencana alam. Sejumlah Polda sebelumnya telah menerapkan operasi tersebut, baik secara kewilayahan maupun terpusat.

“Dalam komposisi penanganan Karhutla, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberlakukan dengan Operasi Amanusa II. Operasi Amanusa II ini dikhususkan kepada penanganan bencana alam. Karhutla ini kan termasuk juga bencana alam,” ujar Komjen Pol. Roycke.

Seiring dengan perkembangan situasi Karhutla, Polri juga akan memperkuat penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi kepolisian.

“Ketika melihat eskalasi yang ada maka sesuai perintah Bapak Kapolri, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi yang ada di Kepolisian,” tegasnya.

Pengerahan peserta didik melalui Satgas Gelombang Kedua ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi di lapangan. Data dan temuan yang diperoleh selama penugasan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat konsep pencegahan, manajemen operasi, serta kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi Karhutla di masa mendatang.

Jaga Jakarta On The Spot, Polsek Rawalumbu Perkuat Kedekatan dengan Warga Pengasinan

Bekasi — Polsek Rawalumbu Polres Metropolitan Bekasi Kota kembali hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, Sabtu (6/9/2026) malam, bertempat di Pos Keamanan RT 04/RW 14, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.
Kegiatan dipimpin Ps. Kanit Binmas Ipda Herman Sugianto bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengasinan. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, personel berdialog langsung dengan warga, menyerap aspirasi serta mendengarkan informasi terkait situasi kamtibmas di lingkungan.

Petugas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, meningkatkan kewaspadaan terhadap curanmor, tawuran, penyalahgunaan narkoba, perjudian online, serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Masyarakat turut diimbau meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau Polsek Rawalumbu apabila menemukan potensi gangguan keamanan. Call Center Polri 110 juga disosialisasikan sebagai layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam.

Melalui kegiatan ini, Polsek Rawalumbu terus membangun komunikasi dan kemitraan bersama masyarakat sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendengar dan berjalan bersama masyarakat.” 
#PolsekRawalumbu #PolresMetroBekasiKota #JagaJakartaOnTheSpot