Jakarta-Setelah mengalami beberapa kali penundaan, Kelompok masyarakat sipil yang mengatasnamakan Gerakan Selamatkan Pertamina terus melakukan kampanye budaya anti korupsi.Acara berlangsung di hotel sopyan Jakarta Selatan.
Hal itu agar perusahaan pelat merah khususnya Pertamina dapat lebih sehat, bersih dari benalu hilirisasi sektor pertambangan dan energi.
Koordinator Selamatkan Pertamina Revitriyoso Husodo menyatakan sangat prihatin terhadap kondisi Pertamina saat ini yang sedang dirundung dugaan korupsi lebih dari Rp1000 triliun melalui berbagai modus.
Menurut Revi sapaan akrabnya, banyak pihak terkesan takut dan menghindar membicarakan permasalahan tersebut secara terbuka karena adanya rumor keterlibatan 'mafia migas', hanya bisik-bisik di warung kopi.
"Lewat diskusi publik, kita akan menerima masukan dari masyarakat dan para pakar dan pelaku hasilnya nanti akan diserahkan kepada Presiden Prabowo terkait musibah korupsi di tubuh Pertamina," kata Revi.
Lebih jauh, mantan aktivis 98 tersebut menjelaskan bahwa dalam diskusi itu, Kelompok Gerakan Selamatkan Pertamina menerima masukan dan kritik dari masyarakat ataupun narasumber dari berbagai latar belakang.
“Mulai dari tokoh aktivis, ahli hukum, akademisi, pelaku dunia migas hingga militer nonaktif, untuk dirumuskan pemetaan permasalahan dan celah praktek korupsi pada hulu-hilir dunia migas serta alternatif-alternatif solusi untuk penyelesaiannya,” jelas Revi.
"Kita sangat prihatin Pertamina mengalami musibah mega korupsi maka perlu adanya diskusi publik untuk menyerap aspirasi rakyat yang nantinya dirangkum secara sistematis lalu disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, " tambahnya.
Untuk menangani permasalahan korupsi di Pertamina dan solusinya, menurut Revi perlu adanya masukan-masukan dari para narasumber dan masyarakat.
Selain itu, masih kata Revi, pihaknya saat ini gencar sosialisasi tentang bahaya korupsi yang menggerogoti perekonomian nasional sebagai ancaman bagi keberhasilan cita-cita bersama, Indonesia Emas 2045.
"Setelah, mengalami beberapa kali penolakan dari pihak manajemen tempat diskusi dengan berbagai alasan, akhirnya diskusi dengan dengan tema "Safe Pertamina, Mulai Dari 0 Tanpa Korupsi" dapat dilaksanakan di Sopyan Hotel Soepomo, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis, 20 maret 2025. Hal tersebut terjadi setelah panitia gencar memberi pemahaman akan pentingnya diskusi tersebut kepada berbagai pihak dan masih masih banyak pihak yang menyetujui," pungkasnya.