Jakarta-Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) akan melaksanakan Musyawarah Besar di bulan April 2025 di Kota Makassar untuk melanjutkan kepemimpinan ketua umum yang lama, Muchlis Patahna.
Jumat(04/04/25).
H.Andi Bashar,SH,MH menyampaikan bahwa ada beberapa calon yang akan bertarung untuk menjadi ketua KKSS, salah satu perempuan yaitu “Hj.Andi Idha Nursanty,SH (Ibu AINS) sosok yang peduli kepada warga Sulsel.
Hj.Andi Idha Nursanty,SH di kenal mudah bergaul di semua kalangan dan punya karakter khas untuk seorang pemimpin perempuan. Sudah saatnya organisasi besar ini dipimpin seorang perempuan,” ujar H.A. Bashar, SH, MH, tokoh pemuda asal Sulsel yang juga Ketua Umum DPP Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI).
Sementata Ketua BPW KKSS, H.Andi Syamsul Zakaria, SH, MH mengatakan,“siapapun calonnya kita harus dukung.
Terlebih hadirnya AINS menambah dinamika untuk menghasilkan sosok terbaik pemimpin KKSS,”kata Syamsul.
Kehadiran KKSS sebagai rumah bagi perantau sangat diharapkan warga perantau asal Sulsel di Jakarta.
Tokoh masyarakat Sulawesi Selatan di Jakarta Utara daeng Arief mengharapkan organisasi KKSS hadir sebagai pengayom di tengah-tengah anggotanya.
“Kita lihat perselisihan Daeng Aziz Emba dan Jamal justru orang luar, Hercules yang damaikan. Dimana peran KKSS.
Harusnya KKSS hadir mendamaikan mereka. Kita punya banyak menteri asal Sulsel ,kita punya banyak jenderal di polisi dan TNI, kita punya banyak saudagar besar ,kita punya banyak mahasiswa dan perantau yang mencari kerja di Jakarta.
KKSS harus berperan dan hadir disini menyatukan potensi ini,” tegas Syamsul.
Selain nama AINS, sejauh ini nama-nama calon nakhoda KKSS yang beredar mengacu pada beberapa nama yaitu Muchlis Patahna sebagai petahana, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan M. Yasin Azis dari Pilar Barru.
“Mubes KKSS sebagai momentum refleksi yang <span;>menjadi cikal bakal lahirnya Ketua Umum KKSS yang memiliki ketokohan yang kuat dan kharismatik, menggabungkan kharisma dari Mappajunga Ri Luwu (memiliki kemuliaan), Sombayya Ri Gowa (memiliki keberanian), Mangkauka Ri Bone (memiliki kecerdasan), Matasak Ri Toraya (memiliki keteduhan), Na Pasenrengi Ri Pare pare (selalu dirindukan) hingga menjadi Tuan ta Salamakaa (pemimpin yang menyelamatkan). Karakter ini ada sama Ibu AINS,” terang Syamsul.
Tokoh Perempuan Sulawesi Selatan Dr.dr.Ulla Nuchrawaty, MM di kesempatannya mengatakan, telah 40 tahun di KKSS mulai dari ia menjadi bendahara, sekretaris dan lainnya.
Organisasi pernah mengukir banyak legacy di negeri ini.Baik karena figurnya, atau soliditas pengurus dan anggota.
Sampai akhir masa bhakti Beddu Amang, program KKSS banyak di support oleh Arifuddin Pangka, Andi Syamsu Alam, Charsian Anwar, Hj.Andi Idha Nursanty dan Habullah Ismail.
“Maka ke depan harus lebih besar lagi organisasi ini dari yang dulu,” jelasnya.
Dr .Ulla menjelaskan, figur yang tampil harus yang berprestasi, laki-laki atau perempuan jika prestasinya baik maka harus didukung”, kata Dr. dr.Ulla.
Ketua IKAMI Sulawesi Selatan Andi In’Amul Hasan menambahkan KKSS perlu di evaluasi , pemimpin harus yang bisa merangkul semua warga KKSS di perantauan, tidak melihat latar belakangnya.
Dan Ketua KKSS harus ada kepedulian terhadap kondisi warga KKSS yang kuliah di perantauan seperti di Jakarta, akan di salurkan kemana apa bila sudah menyelesaikan kuliahnya jangan sampai pulang ke daerahnya juga menjadi pengangguran”, pungkas Andi In’Amul.